KOTA BEKASI, SUDUTPANDANG.ID – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menegaskan fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terhadap pembangunan infrastruktur dan ketertiban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi gabungan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bekasi.
Apel pagi yang digelar di lingkungan Pemkot Bekasi itu berlangsung lebih istimewa dibanding biasanya. Selain menjadi agenda rutin pemerintahan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kenaikan pangkat kepada pegawai berprestasi serta prosesi pelepasan pegawai yang memasuki masa purna tugas atau pensiun.
Dalam amanatnya, Harris Bobihoe memberikan apresiasi kepada seluruh ASN atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam mendukung pelayanan publik di Kota Bekasi.
Menurutnya, profesionalisme aparatur menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Namun di balik suasana penghargaan dan apresiasi tersebut, Harris juga menyampaikan sejumlah arahan strategis yang menjadi fokus utama Pemkot Bekasi dalam waktu dekat.
Salah satu poin penting yang disorot adalah percepatan pembangunan infrastruktur perkotaan.
Harris menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk mempercepat penyelesaian sejumlah proyek strategis.
Dua proyek yang menjadi perhatian utama ialah pembangunan Fly Over Bulak Kapal serta perbaikan fasilitas stasiun kereta api di Kota Bekasi.
Menurut Harris, keberadaan infrastruktur tersebut sangat penting untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Ia menilai peningkatan mobilitas warga Kota Bekasi harus diimbangi dengan pembangunan sarana transportasi yang memadai.
Dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat setiap tahun, proyek infrastruktur dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung aktivitas masyarakat.
“Pemerintah Kota Bekasi akan terus bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat penyelesaian proyek-proyek strategis demi kenyamanan masyarakat,” ujar Harris dalam amanatnya.
Selain infrastruktur, Harris juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang libur panjang Idul Adha.
Ia meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, suasana kondusif selama masa libur sangat penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas ibadah maupun mudik.
“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak harus saling bekerja sama agar suasana tetap kondusif selama libur Idul Adha,” katanya.
Arahan paling tegas disampaikan Harris terkait pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.
Ia meminta seluruh proses pemotongan hewan kurban dilakukan secara sehat, tertib, aman, dan sesuai syariat Islam.
Harris secara khusus menginstruksikan jajaran camat, lurah, RW, RT, hingga pengelola tempat pemotongan hewan untuk memastikan area penyembelihan tetap higienis dan ramah lingkungan.
Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah kurban secara benar agar tidak menimbulkan persoalan kesehatan maupun pencemaran lingkungan di tengah masyarakat.
“Kepada para camat, lurah, RW, RT, dan pengelola tempat pemotongan, wajib menyediakan sarana yang higienis dan memastikan limbah dikelola dengan baik,” tegasnya.
Harris menambahkan, salah satu persoalan yang kerap muncul saat Idul Adha adalah limbah kurban yang bercampur dengan genangan air akibat drainase tidak terawat. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu bau tidak sedap hingga menjadi sumber penyakit.
Karena itu, ia meminta seluruh wilayah memastikan saluran air di sekitar lokasi penyembelihan tetap bersih dan lancar.
Untuk mendukung kebersihan lingkungan selama Idul Adha, Harris juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menyiagakan armada khusus pembersihan.
Tim dari Dinas Lingkungan Hidup diminta bergerak cepat membantu masyarakat membersihkan sisa limbah pemotongan hewan kurban agar tidak menumpuk dan mengganggu lingkungan sekitar.
Selain pengelolaan limbah, Pemkot Bekasi juga menaruh perhatian terhadap penertiban lapak penjualan hewan kurban yang menggunakan trotoar dan fasilitas umum.
Fenomena penggunaan trotoar untuk berjualan hewan kurban memang kerap terjadi setiap tahun dan sering memicu gangguan lalu lintas serta mengurangi kenyamanan pejalan kaki.
Menanggapi hal tersebut, Harris meminta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi bersama aparatur wilayah turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan dan penertiban.
Ia menegaskan penataan area penjualan hewan kurban harus dilakukan secara proaktif agar tidak mengganggu ketertiban umum maupun keselamatan masyarakat.
“Kita ingin Idul Adha tahun ini tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga mencerminkan tata kelola kota yang rapi, bersih, dan manusiawi,” ujar Harris.
Arahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang tertib dan sehat selama momentum hari besar keagamaan.
Pihaknya berharap seluruh masyarakat dapat mendukung langkah-langkah yang dilakukan demi menjaga kenyamanan bersama, mulai dari pengelolaan limbah kurban hingga ketertiban fasilitas umum.
Dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, kebersihan lingkungan, dan keamanan masyarakat, Pemkot Bekasi optimistis perayaan Idul Adha 2026 dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.(EGI)










