LEBAK-BANTEN, SUDUTPANDANG.ID – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 memicu perubahan pola konsumsi bahan bakar di Kabupaten Lebak, Banten. Banyak pengendara kini beralih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) Subsidi jenis Pertalite untuk menekan biaya pengeluaran harian.
Pantauan Sudutpandang.id di salah satu SPBU di Rangkasbitung, Minggu (14/6/2026), menunjukkan antrean kendaraan mengular di jalur pengisian Pertalite. Sementara itu, dispenser Pertamax terlihat relatif lebih lengang dibandingkan sebelumnya.
Perubahan ini terjadi tak lama setelah pengumuman kenaikan harga yang mencapai hampir Rp4.000 per liter. Kondisi tersebut langsung berdampak pada pilihan masyarakat, khususnya pengguna kendaraan roda dua.
Ramdani (32), salah satu pengendara sepeda motor, mengaku tidak lagi mampu bertahan menggunakan Pertamax setelah kenaikan harga tersebut.
“Saya hampir setiap hari pakai motor. Kalau tetap isi Pertamax, pengeluaran pasti lebih besar. Jadi terpaksa pindah ke Pertalite supaya lebih hemat,” ujar Ramdani.
Ia menambahkan, meski Pertamax dinilai lebih baik untuk performa mesin, faktor harga menjadi pertimbangan utama di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Kalau naik sampai Rp4.000 per liter tentu memberatkan, apalagi penghasilan saya pas-pasan,” katanya.(A. Sutisna/01)










