PSSI Kejar Target FIFA Lewat Naturalisasi

PSSI menyebut naturalisasi Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker menjadi langkah strategis untuk memperkuat Timnas Indonesia sekaligus mengejar target masuk 50 besar ranking FIFA dunia dan 10 besar Asia. (Foto: ist/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan bahwa proses naturalisasi dua pemain keturunan Indonesia, Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing Tim Nasional Indonesia di level internasional.

Kehadiran kedua pemain tersebut diharapkan dapat membantu skuad Garuda mencapai target masuk 50 besar ranking FIFA dan menembus 10 besar Asia dalam beberapa tahun ke depan.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, dalam rapat kerja bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Hukum, serta Komisi XIII DPR RI yang membahas permohonan naturalisasi Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker di Jakarta, Rabu.

Menurut Sumardji, naturalisasi bukan hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek tim nasional, tetapi juga menjadi bagian dari peta jalan pengembangan sepak bola Indonesia yang telah disusun secara terukur.

“Kedua atlet diperlukan untuk mencapai target peringkat 50 besar FIFA. Saat ini kita berada di peringkat 118 dunia,” ujar Sumardji dalam rapat tersebut.

Ia menjelaskan bahwa target masuk 50 besar FIFA merupakan sasaran jangka panjang yang diproyeksikan dapat dicapai dalam kurun waktu lebih dari lima tahun.

Selain memperbaiki posisi Indonesia di ranking dunia, PSSI juga memiliki ambisi besar membawa Timnas Indonesia masuk jajaran 10 besar negara terbaik Asia.

BACA JUGA  Kemenkumham Dukung Jalan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026 Melalui Naturalisasi 

Target tersebut menjadi bagian dari visi besar federasi untuk meningkatkan kualitas sepak bola nasional, baik dari sisi prestasi maupun daya saing pemain di level internasional.

Selain peningkatan ranking, PSSI juga menargetkan Indonesia mampu tampil secara konsisten pada turnamen-turnamen bergengsi dunia.

Di antaranya adalah lolos ke putaran final Piala Asia secara berkelanjutan dan membuka peluang tampil di putaran final Piala Dunia.

Sumardji menilai keberadaan pemain berkualitas di setiap lini menjadi faktor penting untuk mewujudkan target tersebut.

Karena itu, proses naturalisasi dilakukan guna memperkuat kedalaman skuad nasional sehingga setiap posisi memiliki lebih dari satu pemain dengan kualitas yang seimbang.

“Kami membutuhkan kedalaman skuad yang kuat. Pada setiap posisi harus tersedia beberapa pemain dengan kualitas yang sama baiknya sehingga tim memiliki banyak opsi dalam menghadapi kompetisi internasional,” katanya.

PSSI juga menilai kehadiran Luke dan Mitchell tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas tim nasional.

Kedua pemain tersebut diharapkan dapat membawa pengalaman, budaya sepak bola profesional, serta transfer pengetahuan yang dapat membantu perkembangan pemain lokal.

Menurut Sumardji, proses transfer ilmu dan pengalaman dari pemain yang berkarier di luar negeri menjadi salah satu nilai tambah yang diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

BACA JUGA  Dua Klub Taekwondo Bali Torehkan Prestasi

Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh Timnas Indonesia, tetapi juga kompetisi sepak bola nasional yang terus berupaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme.

Dalam proyeksi jangka pendek, PSSI telah menyiapkan sejumlah agenda internasional yang berpotensi melibatkan Luke dan Mitchell apabila proses naturalisasi berjalan sesuai rencana.

Kedua pemain diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia dalam berbagai turnamen penting selama lima tahun ke depan.

Agenda tersebut meliputi ASEAN Championship 2026, FIFA Series periode 2026 hingga 2031, serta Piala Asia AFC 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi.

Selain itu, Luke dan Mitchell juga dipersiapkan untuk menghadapi ASEAN Championship 2028, Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2030, ASEAN Championship 2030, putaran final Piala Dunia FIFA 2030, hingga Piala Asia AFC 2031.

PSSI menilai regenerasi pemain menjadi aspek penting dalam menjaga kesinambungan prestasi tim nasional. Kehadiran pemain muda berkualitas yang memiliki pengalaman internasional diyakini dapat membantu memperkuat fondasi Timnas Indonesia dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Mitchell Lee Baker sendiri saat ini bermain untuk tim Georgetown University yang berkompetisi dalam National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika Serikat.

Penyerang berusia 19 tahun tersebut memiliki darah Indonesia dari garis keturunan ibunya, Maureen Lee Baker.

Kakek dan nenek Mitchell diketahui lahir di Indonesia. Kakeknya, Han Koen Lie, berasal dari Yogyakarta, sementara neneknya, Li Nio The Lie, lahir di Semarang, Jawa Tengah.

BACA JUGA  Nova Arianto Resmi Latih Timnas U-20

Sementara itu, Luke Anthony Vickery merupakan pemain sayap berusia 20 tahun yang saat ini memperkuat Macarthur FC, klub yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Australia.

Luke juga memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibunya, Cherie Claudine Vickery. Neneknya, Hetty Nanda, diketahui lahir di Medan, Sumatera Utara.

Dengan usia yang masih muda dan pengalaman bermain di lingkungan sepak bola kompetitif, Luke dan Mitchell dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari proyek jangka panjang Timnas Indonesia.

PSSI berharap proses naturalisasi keduanya dapat segera rampung sehingga mereka dapat memperkuat skuad Garuda dalam berbagai agenda internasional yang telah menanti.

Langkah ini sekaligus menegaskan keseriusan PSSI dalam membangun tim nasional yang kompetitif demi mewujudkan target besar Indonesia di panggung sepak bola Asia dan dunia. (09/AGF).