JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan kawasan sport center nasional yang akan dibangun di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan dilengkapi fasilitas olahraga berstandar internasional untuk mendukung pembinaan atlet Indonesia menuju level dunia.
Kawasan yang diberi nama Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional itu dirancang sebagai pusat pembinaan olahraga terpadu untuk 21 cabang olahraga unggulan nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gunawan Suswantoro, mengatakan pembangunan sport center nasional tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara berkelanjutan dan terintegrasi.
“Tujuannya adalah untuk melatih atlet-atlet yang memang terpilih untuk menjadi atlet tingkat dunia,” ujar Gunawan di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin.
Menurut Gunawan, seluruh sarana dan prasarana olahraga akan dibangun di atas lahan seluas 500 hektare yang berada di kawasan Candali-Cimulang, Kecamatan Rancabungur. Pemerintah pusat telah menetapkan area tersebut sebagai pusat olahraga nasional masa depan Indonesia.
Ia menjelaskan fasilitas yang dibangun tidak hanya berupa arena pertandingan dan tempat latihan, tetapi juga pusat pendidikan, penelitian olahraga, hingga asrama atlet. Seluruh fasilitas dirancang terintegrasi untuk mendukung pembinaan atlet sejak usia dini hingga elite nasional.
“Sekolah dan venue olahraga semuanya lengkap, bahkan untuk melakukan penelitian terhadap salah satu cabang olahraga, itu kita lengkap semuanya,” katanya.
Kemenpora menyebut fasilitas olahraga yang disiapkan mencakup berbagai cabang unggulan nasional seperti akuatik, atletik, bulu tangkis, panjat tebing, sepak bola, bela diri, hingga dayung. Seluruh venue akan dibangun dengan standar internasional agar mampu digunakan untuk pemusatan latihan maupun penyelenggaraan kejuaraan dunia.
Selain venue olahraga, pemerintah juga menyiapkan sekolah khusus atlet mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA. Sistem pendidikan olahraga terpadu ini diharapkan dapat menciptakan regenerasi atlet nasional yang lebih terarah dan berkesinambungan.
“Akademi olahraga ini akan diisi oleh sekolah untuk SD, SMP, SMA,” ujar Gunawan.
Para atlet yang akan menempati akademi olahraga tersebut nantinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia melalui proses seleksi berdasarkan bakat, kemampuan, dan prestasi di masing-masing cabang olahraga.
Pemerintah berharap keberadaan akademi olahraga nasional dapat menjadi solusi pembinaan jangka panjang bagi atlet Indonesia agar mampu bersaing di level internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Gunawan mengungkapkan total anggaran pembangunan kawasan sport center nasional tersebut diperkirakan mencapai Rp5 triliun selama tiga tahun pengerjaan. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur olahraga, pendidikan, penelitian, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Selama tiga tahun itu diperkirakan sekitar Rp5 triliun,” katanya.
Saat ini, pemerintah masih fokus pada tahap sinkronisasi perencanaan dan administrasi lintas kementerian serta lembaga. Tahapan tersebut dilakukan agar pembangunan berjalan efektif, efisien, dan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Pembangunan fisik kawasan olahraga nasional dijadwalkan dimulai pada 2027 hingga 2028. Seluruh fasilitas ditargetkan selesai dan siap digunakan pada awal 2029.
“Kemungkinan akan berakhir di awal 2029 sudah lengkap semua,” ujar Gunawan.
Sementara itu, Rudy Susmanto menyatakan pembangunan sport center nasional akan menjadi salah satu proyek strategis terbesar yang pernah dibangun pemerintah pusat di Kabupaten Bogor.
Menurut Rudy, kawasan olahraga nasional tersebut tidak hanya menjadi pusat pembinaan atlet, tetapi juga akan dilengkapi fasilitas pendidikan tinggi guna mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang olahraga.
“Selain sport center di dalamnya ada SD, SMP, SMA, dan juga ada universitas yang akan dibangun,” kata Rudy.
Ia menjelaskan total kawasan yang disiapkan mencapai sekitar 750 hektare. Sebanyak 500 hektare akan dikelola Kemenpora untuk pembangunan sport center nasional, sedangkan sekitar 250 hektare lainnya digunakan untuk pengembangan kawasan Komando Pasukan Khusus atau Kopassus dan pembangunan universitas.
“Di 500 hektare dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk sport center, lalu yang 250 hektare untuk perluasan lahan Kopassus dan dibangun universitas,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis pembangunan sport center nasional akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah Bogor bagian barat. Kehadiran kawasan strategis nasional tersebut diperkirakan mampu mendorong pengembangan infrastruktur jalan, transportasi, hingga layanan publik.
Rudy mengatakan Pemkab Bogor saat ini juga mulai menyinkronkan pembangunan sejumlah akses jalan menuju kawasan Rancabungur, termasuk jalur Bomang hingga akses Rancabungur-Leuwiliang.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah akan memberikan dampak besar terhadap percepatan pembangunan wilayah yang selama ini masih membutuhkan banyak pengembangan infrastruktur.
“Kita melihat bahwa wilayah Bogor bagian utara, Bogor bagian barat, yang tadinya kita melakukan percepatan pembangunan hanya bisa satu langkah, dua langkah, dengan berkolaborasi dengan pemerintah pusat, mungkin langkah kita bisa 10-20 langkah ke depan,” kata Rudy.
Dengan konsep terpadu dan fasilitas bertaraf dunia, sport center nasional di Rancabungur diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet modern yang mampu melahirkan generasi atlet Indonesia berprestasi di panggung internasional. (09/AGF).










