ASAHAN – SUMUT | SUDUTPANDANG.ID – Camat Sei Kepayang Barat, Rahmad Hidayat Dalimunthe, S.H., menghadiri Haul ke-25 Allahuyarham Syekh H. Mustafa BS. Rokan yang digelar di Persulukan/Pondok Pesantren Syekh Abu Shoghir. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama sekaligus memperkuat silaturahmi dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Kehadiran Camat Sei Kepayang Barat dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan Syekh H. Mustafa BS. Rokan dalam mengabdikan diri untuk syiar Islam. Momentum haul juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat agar tidak hanya mengenang sosok ulama, tetapi turut menerapkan nilai keteladanan yang diwariskan dalam kehidupan sehari-hari.
Rahmad Hidayat mengatakan, perjuangan dan pengabdian ulama memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat. Ilmu agama, akhlak, serta kepedulian sosial yang diajarkan para ulama dinilai perlu terus dijaga agar tidak berhenti pada generasi sebelumnya.
Menurutnya, peringatan Haul ke-25 Syekh H. Mustafa BS. Rokan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengingat berbagai nilai kebaikan yang telah diwariskan. Nilai tersebut antara lain ketekunan dalam menuntut dan mengajarkan ilmu, menjaga hubungan antarsesama, serta membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan akhlakul karimah.
“Kita jangan hanya mengenang sejarah dan perjuangan beliau, tetapi juga harus mampu meneladani nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rahmad.
Ia menilai kegiatan keagamaan seperti haul memiliki peran strategis dalam mempererat tali silaturahmi. Pertemuan antara ulama, tokoh masyarakat, pemerintah, dan warga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus membangun rasa persaudaraan.
Rahmad juga mengingatkan pentingnya meneruskan keteladanan ulama kepada generasi muda. Menurut dia, generasi penerus membutuhkan fondasi keagamaan dan moral yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Warisan ilmu dan akhlakul karimah dari para ulama, lanjutnya, harus terus ditanamkan sejak dini. Hal tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan.
“Keteladanan, ilmu dan ajaran akhlakul karimah yang diwariskan ulama harus terus ditanamkan kepada generasi muda. Dengan begitu, pondasi keagamaan dan kepedulian sosial masyarakat tetap kuat,” katanya.
Selain menjadi momentum mengenang ulama, Haul ke-25 Syekh H. Mustafa BS. Rokan juga menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat Sei Kepayang Barat. Peringatan tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan serta mendorong masyarakat untuk terus menjaga nilai persaudaraan.
Pemerintah Kecamatan Sei Kepayang Barat, kata Rahmad, berkomitmen mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan sosial yang harmonis dan religius.
Rahmad berharap hubungan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan warga dapat terus terjalin dengan baik. Kolaborasi seluruh unsur tersebut dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif serta memperkuat kepedulian sosial.
“Kolaborasi antara pemerintah, ulama dan masyarakat harus terus dijaga. Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan kehidupan yang harmonis, religius dan penuh keberkahan,” tuturnya.
Peringatan Haul ke-25 Syekh H. Mustafa BS. Rokan menjadi pengingat bahwa perjuangan ulama tidak berhenti setelah wafatnya seorang tokoh. Nilai ilmu, keteladanan, dan pengabdian yang ditinggalkan dapat terus hidup apabila diteruskan oleh masyarakat dan generasi berikutnya.
Melalui momentum tersebut, masyarakat Sei Kepayang Barat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga warisan keagamaan sekaligus menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Keteladanan ulama menjadi salah satu modal penting dalam membangun masyarakat yang memiliki karakter, kepedulian, dan kehidupan sosial yang kuat. (MA/09)






