Ngatino Bertemu KONI Pusat, Bahas Program KBI 2026-2030

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyerahkan SK kepada Ngatino sebagai Ketua Umum PP KBI masa bakti 2026-2030 di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026). (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI) menemui Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Audiensi tersebut digelar setelah PP KBI melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) pada Juli 2026. Pertemuan menjadi momentum bagi jajaran pengurus untuk melaporkan hasil Munas sekaligus memaparkan sejumlah program kerja yang akan menjadi prioritas kepengurusan periode 2026-2030.

Dalam Munas tersebut, Ngatino kembali dipercaya memimpin PP KBI sebagai Ketua Umum untuk masa bakti 2026-2030. Posisi tersebut sekaligus membuat Ngatino melanjutkan kepemimpinannya untuk periode ketiga.

Jajaran PP KBI menyampaikan bahwa masa jabatan ketiga tersebut diperbolehkan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KBI. Selain itu, pelaksanaan Munas telah memenuhi ketentuan dan persyaratan organisasi.

KONI Pusat menyambut baik hasil Munas PP KBI. Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman berharap kepengurusan baru dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus prestasi atlet Kick Boxing Indonesia.

Menurut Marciano, kick boxing memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia. Cabang olahraga tersebut juga dinilai memiliki daya tarik yang kuat di tengah masyarakat sehingga perlu diikuti dengan sistem pembinaan yang berkelanjutan.

BACA JUGA  KONI Buka Turnamen Internasional Petanque Bola Baja Cup

“Cabang olahraga Kick Boxing ini memiliki potensi yang besar dan sangat diminati oleh masyarakat. Keberhasilan Munas lalu merupakan salah satu langkah dan semangat baru bagi Kick Boxing untuk kembali menorehkan prestasi membanggakan untuk Indonesia,” ungkap Marciano.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyerahkan SK kepada Ngatino sebagai Ketua Umum PP KBI masa bakti 2026-2030 di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026). (Foto: IST/SP).

Marciano juga mendorong PP KBI memperkuat upaya pencarian dan pembinaan atlet muda. Menurutnya, perluasan sosialisasi dan kerja sama menjadi bagian penting untuk menemukan bibit atlet potensial dari berbagai daerah.

“Dalam menjaring bibit atlet, PP KBI harus melakukan sosialisasi sekaligus menjalin kerja sama agar program pembinaan dapat terus berjalan. Ke depan saya berharap Kick Boxing Indonesia mampu meraih prestasi membanggakan di kancah dunia,” sambungnya.

Perkembangan kick boxing di Indonesia menunjukkan tren positif. Saat ini, organisasi KBI telah tersebar di 33 provinsi. Kondisi tersebut menjadi modal bagi kepengurusan periode 2026-2030 untuk memperluas pembinaan dan memperbanyak basis atlet potensial.

Dengan jaringan yang semakin luas, PP KBI memiliki peluang untuk mengidentifikasi atlet berbakat sejak usia dini. Pembinaan di daerah juga diharapkan dapat menghasilkan atlet yang memiliki kemampuan kompetitif untuk menghadapi kejuaraan nasional maupun internasional.

BACA JUGA  KONI Apresiasi Perpres Penghargaan Olahraga 2026

Ketua Umum PP KBI Ngatino mengatakan audiensi dengan KONI Pusat juga menjadi bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada KBI selama ini.

“Kedatangan kami ke KONI ini ingin memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi karena KONI terus mendukung PP KBI. Selain itu, kami juga melaporkan beberapa program pasca Munas lalu,” ujar Ngatino.

Ia menegaskan bahwa amanah untuk memimpin PP KBI periode 2026-2030 akan dijalankan dengan komitmen untuk membawa organisasi semakin maju. Peningkatan pembinaan atlet menjadi salah satu fokus utama kepengurusan baru.

“Kami berharap amanah kali ini bisa kami jalankan untuk membawa Kick Boxing Indonesia semakin maju dan berprestasi,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, PP KBI juga memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan selama masa kepengurusan 2026-2030. Salah satu agenda terdekat adalah pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Selain Kejurnas, PP KBI juga menyiapkan Campus League sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan dan menjaring atlet dari kalangan mahasiswa.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah kompetisi sekaligus sarana menemukan talenta-talenta baru yang memiliki potensi untuk dikembangkan ke jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Audiensi PP KBI dan KONI Pusat kemudian ditutup dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman kepada Ngatino sebagai Ketua Umum PP KBI masa bakti 2026-2030.

BACA JUGA  Ketua Umum KONI Pusat Lantik dan Kukuhkan Pengurus Besar Ferkushi 2023-2027

Penyerahan SK tersebut menjadi penanda dimulainya periode kepengurusan baru PP KBI secara resmi. Dengan legitimasi organisasi tersebut, PP KBI selanjutnya akan menjalankan berbagai program yang telah disiapkan untuk empat tahun ke depan.

Kepengurusan PP KBI periode 2026-2030 berkomitmen memperkuat sistem pembinaan atlet dari tingkat daerah hingga nasional. Perluasan kompetisi, pencarian bibit muda, serta peningkatan kualitas pembinaan menjadi langkah yang disiapkan untuk meningkatkan daya saing atlet Indonesia.

Dengan dukungan KONI Pusat dan jaringan organisasi yang telah tersebar di 33 provinsi, PP KBI menargetkan lahirnya lebih banyak atlet berprestasi.

Para atlet tersebut diharapkan mampu bersaing sekaligus mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang kick boxing tingkat internasional. (09/AGF).