PERBASI Gelar Workshop Pelatih Basket 3×3 di Batam

DPP PERBASI bekerja sama dengan Kemenpora dan FIBA Indonesia menggelar Workshop Pelatih Bola Basket 3x3 di Batam pada 21–26 Juli 2026. (Foto: IST/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP PERBASI) terus memperkuat pembinaan bola basket 3×3 nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta didukung FIBA Indonesia, DPP PERBASI akan menggelar Workshop Pelatih Bola Basket 3×3 di Batam, Kepulauan Riau, pada 21–26 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi pelatih Indonesia agar mampu menerapkan metode kepelatihan yang sesuai dengan standar internasional sekaligus memperkuat fondasi pembinaan atlet basket 3×3 di Tanah Air.

Workshop akan berlangsung di tiga lokasi berbeda, yakni Harmoni One Convention Hotel, Hi-Test Arena Batam, dan Alun-Alun Engku Putri Batam.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan memperoleh materi teori, praktik di lapangan, hingga diskusi mengenai perkembangan terbaru bola basket 3×3 dunia.

Program ini menghadirkan dua pelatih internasional yang memiliki pengalaman panjang di level elite sebagai instruktur utama.

Mereka adalah Gilles Martin dari Swiss, mantan pebasket profesional 3×3 sekaligus mantan pelatih tim Laos, serta Karim Souchu dari Prancis yang saat ini dikenal sebagai pelatih Tim Nasional Basket 3×3 Prancis yang sukses membawa negaranya meraih medali perak pada ajang Olimpiade.

Kehadiran kedua instruktur tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan baru kepada pelatih Indonesia mengenai perkembangan strategi, teknik, hingga sistem pembinaan basket 3×3 yang diterapkan di tingkat dunia.

BACA JUGA  Ini Kata Rangnick, Soal Sikap Ronaldo di Laga Melawan Brentford

Ketua Badan 3×3 DPP PERBASI, Santiyani, mengatakan penyelenggaraan workshop merupakan hasil komunikasi antara DPP PERBASI dengan FIBA Indonesia yang memiliki visi sama untuk meningkatkan kualitas pelatih nasional.

Menurut perempuan yang akrab disapa Nanieksoer itu, peningkatan kompetensi pelatih menjadi salah satu aspek penting dalam membangun prestasi basket 3×3 Indonesia secara berkelanjutan.

“Pelatihan ini berawal dari pembicaraan DPP PERBASI dengan FIBA Indonesia guna meningkatkan kompetensi dan kapasitas pelatih bola basket 3×3 di Indonesia agar selaras dengan standar internasional yang kemudian mendapatkan respons positif karena sejalan dengan program Kemenpora,” ujar Santiyani.

Ia menjelaskan, keterlibatan Kemenpora menjadi bukti bahwa pengembangan kualitas pelatih merupakan bagian dari program nasional dalam meningkatkan daya saing olahraga Indonesia di level internasional.

Selain menghadirkan materi yang mengikuti perkembangan regulasi dan teknik terbaru FIBA, workshop juga menjadi wadah pertukaran pengalaman antara pelatih Indonesia dan instruktur internasional.

“Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan dua instruktur dari Fédération Internationale de Basketball (FIBA), yaitu Gilles Martin asal Swiss dan Karim Souchu dari Prancis,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai strategi permainan, tetapi juga pemahaman tentang metode latihan modern, pengembangan atlet usia muda, hingga manajemen tim pada kompetisi internasional.

Santiyani berharap seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) PERBASI di berbagai provinsi dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengirimkan pelatih-pelatih terbaik untuk mengikuti workshop.

BACA JUGA  Al Hilal Siap Boyong Lionel Messi dan Angel Di Maria

Menurutnya, kualitas pelatih akan sangat menentukan keberhasilan pembinaan atlet basket 3×3 di daerah yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan prestasi tim nasional.

“Berkenaan dengan hal tersebut, kami mohon agar DPD PERBASI Provinsi dapat segera menjaring, menyeleksi, dan mengirimkan rekomendasi calon pelatih terbaiknya demi mendukung peningkatan prestasi bola basket 3×3 nasional,” ujar Santiyani.

DPP PERBASI juga telah menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon peserta. Salah satu syarat utama adalah peserta harus merupakan warga negara Indonesia yang berstatus sebagai pelatih bola basket 3×3.

Selain itu, peserta diwajibkan memiliki lisensi kepelatihan basket 3×3 atau minimal lisensi kepelatihan yang ditetapkan oleh DPP PERBASI.

Calon peserta juga harus memperoleh surat rekomendasi resmi dari DPD PERBASI di daerah masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap proses seleksi.

“Persyaratan utamanya adalah peserta harus warga negara Indonesia dan berstatus sebagai pelatih bola basket 3×3 dengan ditunjukkan memiliki lisensi kepelatihan basket 3×3 atau minimal lisensi yang ditetapkan oleh DPP PERBASI serta mengantongi surat rekomendasi dari DPD PERBASI terkait,” jelas Santiyani.

Untuk menjaga efektivitas proses pembelajaran, jumlah peserta dibatasi hanya 48 orang.

Dengan kuota yang terbatas, setiap provinsi diharapkan mengirimkan pelatih yang benar-benar memiliki kompetensi dan komitmen untuk mengembangkan basket 3×3 di daerahnya.

BACA JUGA  Kemenpora Sempurnakan Regulasi Kepemudaan dan Keolahragaan

Workshop ini juga menjadi bagian dari langkah jangka panjang DPP PERBASI dalam memperkuat ekosistem basket 3×3 nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, cabang olahraga ini terus berkembang pesat dan telah menjadi salah satu nomor yang dipertandingkan pada berbagai ajang internasional, termasuk Olimpiade.

Karena itu, peningkatan kualitas pelatih dinilai sebagai investasi penting untuk mencetak atlet-atlet muda yang mampu bersaing di level Asia maupun dunia.

Melalui kolaborasi antara DPP PERBASI, Kemenpora, dan FIBA Indonesia, diharapkan lahir lebih banyak pelatih bersertifikat internasional yang mampu menerapkan metode latihan modern dan menghasilkan prestasi yang lebih baik bagi basket 3×3 Indonesia.

Dengan dukungan instruktur berpengalaman dari Swiss dan Prancis, Workshop Pelatih Bola Basket 3×3 di Batam diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kualitas pembinaan nasional sekaligus mempercepat langkah Indonesia menuju persaingan basket 3×3 tingkat dunia. (09/AGF).