Disbudparpora Kota Kediri Gelar Bimtek Pelaku Seni Budaya, Perkuat SDM dan Dukung D’CITO

Serangkaian kegiatan Bimtek Pelaku Seni Budaya yang digelar Disbudparpora Kota Kediri. (Foto: Chandra Nurcahyo).
Serangkaian kegiatan Bimtek Pelaku Seni Budaya yang digelar Disbudparpora Kota Kediri. (Foto: Chandra Nurcahyo).

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID — Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Pelaku Seni dan Budaya di Lotus Garden, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam pembinaan sekaligus penguatan kapasitas kelembagaan serta sumber daya manusia (SDM) di bidang seni dan budaya.

Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo, menyebut bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas, profesionalitas, dan peran pelaku seni, sekaligus memperkuat tata kelola jejaring serta keberlanjutan aktivitas seni budaya di masyarakat.

“Melalui bimtek ini, kami ingin menyamakan visi kelembagaan para pelaku seni dan budaya agar selaras dengan regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 dan Permendagri Nomor 5 Tahun 1993. Hal-hal yang masih kurang tepat akan kita benahi bersama menuju tata kelola yang lebih baik,” ujarnya.

Bambang menambahkan, kegiatan ini meningkatkan pemahaman pelestarian dan pengembangan budaya serta mendorong pelaku seni lebih profesional dalam berkarya dan berinovasi.

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan Dewan Kesenian Kota Kediri sebagai wadah koordinasi, terutama menjelang Munas Dewan Kesenian se-Indonesia pada Oktober mendatang.

BACA JUGA  Kasus Tewasnya AM Santri Ponpes Gontor, Polisi Resmi Tetapkan Dua Tersangka

Selain itu, Pemkot Kediri terus mendata dan memverifikasi pelaku seni melalui program Nomor Induk Kesenian sebagai pengembangan kartu induk untuk klasifikasi dan kurasi pelaku seni agar lebih tertata.

“Pemberian Nomor Induk Kesenian ini sekaligus untuk memverifikasi jumlah sanggar dan pelaku seni di Kota Kediri. Secara simbolis hari ini telah diserahkan kepada 9 penerima, sementara totalnya sekitar 140 sanggar seni yang terus kami data dan bina,” jelasnya.

Ia menegaskan, penguatan sektor seni budaya ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kota Kediri, termasuk mendukung program D’CITO serta mewujudkan Kota Kediri yang “Ngangeni”.

Bambang turut menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang hadir, di antaranya Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, Endah Budi Haryani, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur serta Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari camat dan lurah se-Kota Kediri, Dewan Kebudayaan Daerah, komunitas, serta para pelaku seni dan budaya.

Pj Sekda Kota Kediri, Endang Kartika Sari, mewakili Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, mengapresiasi kegiatan ini sebagai dukungan program D’CITO.

BACA JUGA  Masinis Syok Akibat Kecelakaan KA Brantas di Semarang

Ia menegaskan kebudayaan sebagai identitas bangsa harus dijaga dan dikembangkan, di tengah tantangan globalisasi yang membutuhkan pemahaman, komitmen, dan sinergi semua pihak.

“Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan dalam pengelolaan serta pelestarian kebudayaan,” jelasnya.

Endang berharap para peserta memahami kebijakan, strategi pelestarian, dan implementasi program berkelanjutan untuk mendukung D’CITO.

Ia melanjutkan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelestarian budaya sebagai bagian pembangunan, yang juga berpotensi mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar dan mampu memperkuat peran kita bersama dalam menjaga warisan budaya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, Endah Budi Haryani, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kediri yang dinilai progresif dalam menggelar kegiatan tersebut.

“Tidak semua daerah menggelar kegiatan seperti ini. Ini langkah awal yang baik untuk membangun sinergi dalam pemajuan kebudayaan,” ujarnya.

Endah menegaskan, pihaknya mendukung penuh upaya Pemkot Kediri dengan turut hadir dan membersamai dalam kegiatan tersebut.

“Kami dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur tentu mensupport dan mengapresiasi karena telah dilibatkan dalam kegiatan ini,” tambahnya.

BACA JUGA  Gelar Pameran, Ini yang Ditampilkan di Museum Balaputra Dewa

Ia menyarankan penguatan kelembagaan dengan pembentukan Dewan Kebudayaan selain Dewan Kesenian.

“Kebudayaan memiliki cakupan lebih luas dan belum ada aturan tertulis, sehingga daerah dapat mengusulkan regulasi agar selaras dengan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan,” jelasnya.

Ia berharap Kota Kediri dapat menjadi pelopor kebijakan tersebut di tingkat nasional.

“Ke depan, Kota Kediri bisa merintis dan mengusulkan penguatan kelembagaan kebudayaan yang lebih komprehensif sebagai daerah percontohan,” tutupnya. (CN)