JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Gagasan menghadirkan arena tinju di kolong flyover Susukan-Ciracas, Jakarta Timur, mendapat apresiasi dari Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati). Program yang digagas Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur itu dinilai menjadi solusi positif dalam menekan angka tawuran remaja sekaligus membuka peluang lahirnya bibit petinju muda berbakat dari lingkungan masyarakat.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati), Hengky Silatang SH, mengatakan langkah yang dilakukan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin patut diapresiasi karena memanfaatkan ruang publik menjadi fasilitas olahraga produktif bagi generasi muda.
“ Saya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pak Munjirin. Selain untuk meredam angka tawuran, diharapkan akan muncul bibit-bibit petinju andal dari arena itu,” kata Hengky Silatang, Senin (18/5/2026).

Arena olahraga tersebut berada di kolong flyover Susukan-Ciracas yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu titik rawan tawuran di wilayah Jakarta Timur. Kini kawasan itu disulap menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat dengan dilengkapi ring tinju dan fasilitas skatepark.
Fasilitas olahraga gratis tersebut telah diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Kehadiran arena olahraga itu diharapkan mampu mengalihkan energi negatif remaja menjadi kegiatan yang lebih positif, produktif, dan berprestasi.
Menurut Hengky, keberadaan arena tinju di ruang publik menjadi langkah strategis untuk mendekatkan olahraga tinju kepada masyarakat, khususnya kalangan anak muda yang selama ini belum memiliki akses pembinaan yang memadai.
Sebagai organisasi yang menaungi olahraga tinju amatir nasional, Perbati menyatakan siap mendukung penuh pengembangan arena tinju tersebut. Salah satu bentuk dukungan yang akan diberikan ialah menghadirkan pelatih profesional guna membina masyarakat yang ingin belajar tinju secara benar dan terarah.
“Tentunya kami akan melengkapinya dengan mendatangkan pelatih yang akan memberikan teknik-teknik bertinju yang benar agar mereka tidak hanya sekadar main gebuk-gebukan di atas ring saja,” ujarnya.
Hengky menilai pembinaan yang tepat sangat penting agar olahraga tinju tidak dipandang sekadar ajang adu fisik, melainkan menjadi sarana pembentukan disiplin, mental, sportivitas, serta prestasi olahraga.
Selain menghadirkan pelatih, Perbati juga berencana menggelar pertandingan tinju antar pelajar di wilayah DKI Jakarta. Kompetisi tersebut nantinya melibatkan peserta dari berbagai sasana tinju maupun arena olahraga masyarakat seperti yang berada di kolong flyover Susukan-Ciracas.
Menurutnya, kompetisi antar pelajar dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian atlet potensial sejak usia muda. Dengan adanya kompetisi rutin, bakat-bakat muda yang muncul dari lingkungan masyarakat dapat lebih mudah dipantau dan diarahkan menuju pembinaan prestasi.
“Nantinya tinju nasional, khususnya DKI Jakarta, tidak akan kehabisan stok petinju andal,” ujar Hengky.
Ia bahkan berharap konsep pembangunan arena olahraga di kawasan rawan tawuran dapat diterapkan di wilayah lain di Ibu Kota. Menurutnya, penyediaan fasilitas olahraga yang mudah diakses masyarakat menjadi salah satu solusi efektif dalam mengurangi konflik remaja di perkotaan.
“Saya berharap tak hanya di wilayah Jakarta Timur saja, lima wilayah Ibu Kota yang rawan tawuran juga jika perlu disediakan arena seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin menjelaskan ide pembangunan ring tinju bermula dari hasil diskusi bersama forum pemuda pada akhir Desember 2025. Dalam diskusi tersebut, banyak masukan yang diterima terkait solusi mengatasi tawuran yang kerap terjadi di sejumlah titik Jakarta Timur.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, Pemerintah Kota Jakarta Timur memilih menghadirkan fasilitas olahraga sebagai pendekatan konkret dibandingkan hanya mengedepankan edukasi atau sosialisasi semata.
Menurut Munjirin, kolong flyover Susukan-Ciracas dipilih karena lokasi tersebut sebelumnya sering menjadi tempat berkumpulnya remaja dan rawan bentrokan antar kelompok.
Kini kawasan itu diubah menjadi arena olahraga yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Selain ring tinju, pemerintah juga menyediakan skatepark untuk menampung aktivitas anak muda yang memiliki minat di bidang olahraga ekstrem.
“Sekarang ego dan energi besar anak-anak muda itu tidak lagi disalurkan di jalanan, tetapi dipindahkan ke dalam ring tinju resmi dan arena skatepark,” kata Munjirin.
Ia menegaskan pembangunan arena olahraga tersebut bukan hanya bertujuan mengurangi tawuran, tetapi juga menciptakan ruang pembinaan atlet muda di tengah lingkungan masyarakat perkotaan.
Karena itu, Pemerintah Kota Jakarta Timur sengaja menggandeng Perbati agar pembinaan olahraga tinju dapat berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang lebih kuat. Selain itu, keberadaan arena olahraga gratis di tengah masyarakat juga dapat memperkuat solidaritas sosial antarpemuda.
Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu menghadirkan alternatif kegiatan yang sehat dan produktif bagi generasi muda. Banyak pihak berharap arena olahraga di kolong flyover Susukan-Ciracas dapat menjadi contoh penataan ruang publik yang kreatif sekaligus berdampak sosial positif.
Melalui pendekatan olahraga, Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama Perbati optimistis dapat menekan angka tawuran sekaligus mencetak atlet-atlet muda potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia di level nasional dan internasional. (09/AGF).










