Makkah, SUDUTPANDANG.ID – Kesigapan personel Korps Brimob Polri yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 terlihat saat menjalankan tugas perlindungan jamaah di kawasan Masjidil Haram, Rabu (6/5/2026)
Dalam pelaksanaan tugas di tengah padatnya arus jamaah, personel Brimob bergerak cepat membantu jamaah haji Indonesia yang mengalami kondisi darurat hingga terpisah dari rombongannya.
Salah satu aksi sigap ditunjukkan IPTU Supardi yang bertugas sebagai Perlindungan Jamaah (Linjam). Saat melaksanakan patroli di area Masjidil Haram, IPTU Supardi bersama tim menemukan seorang jamaah haji Indonesia asal Sidoarjo, Jawa Timur, atas nama Ngadino Supangat, dalam kondisi lemah dan tidak sadarkan diri.
Mengetahui kondisi tersebut, IPTU Supardi bersama tim segera melakukan penanganan awal dengan mengamankan jamaah dari kerumunan, memeriksa identitas, serta memanggil dokter tim kesehatan PPIH.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Hartati dari tim kesehatan PPIH, diketahui jamaah mengalami tekanan darah tinggi disertai kondisi tubuh dingin dan keringat dingin tanpa respons. Jamaah kemudian segera dievakuasi ke klinik rujukan terdekat, yakni Klinik Ajyad di sekitar Masjidil Haram, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Setelah diperiksa dokter di Klinik Ajyad, jamaah sudah siuman. Selanjutnya kami menghubungi ketua kloter dan tim kesehatan kloter, lalu menunggu hingga rombongan datang menjemput sebelum kami kembali ke titik tugas,” pernyataan IPTU Supardi.
Selain menangani kondisi darurat medis, IPTU Supardi juga aktif membantu jamaah yang terpisah dari rombongan. Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan petugas adalah mengevakuasi jamaah ke tempat aman dari kerumunan, memastikan kondisi kesehatannya, lalu memeriksa identitas melalui kartu musuk dan gelang identitas. Setelah itu, petugas menghubungi ketua kloter untuk mempertemukan kembali jamaah dengan rombongannya.
“Jika ketua kloter tidak dapat menjemput langsung, maka petugas akan mengantar jamaah ke titik yang telah disepakati sampai dipastikan kembali bergabung dengan rombongannya,” jelas IPTU Supardi.
Tak hanya itu, personel Brimob PPIH juga bertugas melakukan pengaturan arus lalu lintas jamaah di sejumlah titik rawan kepadatan, seperti pertigaan Terminal Bab Ali dan akses keluar (exit) Marwah. Pengaturan ini menjadi krusial, terutama usai pelaksanaan salat fardu ketika ribuan jamaah bergerak bersamaan menuju terminal dan jalur keluar Masjidil Haram.
IPTU Supardi menjelaskan, Terminal Bab Ali menjadi titik konsentrasi jamaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, sementara Exit Marwah merupakan jalur keluar utama bagi jamaah usai menunaikan rangkaian umrah. Tanpa pengaturan yang baik, kepadatan arus jamaah di dua titik tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan hingga menyebabkan jamaah tersesat dari rombongannya.
IPTU Supardi yang sehari-hari menjabat sebagai Paur Kasubsi Protokol Siyanma Pasukan Gegana ini merupakan salah satu personel Brimob yang ditugaskan dalam misi kemanusiaan PPIH Arab Saudi 2026. Penugasan tersebut berdasarkan Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA) Nomor S-58/BN.3/2026 tertanggal 15 April 2026, dengan masa tugas berlangsung sejak 24 April hingga 24 Juni 2026.
Dalam pelaksanaan tugasnya, personel Brimob PPIH berperan sebagai garda terdepan perlindungan jamaah, mulai dari membantu jamaah sakit, tersesat, terpisah dari rombongan, hingga memastikan jamaah tetap mematuhi aturan yang berlaku di kawasan Masjidil Haram.
“Kami bertugas memantau dan melayani jamaah haji Indonesia dengan ikhlas agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar, aman, dan jamaah bisa pulang dengan selamat serta meraih haji yang mabrur,” kata IPTU Supardi.
Ia juga mengimbau seluruh jamaah haji Indonesia untuk senantiasa menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Jamaah diminta menjaga pola makan, cukup istirahat, mematuhi arahan petugas dan ketua kloter, serta selalu membawa identitas diri dan alat komunikasi guna memudahkan penanganan apabila terjadi kendala di lapangan.
Kehadiran personel Brimob dalam misi kemanusiaan PPIH Arab Saudi 2026 menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia, khususnya di tengah padatnya aktivitas ibadah di Masjidil Haram. (Egi)










