Jelang Lebaran, Polres Kediri Matangkan Pengamanan Lewat Operasi Ketupat Semeru 2026

Polres Kediri saat Apel Gelar Pasukan Jelang Idul Fitri 1447 H/2026. (Foto : Istimewa)

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Polres Kediri mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H/2026 M melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dilanjutkan dengan Apel Gelar Pasukan di Mapolres Kediri, Kamis (12/3/2026) sore.

Rakor yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Kediri tersebut dihadiri Bupati Kediri H. Hanindhito Himawan Pramana, S.H., Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si., Kasdim 0809/Kediri Mayor Inf Yuliadi Purnomo, serta jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, dan berbagai instansi serta stakeholder terkait.

Dalam forum tersebut dibahas sejumlah potensi kerawanan selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri, mulai dari kelancaran arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah, hingga aktivitas masyarakat di pusat keramaian dan objek wisata.

Selain itu, pengamanan tahun ini juga mendapat perhatian khusus karena perayaan Idul Fitri berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Kondisi tersebut menuntut koordinasi yang lebih matang agar seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat berjalan aman, tertib, serta tetap menjaga semangat toleransi di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Babinsa Koramil 0814-11/Sumobito Laksanakan Pendampingan Penyaluran Sembako Kepada Warga yang Membutuhkan

Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito menilai momentum Lebaran biasanya diiringi meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting agar situasi tetap terkendali.

“Pergerakan masyarakat saat Lebaran cukup tinggi, termasuk aktivitas ekonomi. Karena itu pengamanan dan koordinasi lintas sektor harus dipersiapkan dengan baik agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Kasdim 0809/Kediri Mayor Inf Yuliadi Purnomo menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung pengamanan bersama Polri dan pemerintah daerah. Sebanyak 500 personel disiagakan untuk membantu pengamanan wilayah selama periode Idul Fitri tahun ini.

“Sebagai satuan kewilayahan, Kodim 0809/Kediri siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan Polri untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama perayaan Idul Fitri,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan bahwa Operasi Ketupat merupakan agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak sehingga membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

“Sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan stakeholder sangat penting agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.

BACA JUGA  Kejati Kaltim Gelar Penyuluhan Hukum ke Siswa SMA 1 Long Apari

Selain pengamanan jalur mudik, Polres Kediri juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan hotline Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan. Masyarakat yang akan mudik juga dapat menggunakan layanan penitipan kendaraan di Polsek terdekat.

Usai rakor, kegiatan dilanjutkan dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Lapangan Apel Mapolres Kediri yang dipimpin Bupati Kediri selaku inspektur upacara. Apel tersebut diikuti personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Senkom Mitra Polri, Linmas, serta Saka Bhayangkara di wilayah Kabupaten Kediri.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Bupati Kediri disebutkan bahwa berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik, Polri bersama TNI dan stakeholder terkait menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan dinas operasional serta pemusnahan barang bukti minuman keras hasil kegiatan cipta kondisi menjelang Idul Fitri.

BACA JUGA  Shin Tae-yong Ingin Timnas U-20 Punya Mental yang Kuat

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menjelaskan, sebanyak 1.097 botol minuman keras dimusnahkan yang terdiri dari berbagai jenis, di antaranya 728 botol arak/kuntul, 78 botol vodka, 13 botol whiskey, 83 botol bekonang, 9 botol iceland, 153 botol arak Bali, 12 botol arak, 12 botol anggur merah, dan 9 botol api.

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri, khususnya di wilayah Kabupaten Kediri. (CN)