Hemmen

Tari Kolosal “Gandrung Sewu” Pintu Masuk Wisata Banyuwangi “Go International”

Pergelaran tarian kolosal "Gandrung Sewu" di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sabtu (16/9/2023) FOTO:dok.Ant

BANYUWANGI, JATIM, SUDUTPANDANG.ID – Ajang tari kolosal “Gandrung Sewu” diyakini bisa menjadi pintu masuk mengenalkan wisata Banyuwangi “Go International” atau berskala internasional, setelah terlebih sudah masuk dalam kalender event pariwisata nasional, kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Banyuwangi, Ahad (17/9/2023) disebutkan Khofifah mengatakan Festival Gandrung Sewu yang menjadi acara tahunan itu sangat menarik dan sarat akan pelestarian budaya di Jatim.

Kemenkumham Bali

“Saya rasa kharisma event nasional ‘Gandrung Sewu’ kali ini akan menjadi pintu pembuka, bagaimana budaya Banyuwangi bisa tampil di berbagai pentas-pentas budaya internasional. Selamat kepada seluruh warga Banyuwangi,” katanya.

Menurut dia, Gandrung Sewu mampu meningkatkan produktivitas masyarakat baik di sektor seni, budaya maupun ekonomi, dan terbukti sejak digelar pertama kali pada 17 November 2012 festival ini selalu menarik ribuan pengunjung, dan tidak hanya wisatawan lokal dan nasional, tetapi juga internasional.

BACA JUGA  Depnaker AS: September 2023, Pengangguran Capai 3,8 Persen

“Festival ini menjadi penguat Kabupaten Banyuwangi dalam berbagai event. Tidak hanya budaya, tetapi juga ekonominya tumbuh, kreativitasnya tumbuh, produktivitasnya juga makin meningkat. Dan mudah-mudahan masyarakatnya semakin sejahtera,” katanya.

Khofifah berharap Gandrung Sewu dapat menjadi sarana dalam melestarikan budaya dan regenerasi pelaku seni, terutama bagi generasi muda dan seluruh masyarakat Banyuwangi.

Dengan demikian, eksistensinya dapat terus dijaga seiring dengan upaya Pemkab Banyuwangi terus maju dan mensejahterakan masyarakatnya.

“Mudah-mudahan sentuhan budaya, sentuhan seni yang terus tumbuh dan berkembang di Banyuwangi ini akan terus seiring dengan tugas-tugas teknokratik, tugas-tugas profesional, yang menjadi bagian dari upaya pengembangan Banyuwangi terus berkibar,” katanya.

Gandrung Sewu Banyuwangi tahun 2023 ini turut dimeriahkan airshow TNI AU Pelangi Nusantara.

Atraksi ini menampilkan berbagai pesawat seperti Jupiter Aerobatic Team, Fly Past Pesawat Tempur, Joy Flight, serta olahraga dirgantara seperti terjun payung, paramotor, dan trike.

BACA JUGA  Usai Santap Makanan Berkat Pengajian, Puluhan Warga di Jombang Mual-Muntah

“Ini patut kita apresiasi. Hal ini menjadi satu ikhtiar dari Ibu Bupati bisa mendatangkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, sekaligus bisa menghadirkan flying pass itu tidak mudah di kabupaten dan kota termasuk di provinsi. Selamat untuk Ibu Bupati,” kata Khofifah.

Festival Gandrung Sewu 2023 di Pantai Boom Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu (16/9) itu diikuti 1.200 penari dan 150 orang pendukung menjadi agenda tahunan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandini menyampaikan bahwa Gandrung Sewu merupakan bagian dari ratusan gelaran yang ada dalam Banyuwangi Festival.

Ia menyebut pergelaran Gandrung Sewu adalah ruang bagi anak-anak Banyuwangi untuk mencintai budayanya.

“Betapa seni adalah bahasa universal yang mampu memvisualkan nilai-nilai kebaikan dan kebajikan dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi dengan cara yang indah dan menyentuh hati sekaligus mengokohkan persatuan dan membangkitkan semangat kebersamaan,” katanya.

BACA JUGA  Dansatgas TMMD Tinjau Progres Pembangunan RTLH

Festival Gandrung Sewu 2023 kali ini juga dimeriahkan dengan tarian Barong, kucingan dan Jakripah, penampilan 15 peterjun pembawa bendera, flypast 4 pesawat tempur EMB-314 Super Tonaco dan Flypast 3 pesawat tempur T-50i Golden Eagle.

Tahun ini Gandrung Sewu mengangkat tema “Omprog The Glory of Art” yang bermakna ungkapan sikap pengendalian diri terhadap ilusi keberadaan, atau eksistensi dalam menjalani kehidupan penari gandrung yang harus terjaga dalam kondisi kesadaran penuh. (02/Ant)

 

Ucapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H DPP Mahasi