IPC Terminal Petikemas Dorong Inklusi Ekonomi Perempuan Penyandang Disabilitas Melalui Program TJSL di Kalimantan Barat

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Pelatihan Keterampilan Perawatan Wajah dan Tubuh bagi Terapis Perempuan Penyandang Disabilitas di Kalimantan Barat. (Foto: ist)
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Pelatihan Keterampilan Perawatan Wajah dan Tubuh bagi Terapis Perempuan Penyandang Disabilitas di Kalimantan Barat. (Foto: ist)

PONTIANAK, SUDUTPANDANG.ID – IPC Terminal Petikemas kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan yang inklusif melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Pelatihan Keterampilan Perawatan Wajah dan Tubuh bagi Terapis Perempuan Penyandang Disabilitas di Kalimantan Barat.

Program hasil kolaborasi dengan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kalimantan Barat dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Barat ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses keterampilan dan peluang ekonomi bagi perempuan penyandang disabilitas.

Selama tiga hari, 11–13 Mei 2026, sebanyak 20 perempuan penyandang disabilitas mengikuti pelatihan keterampilan facial dan massage yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi peserta.

Selain praktik langsung bersama trainer profesional, peserta juga mendapatkan pembekalan pelayanan pelanggan hingga dasar kewirausahaan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas, Daniel Setiawan, menegaskan bahwa program TJSL perusahaan diarahkan untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

BACA JUGA  Pemprov Kalbar Dukung Untan Jadi Pusat Studi Perbatasan Asia Tenggara

“Bagi kami, TJSL bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi membuka peluang dan menciptakan perubahan yang nyata. Melalui program ini, kami ingin perempuan penyandang disabilitas memiliki ruang untuk tumbuh, berkarya, dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Barat, Permai Budi Susatyo. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan.

“Kegiatan ini kami harapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta agar semakin berdaya, mandiri, dan mampu memenuhi kebutuhan hidup pribadi maupun keluarga. Berdasarkan Data SIDT tahun 2026, terdapat 338.257 pelaku UMKM di Kalimantan Barat dan sebanyak 88.293 pelaku kewirausahaan. Artinya, peluang untuk bertumbuh di sektor usaha terbuka luas, termasuk bagi penyandang disabilitas,” katanya.

Bagi banyak perempuan penyandang disabilitas, tantangan terbesar kerap bukan terletak pada kemampuan, melainkan keterbatasan akses dan kesempatan.

Karena itu, program ini dirancang sebagai ruang belajar dan ruang tumbuh yang mempertemukan perusahaan, komunitas disabilitas, pemerintah daerah, trainer profesional, hingga mitra usaha lokal untuk bersama-sama membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan disabilitas.

BACA JUGA  Sekda Kalbar Kembali Gowes Bersama Kepala Perangkat Daerah

Ketua HWDI Kalimantan Barat, Linda Fardini, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dihadirkan IPC Terminal Petikemas. “Perempuan disabilitas juga harus memiliki kesempatan yang sama untuk mandiri dan berkembang.

Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal nyata untuk berusaha dan meningkatkan kualitas hidup. Terima kasih kepada IPC Terminal Petikemas atas kepedulian dan dukungan yang diberikan bagi perempuan disabilitas di Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan IPC Terminal Petikemas dalam menghadirkan dampak sosial melalui pendekatan from skill to sustainability, yaitu proses pemberdayaan yang dimulai dari penguasaan keterampilan dasar, praktik langsung, hingga membuka akses terhadap peluang pengembangan usaha di masa mendatang.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan dukungan perusahaan terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintah Republik Indonesia dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas.

BACA JUGA  Masya Allah, Gubernur Kalbar Targetkan 5 Ribu Penghapal Al-Qur'an

Selain itu, program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Kesetaraan Gender (SDG 5), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8), serta Berkurangnya Kesenjangan (SDG 10).

Melalui program ini, IPC Terminal Petikemas percaya bahwa inklusi tidak berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan melalui akses, keterampilan, dan peluang nyata agar setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan mandiri. (UM)