KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menggelar peringatan Hari Ulang Tahun ke-157 Jembatan Lama Kota Kediri, Sabtu (14/3/2026) malam. Kegiatan ini mengusung tema “Menjaga Warisan, Menghubungkan Masa Depan” dan diikuti ratusan seniman dan masyarakat.
Acara diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati bertempat di atas Jembatan Lama Kota Kediri.
Setelah itu, rombongan melakukan kirab dengan berjalan kaki diiringi penampilan seniman jaranan menuju kawasan kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Kediri yang berada dekat dengan lokasi jembatan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga sebagai upaya merawat dan menjaga warisan yang telah menjadi identitas Kota Kediri.
Menurutnya, Jembatan Lama Kota Kediri saat ini telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya sehingga perlu dijaga bersama oleh seluruh masyarakat.
“Jembatan Lama ini sudah menjadi identitas Kota Kediri. Karena itu mari kita bersama-sama menjaga dan merawatnya,” ujar Wali Kota termuda ini.
Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena sekitar 700 seniman dari berbagai komunitas hadir dalam kegiatan tersebut. Selain pertunjukan seni, kegiatan juga diisi dengan agenda ngaji bersama yang dinilai dapat memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan para seniman.
“Seni menghadirkan keindahan, sementara ngaji mengajarkan nilai keimanan dan kebijaksanaan dalam kehidupan. Dua hal ini sangat penting dan para seniman memiliki peran besar dalam menjaga nilai kemanusiaan serta kearifan lokal,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Disbudparpora, Bambang Priyambodo, menjelaskan bahwa peringatan ini juga menjadi momentum untuk menyatukan para seniman, khususnya seniman jaranan se-Kota Kediri, agar tetap guyub rukun.
Ia menyebutkan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung program pariwisata Kota Kediri serta pelestarian Jembatan Lama Kota Kediri sebagai salah satu cagar budaya nasional.
Selanjutnya, kawasan jembatan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan budaya maupun ekonomi masyarakat, termasuk yang melibatkan pelaku UMKM.
“Cagar budaya tidak boleh dibiarkan begitu saja. Justru harus dimanfaatkan dan dirawat agar tetap hidup serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya disela-sela kegiatan.
Bambang menambahkan, melalui peringatan ini, Pemerintah Kota Kediri berharap Jembatan Lama Kota Kediri tidak hanya menjadi simbol sejarah.
“Tetapi juga menjadi ruang kebudayaan yang mampu mempererat persatuan masyarakat serta mendorong perkembangan seni dan pariwisata di Kota Kediri,” tutup Bambang kepada media.
Kegiatan tersebut turut dihadiri, Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimuddin Toha, tokoh agama KH Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab), tokoh budayawan Imam Mubarok (Gus Barok), anggota DPRD Kota Kediri Arif Junaedi, Kasatpol PP Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, perwakilan TNI, Camat Mojoroto Abdul Rahman, Camat Pesantren Judy Kuntjoro, serta tamu undangan lainnya. (CN)


