PTPN IV Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal di Kebun Bah Jambi Simalungun

Avatar photo
PTPN IV Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal di Kebun Bah Jambi Simalungun
Foto: Dok. PTPN IV

SIMALUNGUN-SUMUT, SUDUTPANDANG.ID – PTPN IV Regional 2 menyerap lebih dari 500 tenaga kerja lokal dari total 612 karyawan di Kebun Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu kontribusi ekonomi perkebunan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional, selain melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Jumlah tersebut mencapai sekitar 80 persen dari total 612 karyawan yang bekerja di Kebun Bah Jambi. Para pekerja berasal dari desa-desa di sekitar wilayah operasional perkebunan yang berada di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi dan Kecamatan Tanah Jawa.

Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2 Muhammad Ridho Nasution mengatakan, penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu kontribusi ekonomi perusahaan bagi masyarakat sekitar.

“Kontribusi Kebun Bah Jambi terhadap masyarakat tidak hanya terlihat dari program TJSL. Ada lebih dari 500 warga lokal yang bekerja di kebun dan memperoleh penghasilan dari aktivitas operasional, sehingga manfaat ekonominya ikut berputar di lingkungan masyarakat sekitar,” ujar Ridho dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (1/9/2026).

BACA JUGA  Peduli Lingkungan, PTPN IV PalmCo Tanam 76.555 Pohon dalam Tiga Tahun

Menurut Ridho, pendapatan yang diterima pekerja turut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi rumah tangga dan masyarakat di sekitar perkebunan.

Selain melalui penyerapan tenaga kerja, kontribusi perusahaan dilakukan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Program tersebut mencakup dukungan terhadap fasilitas tempat ibadah dan fasilitas umum, kegiatan penghijauan, serta bantuan untuk mendukung usaha masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami berupaya agar program TJSL benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar Kebun Bah Jambi,” kata Ridho, Selasa (1/9/2026).

Pada 2024, salah satu program TJSL yang direalisasikan berupa pembangunan tempat parkir dan pemasangan keramik di Masjid Zahra Al Mukhlisin.

Program tersebut kembali dilaksanakan pada 2025 melalui pembangunan fasilitas tempat ibadah, pemberian bibit ikan, dan kegiatan penghijauan.

Sementara pada 2026, Kebun Bah Jambi memberikan dukungan berupa sarana dan alat produksi kepada Koperasi Produsen Pandai Besi Tanah Jawa Simalungun.

Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi.

“Penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu hal yang penting. Ketika usaha masyarakat berkembang, manfaatnya akan kembali kepada keluarga dan lingkungan tempat mereka menjalankan kegiatan usaha,” ujar Ridho.

BACA JUGA  Jelang Idul Adha, Karyawan Muslim PTPN IV PalmCo Himpun 1.713 Hewan Kurban untuk Warga dan Korban Banjir

Selain Kebun Bah Jambi, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Bah Jambi juga menjalankan program TJSL bagi masyarakat sekitar.

PTPN IV Regional 2 menyebutkan, jika bantuan yang disalurkan melalui kedua unit tersebut digabungkan, nilainya hampir mencapai Rp 400 juta.

Sejarah Kebun Bah Jambi

Kebun Bah Jambi memiliki sejarah panjang sebelum berada dalam struktur PTPN IV seperti saat ini. Berdasarkan catatan sejarah unit usaha, kawasan perkebunan tersebut pada awalnya dikelola perusahaan swasta Belanda, NV Handels Vereeniging Amsterdam (HVA). Komoditas yang dikembangkan ketika itu adalah sisal atau Agave sisalana.

Pengelolaan perkebunan berubah setelah pemerintah mengambil alih aset tersebut pada 2 Mei 1959 berdasarkan Peraturan Nomor 19 Tahun 1959.

Sejak nasionalisasi, pengelolaan Kebun Bah Jambi secara bertahap masuk ke dalam sistem perusahaan perkebunan negara. Perubahan kelembagaan kemudian berlangsung hingga pada 1996 kebun tersebut menjadi bagian dari PTPN IV.

Transformasi kelembagaan kembali berlangsung pada 2014–2015 ketika Kementerian BUMN menunjuk PTPN III (Persero) sebagai induk Holding Perkebunan Nusantara.

BACA JUGA  Hilirisasi Tahap II Dimulai, PTPN IV PalmCo Bangun Industri Sawit Terpadu di Sei Mangkei

Selanjutnya, pada 2023 dibentuk Subholding PalmCo dengan PTPN IV sebagai induknya. Dalam struktur tersebut, Kebun Bah Jambi kini menjadi salah satu unit usaha PTPN IV Regional 2.

Ridho menambahkan, aktivitas perkebunan berjalan berdampingan dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Bagi PTPN IV Regional 2, masyarakat sekitar merupakan bagian penting. Karena itu kami berupaya agar manfaat perusahaan dapat dirasakan oleh warga, baik melalui kesempatan kerja maupun dukungan seperti fasilitas umum,” kata Ridho.(red)