JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Tim Nasional (Timnas) Hoki Field Putra dan Putri Indonesia terus mematangkan persiapan menuju Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Setelah berhasil mengamankan tiket ke ajang multi-event terbesar di Asia tersebut, skuad Merah Putih kini menjalani program pemusatan latihan nasional (pelatnas) secara berkelanjutan yang disertai training camp (TC) dan rangkaian pertandingan uji coba di Australia.
Program persiapan tersebut dijalankan secara mandiri oleh Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) di bawah kepemimpinan Ketua Umum Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono dan Sekretaris Jenderal Yasser Arafat Suaidy.
Sebanyak 40 pemain Timnas Hoki Field Putra dan Putri Indonesia telah berada di Darwin, Australia, sejak Sabtu (20/6/2026) untuk mengikuti pemusatan latihan intensif.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperkuat kekompakan tim menjelang persaingan ketat di Asian Games 2026.
Selama berada di Australia, tim asuhan pelatih asal Malaysia, Muhammad Dhaarma Raj, dijadwalkan menjalani latihan dan serangkaian laga uji coba melawan sejumlah klub hoki setempat mulai 22 hingga 30 Juni 2026.
Kapten Timnas Hoki Field Putra Indonesia, Aulia Akbar Al Ardh, mengapresiasi komitmen PP FHI yang terus menjaga kesinambungan program pembinaan nasional.
Menurutnya, pelatnas yang berlangsung tanpa jeda sejak Januari 2026 menjadi modal penting dalam meningkatkan performa tim.
“Kami bersyukur PP FHI terus menjalankan komitmen menggelar pelatnas tanpa putus sejak Januari lalu hingga TC dan uji coba di Australia meskipun menggunakan dana mandiri. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian karena TC dan uji coba sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas permainan dan kekompakan tim sebelum tampil di Asian Games Nagoya 2026 nanti,” kata Aulia, Senin (23/6/2026).
Menurut Aulia, kesempatan berlatih dan bertanding di Australia memberikan pengalaman berharga bagi para pemain. Selain menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda, para atlet juga dapat mengukur kemampuan mereka menghadapi tim-tim yang memiliki tradisi kuat dalam olahraga hoki.
Sementara itu, Pelatih Kepala Timnas Hoki Field Indonesia, Muhammad Dhaarma Raj, menjelaskan bahwa program pengembangan pemain tidak hanya dilakukan melalui pemusatan latihan dan pertandingan uji coba.
PP FHI juga memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain untuk tampil memperkuat klub-klub yang berkompetisi di Liga Australia.
Program tersebut dinilai sangat strategis karena mampu meningkatkan jam terbang pemain sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai pola permainan internasional.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan kualitas individu maupun kolektif tim nasional.
“Tampilnya mereka di Liga Australia sangat membantu karena bisa menambah jam terbang dan mengenal pola permainan lawan. Semua ini terjadi karena PP FHI memiliki hubungan yang baik dengan Federasi Hoki Australia,” ujar Dhaarma Raj.
Untuk sektor putra, enam pemain mendapat kesempatan memperkuat klub-klub Australia. Mereka adalah Aulia Akbar Al Ardh dan Revo Prialindro yang bergabung dengan Palmerston Saint Hockey Club, Suharyana bersama Waratah Hockey Club, Ahdan Asasi Ramadhan memperkuat Banks Hockey Club, serta Abdullah Jihad Al Akbar yang bermain untuk Commerce Pints Hockey Club.
Di sektor putri, enam pemain juga mendapat kesempatan yang sama. Nisa Indira dan Bernika Julia Mersella memperkuat Palmerston Saint Hockey Club, Lispa dan Salma Maulani bergabung dengan Waratah Hockey Club, sedangkan Sri Rahayu dan Lily Erlina Pasaribu memperkuat Banks Hockey Club.
Keikutsertaan para pemain Indonesia di kompetisi Australia diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas permainan nasional.
Kompetisi yang lebih kompetitif akan memberikan pengalaman berharga yang sulit diperoleh hanya melalui latihan domestik.
Selain fokus pada persiapan Asian Games 2026, PP FHI juga terus menjalankan program regenerasi atlet.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengirimkan Timnas Hoki Field Putra Junior U-20 Indonesia untuk tampil pada AHF Cup 2026 yang berlangsung di Kazakhstan pada 23 Juni hingga 1 Juli 2026.
Sekretaris Jenderal PP FHI, Yasser Arafat Suaidy, mengatakan keikutsertaan tim junior dalam ajang tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang yang berkesinambungan.
“PP FHI mengirimkan Timnas Hoki Field Putra Junior U-20 dalam rangka menjalankan program pembinaan berkelanjutan. Kami ingin menyiapkan regenerasi atlet nasional untuk masa depan. Para pemain yang tampil merupakan hasil seleksi Kejuaraan Nasional Junior 2026 dan telah menjalani pelatnas sejak Februari lalu,” ujarnya.
Menurut Yasser, pembinaan usia muda menjadi salah satu prioritas organisasi untuk memastikan keberlangsungan prestasi hoki Indonesia di tingkat internasional.
Melalui kompetisi internasional, para pemain muda dapat memperoleh pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan mental kompetitif.
Pelatih Muhammad Dhaarma Raj menargetkan Timnas Hoki Field Putra Junior U-20 mampu menembus babak semifinal AHF Cup 2026.
Meski demikian, ia meminta para pemain tidak terbebani dengan target tersebut dan tetap bermain lepas.
“Targetnya tentu semifinal. Namun kami ingin para pemain menikmati pertandingan dan tampil maksimal tanpa tekanan berlebihan,” katanya.
Dengan pelatnas berkelanjutan, training camp di Australia, kesempatan bermain di Liga Australia, serta program pembinaan usia muda yang terus berjalan, PP FHI menunjukkan keseriusannya dalam membangun prestasi hoki nasional.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing Timnas Hoki Indonesia saat menghadapi persaingan di Asian Games 2026 maupun berbagai turnamen internasional lainnya. (09/AGF).










