Liga Nusantara 2025/26 Resmi Bergulir

Kompetisi Liga Nusantara 2025/26 resmi bergulir pada Sabtu, 29 November 2025, menandai dimulainya perjalanan panjang 22 klub dari berbagai daerah dalam memperebutkan tiga tiket promosi ke Liga 2. (Foto: SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Kompetisi Liga Nusantara 2025/26 resmi bergulir pada Sabtu, 29 November 2025, menandai dimulainya perjalanan panjang 22 klub dari berbagai daerah dalam memperebutkan tiga tiket promosi ke Liga 2.

Pembukaan dilakukan melalui seremoni resmi di Stadion Sriwedari, Solo, sebelum laga perdana yang mempertemukan Persibo Bojonegoro menghadapi Rans Nusantara FC.

Liga Nusantara—yang menjadi kompetisi sepak bola kasta ketiga di Indonesia—akan berlangsung selama 72 hari, mulai 29 November 2025 hingga 8 Februari 2026.

Musim ini menghadirkan total 160 pertandingan yang tersebar di tiga kota penyelenggara: Magelang, Solo, dan Surabaya.

Seluruh pertandingan dapat diakses melalui kanal YouTube resmi I.League, I.League TV, sebagai bentuk komitmen untuk menyajikan tayangan yang mudah dijangkau publik.

Untuk musim 2025/26, Liga Nusantara mengusung format kompetisi yang telah disesuaikan.

Dari total 24 peserta awal, dua klub dinyatakan mengundurkan diri sehingga kompetisi diikuti oleh 22 klub.

Peserta terbagi ke dalam empat grup, masing-masing berisikan lima hingga enam tim.

Selama babak penyisihan, seluruh peserta akan menjalani pertandingan dengan format kompetisi penuh.

Tim terbaik dari setiap grup akan melaju ke babak gugur hingga menghasilkan tiga klub yang berhak naik kasta menuju Liga 2 musim 2026/27.

BACA JUGA  Jelang Piala Dunia U-20 2023, Saran dari Suporter Jadi Masukan Penting

Selain perebutan promosi, dinamika Liga Nusantara musim ini juga diwarnai dengan persaingan ketat untuk menghindari degradasi.

Sesuai regulasi dan penyesuaian format kompetisi, empat klub terbawah akan terdegradasi ke level kompetisi di bawahnya pada akhir musim.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa pelaksanaan Liga Nusantara menjadi bagian dari komitmen besar federasi dalam membangun kompetisi yang lebih profesional dan terstruktur.

“Musim kedua I.League dalam menangani Liga Nusantara menjadi bukti komitmen kami untuk terus mendorong kemajuan sepak bola Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa setiap kompetisi yang berada di bawah I.League diselenggarakan secara profesional, terstruktur, dan memberikan ruang bagi perkembangan klub serta talenta muda,” ujar Ferry Paulus.

Ia menambahkan bahwa pengembangan kompetisi di level bawah sangat penting untuk mencetak atlet berpotensi dan memperkuat ekosistem sepak bola nasional.

Liga Nusantara, menurutnya, menjadi fondasi strategis untuk menemukan talenta baru yang dapat berkontribusi bagi klub-klub Liga 1 dan Liga 2 di masa depan.

Pemilihan Magelang, Solo, dan Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan pengalaman kota-kota tersebut dalam menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola nasional.

BACA JUGA  Program Liburkan Pemain Oleh Tuchel, Menghasilkan Kemenangan

Stadion-stadion seperti Sriwedari (Solo), Gajayana (Magelang), dan Gelora 10 November (Surabaya) telah disiapkan dengan standar penyelenggaraan yang memenuhi kebutuhan kompetisi profesional.

Panitia pelaksana memastikan fasilitas penunjang seperti ruang ganti, area media, hingga akses bagi penonton dan tenaga kesehatan berada dalam kondisi optimal.

Hal ini bertujuan menciptakan pengalaman pertandingan yang aman bagi pemain dan nyaman bagi publik yang hadir langsung ke stadion.

Laga pembuka antara Persibo Bojonegoro dan Rans Nusantara FC menjadi perhatian awal publik. Persibo—dengan basis suporter kuat Boromania—berupaya menunjukkan ambisi kembali merebut kejayaan setelah beberapa musim berjuang di kasta bawah.

Di sisi lain, Rans Nusantara FC membawa misi membangun ulang identitas klub dengan materi pemain muda dan program pembinaan jangka panjang.

Antusiasme suporter terlihat sejak pagi hari, dengan ribuan penonton menghadiri upacara pembukaan di Sriwedari.

Selain pertunjukan budaya, I.League juga menyajikan pengenalan tim peserta dan pelantikan ofisial pertandingan sebelum kickoff pertama dimulai.

Dengan bergulirnya Liga Nusantara 2025/26, I.League menaruh harapan tinggi terhadap kelanjutan proses regenerasi pemain di Indonesia.

BACA JUGA  Manchester United Kalahkan Leeds United 2-0

Kompetisi kasta ketiga ini dipandang sebagai titik awal perjalanan banyak pemain muda untuk menembus level profesional.

I.League berharap bahwa klub-klub peserta dapat menjalankan program pengembangan yang berkelanjutan, serta menjadikan kompetisi sebagai wadah strategis untuk membina dan mempromosikan talenta lokal.

Selain itu, peningkatan kualitas penyelenggaraan juga ditargetkan menjadi standar baru bagi kompetisi amatir dan semi-profesional di Indonesia.

Sepanjang 72 hari penyelenggaraan, Liga Nusantara 2025/26 diprediksi menghadirkan persaingan ketat, kejutan klub nonunggulan, dan potensi munculnya pemain muda berbakat.

Dengan format yang lebih padat, cakupan siaran lebih luas, serta komitmen penyelenggara untuk meningkatkan profesionalisme, musim ini menjadi momentum penting bagi masa depan kompetisi sepak bola nasional.