TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, menggandeng Forum Kader Posyandu (FKP) Kabupaten Tangerang dan pengembang Lippo Karawaci untuk menekan angka stunting di Kecamatan Curug dan Kelapa Dua.
Kolaborasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, gizi, serta tumbuh kembang anak.
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengatakan, Pemkab Tangerang mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, Forum Kader Posyandu, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Hal itu disampaikan Intan saat menghadiri kegiatan Program Kerja Sama Forum Kader Posyandu Kabupaten Tangerang bersama Yayasan Sahabat Keluarga Lippo Karawaci di Curug, Rabu (12/8/2026).
“Setiap anak yang tumbuh sehat, setiap orang tua yang mendapatkan edukasi, dan setiap masalah kesehatan yang dapat dideteksi lebih awal merupakan bagian dari kontribusi besar para kader dalam membangun masa depan Kabupaten Tangerang,” kata Intan.
Intan mengatakan, para kader Posyandu tidak perlu menganggap pengabdian yang dilakukan sebagai pekerjaan kecil, terutama dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis yang tidak hanya sebatas memberikan pelayanan kesehatan.
Posyandu juga menjadi tempat untuk memantau tumbuh kembang anak, mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, memberikan edukasi kepada orang tua, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi dan pola hidup sehat.
“Jangan pernah merasa pengabdian yang dilakukan adalah pekerjaan kecil, apalagi terkait masalah kesehatan,” ujarnya.
792 Anak Terindikasi Stunting
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang per Juli 2026, terdapat ratusan anak yang terindikasi stunting di Kecamatan Curug dan Kelapa Dua.
Di Kecamatan Curug tercatat 448 anak terindikasi stunting, sedangkan di Kecamatan Kelapa Dua terdapat 344 anak.
Intan mengatakan, Pemkab Tangerang terus mendorong berbagai langkah kolaboratif untuk menekan angka stunting.
Pemerintah daerah juga berupaya mencegah munculnya kasus baru dan memastikan anak yang telah terindikasi stunting dapat tumbuh serta berkembang secara optimal.
“Pemkab Tangerang tidak bisa bekerja sendirian. Kerja sama antara kader Posyandu, pihak swasta, pemerintah, dan masyarakat harus kuat. Dengan bergerak bersama, berbagai persoalan kesehatan masyarakat akan lebih mudah diatasi,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan kader Posyandu sangat penting karena mereka menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Pemkab Tangerang, kata Intan, akan terus memperluas cakupan program dan memperkuat kolaborasi untuk menekan angka stunting.
“Targetnya tentu stunting bisa turun sampai zero stunting dan kalau bisa tidak ada kasus baru,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Banten Muhammad Faizal, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Capt. Fikri Faiz, Director Governance and Relationship TMD LippoLand, Ketua Forum Bidan Kabupaten Tangerang Adhe, Sekretaris Kecamatan Curug beserta jajaran Forkopimcam Curug, serta para kader Posyandu dan masyarakat.(WAR)










