Widodo Optimistis Garudayaksa FC Juara Liga 2 di Kandang PSS Sleman

Pelatih Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, menegaskan timnya datang ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, dengan target meraih kemenangan pada laga final Championship League Liga 2 melawan PSS Sleman. (Foto: Garudayaksa).
Pelatih Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, menegaskan timnya datang ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, dengan target meraih kemenangan pada laga final Championship League Liga 2 melawan PSS Sleman. (Foto: Garudayaksa).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pelatih Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, menegaskan timnya datang ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, dengan target meraih kemenangan pada laga final Championship League Liga 2 melawan PSS Sleman, Sabtu (9/5/2026).

Meski mengakui atmosfer kandang lawan sangat kuat, Widodo tetap optimistis skuadnya mampu memberikan kejutan dan membawa pulang gelar juara.

Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Widodo mengungkapkan rasa syukur karena kedua tim telah memastikan tiket promosi ke Liga 1 musim depan. Namun, menurutnya, laga final tetap menjadi pertandingan penting demi menentukan siapa yang terbaik di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia tersebut.

“Alhamdulillah, puji syukur kami sudah lolos ke Super League dan PSS juga. Kami ucapkan selamat kepada PSS. Tentunya di final ini semua berharap bisa menampilkan yang terbaik, baik Garudayaksa maupun PSS,” ujar Widodo.

Mantan pelatih Deltras itu mengatakan Garudayaksa FC datang dengan motivasi tinggi untuk meraih trofi juara. Kendati demikian, ia menyadari laga di Stadion Maguwoharjo tidak akan berjalan mudah karena dukungan besar dari suporter tuan rumah.

Widodo menilai atmosfer di markas PSS Sleman menjadi salah satu kekuatan utama lawan. Dukungan ribuan suporter dengan koreografi dan kekompakan yang ditampilkan dinilai mampu meningkatkan mental bertanding tim tuan rumah sekaligus memberikan tekanan bagi tim lawan.

BACA JUGA  Vietnam Open 2022, Ana/Tiwi Maksimalkan Setiap Kesempatan

“Kami datang ke sini punya cita-cita dan keinginan untuk meraih hasil terbaik. Tapi itu tidak mudah karena atmosfer di Stadion Maguwoharjo sangat luar biasa,” katanya.

Menurut Widodo, dukungan fanatik suporter PSS Sleman sering membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan. Namun ia menegaskan sepak bola selalu menghadirkan kemungkinan dan timnya tidak akan menyerah sebelum pertandingan berakhir.

“Tidak ada hal yang tidak mungkin dalam sepak bola. Sebelum 90 menit selesai, kami tidak boleh pesimis dan harus tetap optimistis,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan pemain Garudayaksa FC, Everton, mengaku seluruh pemain sangat antusias menghadapi partai final. Ia menyebut keberhasilan promosi ke Liga 1 sudah menjadi pencapaian besar bagi tim, namun Garudayaksa masih ingin menutup musim dengan gelar juara.

“Ini pertandingan final dan tentu berbeda. Saya sangat senang karena kami berhasil lolos ke Liga 1 musim depan, itu target kami semua. Tapi sekarang kami siap berjuang melawan PSS Sleman demi mendapatkan gelar juara Liga 2 Championship,” kata Everton.

Menjelang laga puncak tersebut, Widodo juga memastikan kondisi seluruh pemain Garudayaksa FC berada dalam keadaan siap tempur. Ia menyebut tidak ada pemain yang mengalami cedera serius ataupun absen sehingga tim pelatih memiliki banyak opsi untuk menentukan komposisi terbaik.

BACA JUGA  Garudayaksa vs Bekasi City: Laga Krusial di Pakansari

Pelatih berusia 55 tahun itu juga mengungkapkan pihaknya sudah mempelajari kekuatan PSS Sleman, terutama beberapa pemain kunci yang dinilai memiliki kemampuan dominan saat menguasai bola.

Widodo secara khusus menyoroti Rico, Terrens, dan Konstantin sebagai pemain yang harus diantisipasi oleh lini pertahanan Garudayaksa FC. Meski demikian, ia menegaskan kewaspadaan tidak hanya ditujukan kepada tiga pemain tersebut, tetapi juga seluruh pemain PSS yang berpotensi memberikan ancaman.

“Dari awal memang Rico, Terrens, dan Konstantin merupakan pemain yang cukup dominan saat memegang bola. Tapi kami sudah mengantisipasi itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan meredam permainan lawan sangat bergantung pada kesiapan para pemain di lapangan. Karena itu, Garudayaksa FC diminta tetap fokus dan disiplin sepanjang pertandingan agar tidak memberi ruang bagi pemain lawan untuk mengembangkan permainan.

“Kami harus menjaga mereka supaya tidak bisa membangun permainan. Tapi bukan hanya tiga pemain itu saja yang harus diwaspadai, semua pemain PSS harus kami antisipasi,” katanya.

Terkait strategi permainan, Widodo memastikan Garudayaksa FC tidak akan bermain bertahan meski tampil di kandang lawan. Ia menilai tim yang ingin menjadi juara harus berani tampil menyerang dan menciptakan gol.

“Kami mau menang dan mau juara. Kalau ingin juara, ya harus menyerang dan menciptakan gol,” tegasnya.

BACA JUGA  AD/ART Disorot, 22 Pengprov KBI Gugat SK Munas

Selain membahas final Liga 2, Widodo juga sempat menyinggung suasana kekeluargaan di internal Garudayaksa FC. Menurutnya, klub tersebut memiliki hubungan emosional yang kuat dengan seluruh elemen tim, termasuk mantan pelatih dan sosok yang pernah berkontribusi bagi klub.

Ia juga menyampaikan kondisi Coach Irwan yang sebelumnya sempat sakit kini sudah mulai pulih dan kembali aktif melatih sekolah sepak bola.

“Garudayaksa tidak pernah melupakan orang-orang yang pernah berkontribusi. Itulah keluarga besar Garudayaksa,” ucap Widodo.

Mengenai rencana musim depan setelah memastikan promosi ke Liga 1, Widodo mengaku belum ingin berpikir terlalu jauh. Fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan laga final melawan PSS Sleman dan memberikan hasil terbaik bagi tim.

“Saya ingin menyelesaikan satu pertandingan ini dulu. Mudah-mudahan laga terakhir ini menjadi momen terbaik buat saya,” pungkasnya. (09/AGF).