Warga Amerika Serikat yang Sudah Divaksin Boleh Lepas Masker

  • Bagikan
Foto:dok.AP Photo

SUDUTPANDANG.ID – Pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengizinkan warganya untuk beraktivitas tanpa menggunakan masker. Namun, dengan syarat harus sudah melakukan vaksinasi Covid-19 secara penuh sesuai dengan syarat ditentukan merek vaksin yang digunakan di AS.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden AS Joe Biden melalui instagram resmi white house yang di unggah pada Jumat (14/5/2021).

“Vaxxed or masked,” ujar Biden dalam video boomerang di akun Instagram @whitehouse, Kamis (13/5/2021) waktu setempat.

BACA JUGA  Kasus Covid-19 Bertambah, DKI Jakarta Tertinggi

Gedung Putih juga menambahkan mengenai persyaratan bagi warga AS yang ingin bisa melakukan kegiatan tanpa menggunakan masker.

“Pilihan ada di tangan Anda. Divaksinasi atau kenakan masker sampai Anda melakukannya (vaksinasi),” tulis white house.

BACA JUGA  Setelah Raja Malaysia, Giliran Mahathir Mohamad Minta Muhyiddin Mundur

Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) melalui panduan kesehatan masyarakat terbarunya yang baru saja dirilis mengatakan ketentuan ini berlaku baik di dalam maupun luar ruangan.

Dalam panduan tersebut juga dijelaskan beberapa contoh di mana orang masih perlu memakai masker seperti di tempat perawatan kesehatan atau di bisnis yang memerlukannya.

Ketentuan ini juga berlaku bagi orang yang sudah mendapatkan dosis vaksin terakhirnya dua minggu atau lebih, diperkenankan tidak menggunakan masker.

BACA JUGA  Siap Hadapi China, Kapal Perang Amerika Sudah Tiba di Selat Taiwan

Hal ini disampaikan Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers. Orang yang divaksinasi penuh juga masih perlu memakai masker di tempat-tempat seperti pesawat, bus, kereta api, dan transportasi umum lainnya.

“Siapapun yang telah divaksinasi penuh dapat berpartisipasi dalam kegiatan di dalam dan luar ruangan, besar atau kecil, tanpa memakai masker atau menjaga jarak secara fisik,” kata Walensky.(red/rkm)

Sumber: CNBC

  • Bagikan

Comment