Wabup Tangerang: Bank Sampah Diharapkan Jadi Sosok Panutan Perubahan Perilaku, Dimulai Lingkungan Sendiri

Wabup Tangerang, Intan Nurul Hikmah (tengah) meresmikan bank sampah unit Puspem di Tigaraksa. (Ist/sp)
Wabup Tangerang, Intan Nurul Hikmah (tengah) meresmikan bank sampah unit Puspem di Tigaraksa. (Ist/sp)

TANGERANG – SUDUTPANDANG.ID – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menyatakan bank sampah diharapkan dapat menjadi percontohan perubahan perilaku masyarakat yang dimulai dari lingkungan masing-masing.

“Masalah sampah saat ini bukan lagi sekadar persoalan kebersihan, tetapi telah menjadi isu strategis yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan, dan masa depan generasi,” kata Intan di Tigaraksa, Rabu (6/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat meresmikan bank sampah unit Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Tangerang di Gedung Serba Guna kawasan perkantoran Tigaraksa.

Ia mengatakan, peresmian bank sampah tersebut merupakan langkah konkret dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, tidak hanya sebatas pembentukan kelembagaan.

Data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mencatat, jumlah bank sampah pada 2025 mencapai sekitar 187 unit dan terus bertambah. Khusus di kawasan Puspem, terdapat tujuh unit bank sampah.

BACA JUGA  Pemdes Pasekan Bangun Jalan Usaha Tani Dengan DD

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang juga mendorong implementasi program KURASAKAN (Kurangi Sampah Kantor) guna membangun budaya pengelolaan sampah di lingkungan perkantoran.

Menurut Intan, pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan sistem angkut dan buang, tetapi perlu dimulai dari sumbernya, mengingat keterbatasan armada pengangkut.

Ia berharap keberadaan bank sampah unit Puspem dapat membantu mengurangi volume sampah, mendorong budaya memilah sampah di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, serta mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular.

Saat ini, volume sampah di Kabupaten Tangerang mencapai sekitar 2.700 ton per hari, yang berasal dari sampah rumah tangga dan industri. Sebagian besar sampah tersebut dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.

BACA JUGA  Wagub Sumut Resmikan Masjid Musyahadah di Rahuning-Asahan

Berdasarkan estimasi, produksi sampah di wilayah tersebut mencapai sekitar 0,7 kilogram per orang per hari, dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa yang tersebar di 29 kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengatakan bank sampah merupakan salah satu upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Ia menambahkan, keberadaan bank sampah diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus mendorong perubahan perilaku, khususnya di kalangan ASN, untuk memilah sampah dan berpartisipasi sebagai nasabah bank sampah.(WAR)