Tren Diet Protein Tinggi, Influencer Dilarikan ke Rumah Sakit

Tren Diet Protein Tinggi, Influencer Dilarikan ke Rumah Sakit
Ilustrasi (Foto: sudutpandang.id)

“Diet ini awalnya tampak menarik, tapi saya tidak menyadari bahayanya sampai tubuh saya menunjukkan gejala serius. Sekarang saya sadar, mengonsumsi protein berlebihan tanpa konsultasi dokter adalah tindakan yang berisiko.” Eve Catherine, influencer asal Dallas.

SUDUTPANDANG.ID – Tren diet protein tinggi kembali menjadi sorotan setelah seorang influencer asal Dallas, Amerika Serikat, dilarikan ke rumah sakit akibat komplikasi kesehatan serius. Eve Catherine (23) mengalami batu ginjal dan kencing darah setelah mengikuti diet karnivora yang viral di media sosial.

Diet tersebut membuatnya mengonsumsi protein hewani setiap hari, mulai dari telur untuk sarapan, yogurt tinggi protein saat makan siang, hingga steak daging sapi untuk makan malam.

Eve menceritakan awal mula kondisi tersebut dalam unggahan TikTok-nya. Awalnya, diet ini terasa aman dan memberikan energi berlebih, namun masalah mulai muncul ketika ia menjalani pemeriksaan rutin.

BACA JUGA  Kemensos RI Resmi Lantik PPPK Tenaga Sosial dan Kesehatan

Hasil tes urine menunjukkan kadar protein yang sangat tinggi, menandakan ginjal bekerja berlebihan. Puncaknya, Eve mengalami gejala nyeri hebat dan kencing darah, hingga harus dilarikan ke rumah sakit dan diberikan morfin untuk meredakan rasa sakit. Batu ginjal berhasil dikeluarkan setelah perawatan intensif.

Pengalaman Eve menjadi peringatan bagi masyarakat yang mengikuti tren diet ekstrem tanpa pengawasan medis.

Meskipun diet karnivora banyak dipromosikan sebagai cara cepat menurunkan berat badan atau meningkatkan massa otot, pola makan yang terlalu tinggi protein dan rendah nutrisi lain dapat menimbulkan risiko bagi ginjal, hati, serta keseimbangan elektrolit tubuh.

“Diet ini awalnya tampak menarik, tapi saya tidak menyadari bahayanya sampai tubuh saya menunjukkan gejala serius. Sekarang saya sadar, mengonsumsi protein berlebihan tanpa konsultasi dokter atau ahli gizi adalah tindakan yang berisiko,” kata Eve dilansir dari akun Tiktok pribadinya, Senin (12/1/2026).

BACA JUGA  Epidemiolog: Sadari tingkat risiko infeksi COVID-19 pada diri sendiri

Ia juga mengingatkan pengikutnya untuk tidak meniru pola makan yang membahayakan tubuh.

Ahli gizi dan dokter menyarankan beberapa tips penting bagi masyarakat yang ingin menjalani diet protein tinggi:

  1. Konsultasikan dengan tenaga medis sebelum memulai diet ekstrem, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit ginjal atau masalah metabolisme.
  2. Penuhi kebutuhan nutrisi seimbang, termasuk serat, vitamin, dan mineral, agar tubuh tetap berfungsi optimal.
  3. Batasi konsumsi protein harian sesuai rekomendasi, umumnya 0,8-1 gram per kilogram berat badan untuk orang sehat.
  4. Perhatikan gejala tubuh, seperti nyeri pinggang, urin keruh atau berdarah, dan gangguan pencernaan. Segera periksakan ke dokter jika muncul tanda-tanda abnormal.
  5. Hidrasi cukup untuk membantu ginjal memproses protein berlebih dan mengurangi risiko batu ginjal.
BACA JUGA  Tenaga Kesehatan Gelar Demo di Gedung DPR

Kasus Eve menjadi pengingat bahwa tren diet viral di media sosial tidak selalu aman dan harus diimbangi dengan informasi yang tepat dan saran medis serta pakar kesehatan. Masyarakat dihimbau untuk bijak dalam memilih pola makan dan tidak menirunya tanpa pengawasan profesional.(01)