Sepekan AS Dilanda Gelombang Panas, 25 Warga Tewas

Sepekan AS Dilanda Gelombang Panas, 25 Warga Tewas
Masyarakat berusaha tetap merasa sejuk selama gelombang panas pada 25 Juni di Kota New York, AS saat suhu mencapai angka 90-an derajat Fahrenheit. FOTO: HO-insideclimatenews.org

ISTANBUL-TURKI, SUDUTPANDANG.ID – Akibat gelombang panas yang sepekan terakhir melanda Amerika Serikat (AS), sekurangnya 25 orang dilaporkan meninggal dunia, demikian seperti dilansir Kantor Berita Anadolu melalui laporan dari Istanbul, Turki., yang dikutip di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Merujuk laporan NBC News, Ahad (5/7), dengan mengutip pejabat setempat, kasus kematian akibat gelombang panas di New Jersey sebanyak 22 kasus, Illinois terdapat satu korban jiwa, dan Mississippi ada dua korban jiwa.

Akibat gelombang panas itu, 40 juta orang berada di bawah peringatan panas di seluruh wilayah pantai timur, tenggara, dan barat daya.

Badan Cuaca Nasional (NWS) AS memperingatkan badai petir berpotensi memicu angin kencang, hujan es, dan banjir bandang lokal di yang bisa merusak sejumlah wilayah di pantai timur hingga Senin.

BACA JUGA  Gaspol Dukung Program Pemerintah, DPC PDIP Jakarta Utara Gelar Vaksinasi

Peringatan banjir masih berlaku bagi 34 juta penduduk Delaware hingga Connecticut, serta New York, di mana para peramal cuaca memperkirakan curah hujan terjadi hingga 3 inci (7,6 sentimeter).

Badai hebat tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik yang berpengaruh terhadap ratusan ribu pelanggan di beberapa negara bagian di wilayah timur.

NWS menyatakan peringatan panas berlanjut hingga Minggu malam di seluruh wilayah pantai timur.

Nilai indeks panas, yang mencerminkan seberapa panas dirasakan saat kelembapan digabungkan dengan suhu udara, diperkirakan mencapai 100F (37,7C) hingga 105F (40,5C) di Philadelphia, Washington D.C., Baltimore, Raleigh, Charleston, Carolina Selatan, dan Jacksonville, Florida.

Para prakirawan cuaca mengatakan suhu di sebagian besar wilayah pantai timur akan berangsur menurun pada pekan ini, dengan suhu tertinggi di siang hari umumnya berkisar antara 70-90 Fahrenheit atau 21-32 derajat Celsius.

BACA JUGA  WNA AS Dideportasi dari Bali Karena "Overstay" 123 Hari

Meski demikian, kondisi panas ekstrem diprediksi berlanjut hingga pertengahan pekan ini di beberapa bagian negara.

Peringatan panas ekstrem telah dikeluarkan untuk beberapa bagian California dan Arizona, termasuk Phoenix dan Tucson, mulai Selasa (7/7) hingga Kamis (9/7), dengan suhu siang hari diperkirakan mencapai 45,5 derajat Celcius.

Di New York, lebih dari 378 orang telah mendatangi instalasi gawat darurat (IGD) karena keluhan penyakit terkait gelombang panas, menurut departemen kesehatan kota setempat. (Red/Anadolu/Ant/02)