Alumni SMP PGRI 1 Tebas Kompak Hidupkan Sekolah Lewat Gotong Royong

Alumni SMP PGRI 1 Tebas
Ketua Yayasan SMP PGRI 1 Tebas, Urai Sumadi (tujuh dari kiri) saat menyerahkan bantuan seragam sekolah dari alumni SMP PGRI 1 Tebas kepada peserta didik kelas VII, Jumat (7/11/2025).(Foto: istimewa)

“Yang dilakukan para alumni bukan sekadar memberi bantuan seragam, tetapi memberi kehidupan baru bagi sekolah.”

SAMBAS-KALBAR|SUDUTPANDANG.ID – Para alumni SMP PGRI 1 Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, bahu-membahu menghidupkan kembali sekolah mereka melalui program gotong royong. Mulai dari bantuan seragam gratis hingga perbaikan ruang kelas dan fasilitas umum. Dukungan alumni tersebut menjadi napas baru bagi sekolah swasta yang dulunya bernama SMP PGRI 6 Bekut.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Sudutpandang.id, Sabtu (8/11/2025), Ketua Yayasan SMP PGRI 1 Tebas, Urai Sumadi, mengatakan bahwa program gotong royong ini telah berjalan sejak 2019 melalui skema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Urai Sumadi mengungkapkan, seluruh biaya berasal dari urunan para alumni, yang dahulu menimba ilmu di sekolah tersebut.

“Yang dilakukan para alumni bukan sekadar memberi bantuan seragam, tetapi memberi kehidupan baru bagi sekolah,” ujar guru humanis yang pernah mengajar di sekolah itu dan kini menjabat kepala SMPN 2 Sambas.

BACA JUGA  Berikan Pin Emas Terbanyak ke Lansia, Fogoromas Raih Rekor Dunia dari MURI

Saat penyerahan bantuan di ruang kelas sekolah, 13 siswa kelas VII hadir menerima seragam baru hasil donasi alumni. Meski sebagian siswa berhalangan hadir, suasana berlangsung hangat dan penuh kegembiraan.

“Sejak diaktifkan kembali pada 2019, program alumni ini berkembang menjadi gerakan sosial yang menyentuh berbagai aspek. Para alumni secara bergiliran membantu rehabilitasi atap, plafon, dinding, dan lantai kelas, serta membangun toilet, plang sekolah, jembatan kecil, dan halaman sekolah,” terang Urai Sumadi.

Salah satu tokoh alumni yang konsisten memberi dukungan adalah Bui Kiong, anggota DPRD Kabupaten Sambas. Legislator dari Partai Gerindra itu turut membantu pembangunan ruang kelas baru melalui dana pokok pikiran (pokir) dan dana pribadi.

Bertahan di Tengah Persaingan

Menurut Urai, SMP PGRI 1 Tebas menghadapi tantangan berat akibat persaingan ketat dengan sekolah negeri dan swasta lain di Kecamatan Tebas. Banyak sekolah swasta di Kabupaten Sambas yang terpaksa tutup karena minimnya murid baru.

BACA JUGA  Dosen FISIP UHAMKA Jadi Narasumber Pelatihan Muballighat Aisyiyah Tangsel

“Kalau program ini tidak dijaga, sekolah bisa kembali terpuruk seperti dulu. Gotong royong alumni menjadi penyelamat sekolah ini,” tegasnya.

Ia menilai, agar tetap bertahan, sekolah perlu terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dengan para alumni.

“Masih diperlukan ide-ide baru dan dukungan aktif agar napas sekolah ini tetap panjang,” katanya.

Simbol Kepedulian

Alumni SMP PGRI 1 Tebas
Kepala Yayasan SMP PGRI 1 Tebas Urai Sumadi saat menyerahkan bantuan seragam sekolah hasil gotong royong alumni kepada siswa kelas VII, Jumat (7/11/2025).(Foto: istimewa)

Urai menilai, gerakan ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi bentuk nyata cinta alumni terhadap almamater mereka. Bantuan seragam dan perbaikan fasilitas menjadi simbol kepedulian terhadap pendidikan di daerah.

“Program ini membantu anak-anak yang kurang mampu agar tetap bisa bersekolah dan mendukung pemerataan pendidikan. Sekolah swasta seperti kami tidak bisa berdiri tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya.

Urai pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni yang telah berpartisipasi dan berkomitmen menjaga keberlanjutan sekolah.

BACA JUGA  Gubernur Kalbar Paparkan Kepemimpinan ke Ikatan Mahasiswa Kedokteran Untan

“Semoga semua ini menjadi amal dan pahala bagi kita. Mungkin anak-anak yang kita bantu hari ini kelak menjadi orang sukses, yang semuanya berawal dari bangku SMP PGRI Bekut,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh alumni untuk terus kompak dan menjaga semangat berbagi.

“Dengan berbagi, semoga kita semua mendapat keberkahan dan rezeki berlimpah. Aamiin,” tutupnya.(01)