PSSI: VAR Kurangi Kesalahan Wasit hingga 8 Persen

Kepala Departemen Wasit PSSI Pratap Singh mengungkapkan penerapan VAR mampu meningkatkan akurasi keputusan wasit dalam kompetisi sepak bola Indonesia saat Refereeing Workshop for Media di Jakarta, Kamis (3/9/2026). (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada kompetisi sepak bola Indonesia dinilai mampu meningkatkan akurasi keputusan wasit.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mencatat kesalahan keputusan wasit berkurang secara signifikan setelah penggunaan teknologi tersebut.

Kepala Departemen Wasit PSSI Pratap Singh mengatakan, kehadiran VAR membantu wasit dalam mengambil keputusan pada sejumlah insiden penting yang berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan.

“Karena kinerja wasit di lapangan sudah terbantu oleh penerapan VAR, keputusan yang salah berkurang signifikan hingga hanya delapan persen,” kata Pratap Singh dalam acara Refereeing Workshop for Media di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Menurut Pratap, data tersebut terlihat dari evaluasi kompetisi kasta tertinggi dan kasta kedua pada musim 2025/2026. PSSI melakukan penilaian terhadap berbagai insiden kunci yang terjadi selama pertandingan.

Pada kompetisi Super League musim 2025/2026, yang memainkan total 306 pertandingan, tercatat 346 insiden kunci atau keputusan besar yang berpotensi mengubah hasil akhir pertandingan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 314 keputusan dinyatakan tepat. Keputusan tersebut dihasilkan melalui keputusan wasit secara langsung di lapangan maupun setelah adanya intervensi VAR.

Dalam sejumlah kejadian, wasit juga mengambil keputusan yang tepat setelah mendapatkan rekomendasi dari VAR untuk melakukan peninjauan terhadap insiden tertentu.

BACA JUGA  5.439 Suporter Indonesia Saksikan Keperkasaan Garuda Gulung Brunei 7-0

Data tersebut menunjukkan peran VAR semakin penting dalam membantu perangkat pertandingan memastikan keputusan yang diambil sesuai dengan situasi yang terjadi di lapangan.

Sementara itu, evaluasi juga dilakukan terhadap kompetisi Championship musim 2025/2026. Kompetisi kasta kedua tersebut memainkan 273 pertandingan dengan 331 insiden kunci yang menjadi objek evaluasi.

Dari 331 insiden tersebut, sebanyak 305 keputusan dinilai benar, sedangkan 26 keputusan dinyatakan tidak tepat.

Pratap mengatakan, secara keseluruhan data tersebut memperlihatkan tingkat akurasi keputusan wasit yang sudah didukung teknologi VAR berada di kisaran 92 persen.

“Jadi, itu merupakan angka yang cukup besar, di mana keputusan yang benar sekira 92 persen,” ujarnya.

Meski tingkat keputusan yang dinilai tepat cukup tinggi, Departemen Wasit PSSI tidak ingin mengabaikan sekitar delapan persen keputusan yang masih dinilai salah.

Menurut Pratap, setiap kesalahan keputusan dalam pertandingan tetap menjadi perhatian serius karena dapat memberikan dampak terhadap jalannya pertandingan. Terlebih, kesalahan pada insiden tertentu berpotensi memengaruhi hasil akhir sebuah laga.

Karena itu, PSSI akan menjadikan data tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

BACA JUGA  Liga Primer Inggris: MU Keok di Kandang West Ham dengan Skor 0-2

Evaluasi dilakukan dengan melihat berbagai insiden yang terjadi selama pertandingan. Departemen Wasit PSSI akan menganalisis penyebab kesalahan dan mencari langkah perbaikan agar kualitas pengambilan keputusan perangkat pertandingan semakin meningkat.

Menurut Pratap, penggunaan VAR bukan berarti seluruh kemungkinan kesalahan dalam pertandingan dapat dihilangkan secara otomatis. Teknologi tersebut tetap menjadi alat bantu bagi wasit dalam mengambil keputusan berdasarkan insiden yang terjadi.

Karena itu, kemampuan wasit dalam memahami aturan permainan, membaca situasi pertandingan, menjaga posisi serta berkomunikasi dengan tim VAR tetap menjadi faktor penting.

Departemen Wasit PSSI juga akan terus meningkatkan proses evaluasi terhadap kinerja wasit. Berbagai insiden yang dinilai kontroversial maupun keputusan yang tidak tepat akan dipelajari untuk menjadi bahan pembinaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsistensi wasit dalam mengambil keputusan, sekaligus memperkuat kualitas kompetisi sepak bola Indonesia.

Pratap menegaskan, target Departemen Wasit PSSI tidak berhenti pada tingkat akurasi 92 persen. PSSI menginginkan kualitas keputusan yang semakin mendekati standar maksimal.

“Perhatian besar kami adalah pada angka-angka merah atau keputusan yang salah,” katanya.

Ia menyebut ekspektasi PSSI terhadap kinerja wasit yang telah menggunakan VAR adalah mencapai tingkat keputusan benar hingga 100 persen.

BACA JUGA  Singkirkan Fulham, Liverpool Tantang Chelsea di Final Piala Inggris

Target tersebut menjadi tantangan bagi Departemen Wasit PSSI untuk terus memperbaiki kualitas perangkat pertandingan. Evaluasi terhadap delapan persen keputusan yang masih salah akan menjadi salah satu fokus utama dalam pembinaan wasit.

Dengan pemanfaatan teknologi VAR yang semakin berkembang, PSSI berharap kualitas pengambilan keputusan dalam pertandingan dapat terus meningkat.

Teknologi tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi kesalahan, tetapi juga membantu menciptakan pertandingan yang lebih adil dan kredibel.

Penerapan VAR pada kompetisi sepak bola Indonesia pun akan terus dievaluasi seiring perkembangan kompetisi.

PSSI menilai perpaduan antara teknologi, kemampuan wasit, evaluasi rutin dan peningkatan kompetensi menjadi kunci untuk mencapai standar perwasitan yang lebih tinggi. (09/AGF).