Subsidi dan Kompensasi Energi Meningkat, Realisasi APBN Capai Rp 118,7 Triliun hingga Maret 2026

Avatar photo
Subsidi dan Kompensasi Energi Meningkat, Realisasi APBN Capai Rp 118,7 Triliun hingga Maret 2026
Ilustrasi

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Realisasi subsidi dan kompensasi pemerintah mencapai Rp 118,7 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring tekanan pada sektor energi dan nilai tukar.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) alam laporan APBN KiTa menyebutkan, kenaikan realisasi dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (ICP), pelemahan nilai tukar rupiah, serta peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan listrik.

Dari total realisasi tersebut, subsidi tercatat sebesar Rp 52,2 triliun, sementara kompensasi mencapai Rp 66,5 triliun per 31 Maret 2026.

Peningkatan realisasi juga terlihat pada volume penyaluran energi. Subsidi BBM mencapai 3,17 juta kiloliter, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,90 juta kiloliter.

BACA JUGA  Menkominfo Harap MotoGP Mandalika Hasilkan Keuntungan Besar

Untuk LPG 3 kilogram, realisasi tercatat 1.419 juta kilogram, meningkat dari 1.368 juta kilogram pada Maret 2025.

Sementara jumlah pelanggan listrik bersubsidi bertambah dari 41,9 juta menjadi 42,9 juta pelanggan.

Selain sektor energi, subsidi pupuk juga mengalami kenaikan dari 1,7 juta ton menjadi 1,9 juta ton.

Jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat meningkat dari 1 juta menjadi 1,1 juta debitur.

Kemenkeu menyatakan, dinamika geopolitik global turut memengaruhi volatilitas harga energi.

Pemerintah disebut telah memiliki pengalaman dalam menghadapi lonjakan harga energi, termasuk saat konflik Perang Rusia-Ukraina pada 2022.

Pemerintah terus memantau perkembangan global guna menjaga stabilitas fiskal dan keberlanjutan anggaran negara.(red)