Sumardji Minta Timnas Bermental Baja Hadapi Vietnam

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji meminta Timnas Indonesia tampil dengan mental baja saat menghadapi Vietnam di ASEAN Hyundai Cup 2026. (Foto: AGF/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, meminta Timnas Indonesia mempersiapkan mental sebaik mungkin menjelang pertandingan melawan Vietnam pada fase Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026.

Menurutnya, selain kualitas teknik dan fisik, kekuatan mental akan menjadi faktor penting untuk menghadapi permainan Vietnam yang selama ini dikenal mampu memberikan tekanan kepada lawan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sumardji dalam forum Water Break PSSI Pers di Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026), menjelang dimulainya ASEAN Hyundai Cup 2026 yang akan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.

Dalam turnamen tersebut, Indonesia dijadwalkan menghadapi Vietnam pada laga ketiga fase grup yang akan digelar di Stadion Pakansari, Bogor, pada 3 Agustus 2026.

Menurut Sumardji, Vietnam merupakan salah satu lawan terkuat yang harus dihadapi Indonesia di Grup A. Karena itu, ia meminta seluruh pemain mampu menjaga fokus dan tidak mudah terpancing permainan lawan, baik di dalam maupun di luar pertandingan.

“Kita tahu bagaimana Vietnam sering mencoba membuat kita terprovokasi, membuat kita lemah, baik secara fisik maupun mental,” ujar Sumardji.

Ia menilai pengalaman menghadapi Vietnam dalam berbagai turnamen Asia Tenggara menunjukkan bahwa pertandingan tidak hanya berlangsung dalam aspek teknis, tetapi juga melibatkan perang psikologis yang dapat memengaruhi performa pemain.

BACA JUGA  Asahan Berdoa untuk Aremania dan Sepak Bola Indonesia

“Mungkin fisik kita bagus, tetapi mental kita sering kalah. Saya sudah cukup lama mendampingi tim di turnamen Asia Tenggara, jadi saya tahu bagaimana cara mereka bermain,” katanya.

Karena itu, Sumardji mengaku terus berkoordinasi dengan tim pelatih yang dipimpin John Herdman agar para pemain dibekali kesiapan mental yang lebih matang sebelum menghadapi Vietnam.

Menurutnya, berbagai pendekatan telah disiapkan untuk meminimalkan dampak provokasi yang berpotensi mengganggu konsentrasi pemain selama pertandingan berlangsung.

“Karena itu saya selalu berdiskusi dengan tim pelatih agar cara-cara Vietnam yang selama ini dipakai untuk melemahkan mental kita bisa diminimalisir. Kita harus lebih kuat secara mental,” ujarnya.

Selain aspek mental, Sumardji juga menilai kualitas permainan Timnas Indonesia saat ini terus mengalami perkembangan. Dengan kombinasi pemain dari kompetisi domestik dan sejumlah pemain diaspora, ia optimistis Skuad Garuda memiliki kemampuan untuk bersaing dengan seluruh peserta ASEAN Hyundai Cup 2026.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan kualitas teknis harus diimbangi dengan kedewasaan dalam menghadapi tekanan pertandingan, terutama saat menghadapi tim-tim yang memiliki pengalaman besar di level Asia Tenggara.

Secara statistik, Indonesia dan Vietnam telah bertemu sebanyak 31 kali di berbagai ajang internasional. Dalam catatan tersebut, Timnas Indonesia sedikit lebih unggul dengan meraih 11 kemenangan, sembilan kekalahan, dan 11 pertandingan lainnya berakhir imbang.

BACA JUGA  Erick Thohir Apresiasi LIB, Terbaru Rekrut Jebolan J- League untuk Benahi Liga Indonesia

Dalam dua tahun terakhir, Indonesia juga mencatatkan hasil positif dengan memenangi tiga dari empat pertemuan melawan Vietnam.

Sementara itu, pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Piala AFF 2024. Saat itu, Timnas Indonesia yang diperkuat banyak pemain muda harus mengakui keunggulan Vietnam setelah kalah tipis 0-1 dalam pertandingan yang sekaligus menjadi laga terakhir Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi bagi tim pelatih dalam mempersiapkan strategi menghadapi Vietnam pada edisi ASEAN Hyundai Cup 2026.

Selain Vietnam, Sumardji juga mengingatkan agar Timnas Indonesia tidak meremehkan kekuatan Kamboja yang akan menjadi lawan pertama di fase grup.

Menurutnya, perkembangan sepak bola Kamboja dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan sehingga seluruh pemain harus tetap menjaga kewaspadaan sejak pertandingan pembuka.

“Sekarang Kamboja sudah jauh berkembang dibanding beberapa tahun lalu,” katanya.

Pada ASEAN Hyundai Cup 2026, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste. Sesuai format kompetisi, setiap tim akan menjalani dua pertandingan kandang dan dua pertandingan tandang pada babak penyisihan grup.

Timnas Indonesia dijadwalkan membuka perjuangan dengan menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari pada 27 Juli sebelum melawan Vietnam pada 3 Agustus.

BACA JUGA  Laga Perdana di Piala Asia, Jepang Tekuk Vietnam 4-2

PSSI menargetkan Timnas Indonesia mampu meraih gelar ASEAN Hyundai Cup untuk pertama kalinya setelah enam kali menjadi finalis tanpa pernah berhasil mengangkat trofi.

Untuk mewujudkan target tersebut, federasi telah menyiapkan program pemusatan latihan di Bali serta melakukan seleksi pemain secara bertahap di bawah arahan pelatih John Herdman.

Sumardji berharap seluruh pemain dapat menjalankan program latihan dengan disiplin dan menjaga fokus selama turnamen berlangsung. Ia menilai keberhasilan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kualitas permainan, tetapi juga oleh kemampuan tim mengendalikan emosi dan mempertahankan mental bertanding di setiap laga.

Dengan persiapan yang semakin matang dan pengalaman menghadapi lawan-lawan kuat di kawasan Asia Tenggara, PSSI optimistis Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk melangkah jauh sekaligus mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara ASEAN Hyundai Cup. (09/AGF).