APBN Disebut Masih Kuat, Purbaya: Prabowo Minta Publik Tak Khawatir

Avatar photo
Purbaya Pastikan APBN Efektif, Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025. APBN
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Sudutpandang.id

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih kuat. Ia menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto meminta agar pesan tersebut diteruskan kepada publik agar tidak muncul kekhawatiran terhadap kondisi fiskal pemerintah.

“Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak, jadi Anda nggak usah takut,” beber Purbaya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Menkeu Purbaya mengatakan, Presiden menegaskan kapasitas APBN masih mencukupi untuk mendukung berbagai program pemerintah serta menjaga stabilitas ekonomi nasional. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kekhawatiran yang berlebihan.

BACA JUGA  Keadilan Fiskal: Fondasi yang Tergerus

Selain itu, pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 5 persen, sekaligus menandakan adanya percepatan pertumbuhan.

Menurut Purbaya, tren tersebut menjadi indikator bahwa perekonomian nasional mulai bergerak ke arah yang lebih kuat.

Pemerintah pun optimistis momentum ini dapat terus dijaga pada kuartal berikutnya.

Ia menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah kebijakan lanjutan untuk menjaga laju pertumbuhan, termasuk koordinasi dengan bank sentral dalam memastikan stabilitas likuiditas dan sistem keuangan.

Di sisi lain, pemerintah juga berencana meluncurkan paket stimulus ekonomi tambahan dalam waktu dekat.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi serta menjaga daya beli masyarakat.

BACA JUGA  Firli Diberhentikan, Nawawi Pomolango Ditetapkan Presiden Ketua KPK Sementara

Purbaya menyebutkan, pemerintah juga tengah menyiapkan diversifikasi pembiayaan melalui penerbitan obligasi di pasar internasional, termasuk rencana penerbitan Panda Bond di China.

Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah menilai prospek ekonomi Indonesia tetap positif. Purbaya menegaskan, kondisi fiskal yang terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam menopang keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.(red)