Sunan dan Noldi Optimistis Menang di Pattimura Big Fight 2026

Petinju Indonesia Sunan Agung Amoragam (kiri) berpose dengan petinju Thailand Nathha Phong Nuchap Hum (kanan), saat melakukan timbang badan untuk Pattimura International Big Fight 2026, di Jakarta, Kamis (28/5/2026). (Foto: ist/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Petinju Indonesia Sunan Agung Amoragam dan Noldi Manakane optimistis mampu meraih kemenangan saat tampil dalam ajang Pattimura International Big Fight 2026 yang digelar di Studio TVRI Pusat, Jakarta, Jumat (29/5/2026). Kedua petinju nasional itu akan menghadapi lawan tangguh asal Thailand dalam partai profesional yang diprediksi berlangsung sengit.

Ajang Pattimura International Big Fight 2026 menjadi salah satu momentum penting kebangkitan tinju profesional Indonesia. Turnamen tersebut menghadirkan duel internasional yang mempertemukan petinju nasional dengan atlet dari luar negeri, sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi para petinju Tanah Air untuk bersaing di level internasional.

Sunan Agung Amoragam dijadwalkan menghadapi petinju Thailand Nathha Phong Nuchap Hum dalam partai non-gelar internasional kelas super bantam 55,3 kilogram delapan ronde. Petinju yang merupakan peraih medali perunggu Asian Games 2018 itu mengaku sudah melakukan persiapan maksimal menjelang laga.

Sunan mengatakan dirinya telah mempelajari gaya bertarung lawannya melalui rekaman pertandingan sebelumnya. Ia pun yakin dapat mengatasi permainan petinju Thailand tersebut di atas ring.

“Saya sudah siap tempur menghadapi Nathha Phong dan sudah mempelajari gaya bertinjunya. Mudah-mudahan saya bisa mengatasinya,” ujar Sunan usai menjalani timbang badan di Studio TVRI Pusat, Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Meski optimistis, Sunan tetap mewaspadai pengalaman lawannya. Nathha Phong Nuchap Hum diketahui memiliki rekor profesional yang cukup baik dengan tujuh kemenangan, lima di antaranya diraih melalui knockout, serta delapan kekalahan.

BACA JUGA  MU vs Persib, Luis Milla: Laga yang Tak Mudah

Petinju asal Sasana HS Ciseeng Boxing Camp itu menilai lawannya memiliki pukulan keras dan pengalaman bertanding internasional yang tidak bisa dianggap remeh. Karena itu, ia berjanji tampil disiplin dan fokus demi mengamankan kemenangan bagi Indonesia.

Selain Sunan, harapan kemenangan Indonesia juga disematkan kepada Noldi Manakane. Petinju dari Sasana Kemang Fight Gym tersebut akan menghadapi petinju Thailand Phirawat Phantong dalam pertarungan kelas bulu 57,1 kilogram delapan ronde.

Noldi mengaku percaya diri mampu mengatasi perlawanan Phirawat setelah melakukan persiapan matang bersama tim pelatih. Ia juga telah mempelajari rekaman pertandingan calon lawannya guna mencari kelemahan yang bisa dimanfaatkan saat duel berlangsung.

“Saya sudah mempelajari rekaman pertandingannya dan saya yakin bisa mengatasinya,” kata Noldi.

Pertandingan Pattimura International Big Fight 2026 mendapat perhatian besar dari kalangan pecinta tinju nasional. Selain menghadirkan laga profesional, ajang tersebut juga mempertandingkan duel tinju amatir yang melibatkan sejumlah petinju muda potensial Indonesia.

Promotor Pattimura International Big Fight 2026, Nikolas Johan Kilikily, mengatakan turnamen ini menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali atmosfer tinju profesional Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir minim pertandingan internasional.

Menurut Nikolas, kehadiran petinju luar negeri menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding di level internasional.

BACA JUGA  Evaluasi Nova untuk Duo Ganda Campuran

“Kami sudah lama tidak menggelar pertandingan tinju profesional yang melibatkan petinju luar negeri. Ini merupakan ajang terbesar tahun 2026 dan saya berharap Sunan serta Noldi bisa mengalahkan petinju Thailand,” ujar Nikolas.

Ia menjelaskan, kejuaraan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Pattimura ke-209. Selain itu, ajang tersebut juga menjadi bentuk penghormatan kepada legenda tinju Indonesia asal Maluku, Ellyas Pical.

Nikolas menyebut Ellyas Pical sebagai sosok penting dalam sejarah tinju nasional karena menjadi petinju profesional Indonesia pertama yang berhasil merebut gelar juara dunia IBF. Oleh sebab itu, pihaknya merasa terpanggil untuk terus menghadirkan event tinju profesional demi membuka jalan bagi generasi muda Indonesia menembus persaingan dunia.

“Kami menyebut Ellyas Pical sebagai Kapitan Pattimura di bidang olahraga. Karena itu saya merasa terpanggil untuk menyukseskan ajang ini,” tambahnya.

Selain dua partai internasional yang menampilkan Sunan dan Noldi, Pattimura International Big Fight 2026 juga menghadirkan sejumlah laga profesional lainnya. Iwan Kei Ngabalin akan menghadapi Kristian Malindo Rihi Rodjo pada kelas ringan 61,2 kilogram, sementara Refly Manakane bertarung melawan Albert Mondome di kelas super bantam 55,3 kilogram.

Pada kategori amatir, pertandingan akan mempertemukan Reza Midun melawan Mathius Enoni Talambanua di kelas welter ringan 67 kilogram. Selain itu, Aimar Kopong bertemu Duta Fadillah Simatupang di kelas ringan 60 kilogram, Waldemer Hengst menghadapi Adhis Pryanto di kelas layang 51 kilogram, serta Novi Sahuleka melawan Yeremias pada kelas terbang 54 kilogram.

BACA JUGA  Arsenal Merobek Gawang West Ham United 6-0

Pattimura International Big Fight 2026 diharapkan menjadi titik awal kebangkitan tinju Indonesia sekaligus membuka peluang lahirnya petinju-petinju baru yang mampu bersaing di panggung dunia. (09/AGF).

Berikut susunan partai Pattimura International Big Fight 2026:

Partai profesional
1. Kelas super bantam 55,3 kg: Sunan Agung Amoragam vs Nathha Phong Nuchap Hum.

2. Kelas bulu 57,1 kg: Noldi Manakane vs Phirawat Phantong.

3. Kelas ringan 61,2 kg: Iwan Kei Ngabalin vs Kristian Malindo Rihi Rodjo.

4. Kelas super bantam 55,3 kg: Refly Manakane vs Albert Mondome.

Partai amatir
1. Kelas welter ringan 67 kg: Reza Midun vs Mathius Enoni Talambanua.

2. Kelas ringan 60 kg: Aimar Kopong vs Duta Fadillah Simatupang.

3. Kelas layang 51 kg: Waldemer Hengst vs Adhis Pryanto.

4. Kelas terbang 54 kg: Novi Sahuleka vs Yeremias.