Tundra Meliala Mundur, Dadang Rachmat Ditunjuk Jadi Plt Ketum AMKI Pusat

Tundra Meliala Mundur, Dadang Rachmat Ditunjuk Jadi Plt Ketum AMKI Pusat
Rapat Anggota AMKI Pusat di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/8/2026) malam. (Foto: Dok. Humas AMKI Pusat)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pengurus Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat menerima pengunduran diri Tundra Meliala dari jabatan Ketua Umum. Sekretaris Jenderal AMKI Pusat Dadang Rachmat kemudian ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum hingga digelarnya Rapat Anggota Luar Biasa (RALB).

Siaran pers AMKI Pusat, Rabu (12/8/2026) menyebutkan bahwa keputusan tersebut disampaikan dalam Rapat Anggota AMKI Pusat yang digelar di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa (11/8/2026) malam.

Rapat dipimpin Ketua Dewan Pengawas (Dewas) AMKI Pusat Marsekal Madya TNI (Purn.) Dede Rusamsi didampingi anggota Dewas Carrel Ticualu.

Berdasarkan notulen rapat, surat pengunduran diri Tundra Meliala telah diterima dan berlaku sejak Minggu (9/8/2026).

“Surat pengunduran diri saudara Tundra Meliala sebagai Ketua Umum AMKI Pusat telah kami terima dan disampaikan kepada Pengurus AMKI Pusat,” ujar Dede Rusamsi.

Dede mengatakan, Rapat Anggota digelar sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar sebagaimana tercantum dalam Akta Pendirian AMKI.

BACA JUGA  AMKI Sumsel Jalin Sinergi dengan Wabup Banyuasin untuk Konvergensi Media

Menurutnya, mekanisme tersebut merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan organisasi yang mengedepankan musyawarah, keterbukaan, dan kepatuhan terhadap aturan organisasi.

Untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan, rapat menetapkan Dadang Rachmat sebagai Plt Ketua Umum AMKI Pusat sampai RALB digelar.

RALB dijadwalkan berlangsung pada Rabu (19/8/2026). Rapat tersebut akan membahas keberlanjutan kepengurusan AMKI Pusat dan dapat diikuti anggota secara langsung maupun daring.

Pada kesempatan itu, Dadang mengimbau seluruh pengurus AMKI di daerah tetap menjalankan program kerja yang telah ditetapkan dan menjaga soliditas organisasi.

Pertanggungjawaban Keuangan Disorot

Selain pengunduran diri Tundra, Rapat Anggota juga membahas laporan pertanggungjawaban terkait pengelolaan keuangan organisasi, khususnya kegiatan AMKI Kartini Award 2026.

Bidang Humas AMKI Pusat Rendi Herdiana menambahkan, sebelum pengunduran diri Tundra, sejumlah anggota telah menyampaikan pandangan kepada Dewas terkait dinamika internal organisasi.

BACA JUGA  Kondisi Yusuf dan Persija Sedang Tak Ideal

Menurut Rendi, transparansi pengelolaan keuangan menjadi salah satu hal yang disoroti anggota.

Ia menyebut, laporan keuangan telah disampaikan setelah adanya permintaan dari anggota, tetapi masih terdapat sejumlah hal yang perlu dijelaskan.

“Dinamika itu hal biasa dalam organisasi. Namun, setelah AMKI Kartini Award 2026, kami melihat harmonisasi sudah tidak berjalan. Salah satu yang menjadi catatan adalah persoalan transparansi keuangan,” ungkap Rendi.

Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan pribadi anggota. Menurutnya, AMKI dibangun berdasarkan semangat kebersamaan dan gotong royong sehingga pengelolaan organisasi perlu dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Organisasi ini bukan perusahaan. Kami membangun organisasi dengan semangat gotong royong. Tetapi, kalau tidak ada transparansi, tentu akan sulit bagi anggota untuk menjalankan organisasi dengan baik,” ujarnya.

Rendi mengatakan, persoalan laporan keuangan selanjutnya dapat dibahas melalui mekanisme organisasi. Panitia kegiatan juga masih memiliki kesempatan untuk memberikan klarifikasi.

BACA JUGA  Purbaya: Harapan di Tengah Keretakan Anggaran 

Berdasarkan notulen, Rapat Anggota pada Selasa malam dihadiri unsur Pengurus Pusat AMKI dengan jumlah kehadiran yang disebut mencapai dua pertiga pengurus.

Sejumlah pengurus yang tercatat hadir antara lain Dadang Rachmat, Umi Sjarifah, Berman Nainggolan L. Radja, Rudi Sitompul, Rukmana, Victor, Simon Leo Siahaan dan Rendy Herdiana.(red)