Tri Adhianto Harap Event Jajanan Pasar Jadi Agenda Rutin di Setiap Kecamatan Kota Bekasi

Event Jajanan Pasar
Tri Adhianto Harap Event Jajanan Pasar Jadi Agenda Rutin di Setiap Kecamatan Kota Bekasi (Foto: Humas Pemkot Bekasi)

KOTA BEKASI, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kota Bekasi terus berkomitmen mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Event Jajanan Pasar yang menjadi wadah promosi produk lokal sekaligus pelestarian kuliner tradisional Indonesia.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini tidak bertujuan untuk mencari keuntungan, melainkan sebagai bentuk dukungan kepada para pelaku UMKM agar memiliki ruang untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat serta mendorong perputaran ekonomi lokal.

“Kegiatan ini bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, tetapi menjadi bentuk keberpihakan Pemerintah Kota Bekasi kepada para pelaku UMKM. Kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Tri Adhianto.

BACA JUGA  Pemkot Bekasi Gelar Rapat Teknis Hari Santri Nasional 2024

Antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap Event Jajanan Pasar menunjukkan bahwa kegiatan ini telah menjadi salah satu agenda yang dinantikan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bekasi berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan digelar secara bergilir di setiap kecamatan di Kota Bekasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat dan pelaku UMKM di seluruh wilayah.

“Saya berharap Event Jajanan Pasar ini dapat menjadi agenda rutin di setiap kecamatan. Dengan begitu, seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang samab untuk berkembang, dan masyarakat juga semakin mencintai kuliner tradisional sebagai warisan budaya yang harus kita lestarikan,” tambah Tri Adhianto.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap semakin banyak pelaku UMKM yang dapat berkembang, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.(PR/04)