SEMARANG, SUDUTPANDANG.ID — Merpati Bali dan Aras Gading Muda Jakarta menutup kiprah mereka di Mandiri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 dengan hasil positif.
Kedua tim berhasil mengamankan peringkat ketiga pada kategori U16 putri dan U16 putra usai memenangi laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Sahabat Arena, Semarang, Minggu (5/7/2026).
Merpati Bali memastikan posisi ketiga sektor U16 putri setelah mengalahkan CLS Surabaya dengan skor meyakinkan 53-36. Sementara Aras Gading Muda Jakarta tampil dominan di kategori U16 putra dengan menundukkan GMC Cirebon 74-48.
Hasil tersebut menjadi penutup manis bagi kedua tim setelah sebelumnya gagal melangkah ke partai final. Meski tidak berhasil memperebutkan gelar juara, kemenangan pada laga terakhir menjadi bukti semangat juang para pemain untuk mengakhiri turnamen dengan prestasi.
Merpati Bali Tampil Dominan
Merpati Bali langsung mengambil inisiatif serangan sejak kuarter pertama. Permainan agresif dan disiplin dalam bertahan membuat tim asal Pulau Dewata itu unggul 17-8.
Dominasi Merpati berlanjut pada kuarter kedua. Serangan yang efektif serta pertahanan yang rapat membuat CLS Surabaya kesulitan mengembangkan permainan. Merpati menutup babak pertama dengan keunggulan telak 36-15.
Memasuki kuarter ketiga, CLS mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan melalui beberapa serangan cepat. Namun, Merpati tetap mampu menjaga ritme permainan hingga mempertahankan keunggulan menjadi 43-26.
Pada kuarter penutup, Merpati tidak memberikan kesempatan bagi CLS untuk mengejar. Mereka terus mengontrol tempo pertandingan hingga akhirnya memastikan kemenangan 53-36 sekaligus mengunci posisi ketiga nasional.
Keberhasilan Merpati tidak lepas dari kontribusi Sydney Gabrielle. Meski hanya mencetak lima poin, ia tampil impresif dengan membukukan 11 rebound dan empat steal yang berperan besar menjaga keseimbangan permainan tim.
Di kubu CLS Surabaya, Miley Raditya menjadi pemain paling produktif setelah mengoleksi 13 poin, enam steal, dan empat rebound. Namun, performanya belum mampu membawa CLS membalikkan keadaan.
Pelatih Merpati Bali, Kadek Darmawan, mengaku kemenangan tersebut merupakan hasil dari persiapan matang yang dilakukan tim pelatih bersama seluruh pemain.
Menurutnya, tim telah mempelajari permainan CLS melalui sesi analisis video sehingga para pemain memahami strategi yang harus diterapkan di lapangan.
“Kami sudah dua kali bertemu mereka. Melalui video session kami mempersiapkan pertandingan dengan baik, dan anak-anak datang dengan rasa percaya diri serta keyakinan untuk menang,” ujarnya.
Kadek mengaku bangga melihat mental bertanding para pemainnya. Setelah sebelumnya gagal melaju ke final, para pemain menunjukkan tekad kuat untuk tidak kembali kalah dari lawan yang sama.
“Yang paling membanggakan adalah anak-anak tidak mau kalah untuk kedua kalinya. Semangat itu terlihat sepanjang pertandingan,” katanya.
Aras Gading Tutup Turnamen dengan Kemenangan Meyakinkan

Pada pertandingan perebutan tempat ketiga kategori U16 putra, Aras Gading Muda Jakarta juga tampil solid saat menghadapi GMC Cirebon.
Aras sempat mendapat perlawanan ketat pada kuarter pertama sebelum akhirnya unggul tipis 19-17.
Memasuki kuarter kedua, permainan Aras semakin berkembang. Mereka tampil lebih efektif dalam menyerang dan disiplin saat bertahan hingga memperlebar keunggulan menjadi 37-24 saat turun minum.
Selepas jeda, dominasi Aras semakin terlihat. Mereka mampu menjaga konsistensi permainan sehingga menutup kuarter ketiga dengan skor 56-36.
Pada kuarter terakhir, Aras tidak mengendurkan tekanan. Mereka terus menambah angka hingga memastikan kemenangan telak 74-48 sekaligus meraih posisi ketiga Kejurnas.
Salah satu pemain yang tampil menonjol adalah Noah Van. Meski memulai pertandingan dari bangku cadangan, ia berhasil mencatatkan double-double dengan torehan 17 poin dan 12 rebound.
Sementara itu, Frederick Orlando menjadi pemain paling produktif di kubu GMC Cirebon setelah menyumbang 13 poin dan tujuh rebound.
Pelatih Aras Gading Muda Jakarta, Hoei Maechel, mengatakan timnya mampu bangkit setelah mengalami penurunan performa pada dua pertandingan sebelumnya.
Menurutnya, seluruh evaluasi yang dilakukan tim pelatih berhasil diterapkan dengan baik oleh para pemain saat menghadapi GMC.
“Pada dua pertandingan kemarin kami sempat drop. Hari ini semua penyesuaian yang disiapkan oleh tim pelatih mampu dijalankan dengan baik oleh anak-anak. Memang starter sedikit kurang maksimal, tetapi pemain dari bangku cadangan tampil sangat baik,” ujarnya.
Hoei menilai momentum kebangkitan tim dimulai sejak kuarter kedua ketika seluruh strategi berjalan sesuai rencana.
“Mulai kuarter kedua, ketiga, sampai keempat semuanya berjalan sesuai planning. Anak-anak bisa menjaga permainan dengan baik sampai akhir,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap semangat juang seluruh pemain yang tidak menyerah meski gagal mencapai partai final.
“Yang paling membanggakan adalah kerja keras mereka. Defense mati-matian sampai akhir, dan ketika pertahanan berjalan baik, offense akan mengikuti dengan sendirinya,” ungkap Hoei.
Penutup Manis Menuju Partai Final
Dengan hasil tersebut, Merpati Bali resmi menempati peringkat ketiga kategori U16 putri, sedangkan CLS Surabaya harus puas berada di posisi keempat.
Di sektor U16 putra, Aras Gading Muda Jakarta juga mengakhiri turnamen di posisi ketiga, sementara GMC Cirebon menempati peringkat keempat.
Usai laga perebutan tempat ketiga, perhatian pecinta bola basket nasional kini tertuju pada partai final Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 2026 yang akan mempertemukan Airone Jakarta menghadapi AKJ Semarang dalam perebutan gelar juara kategori U16 putra.
Kejuaraan yang digelar PERBASI ini menjadi salah satu ajang pembinaan pemain muda nasional sekaligus wadah bagi klub-klub untuk melahirkan calon atlet masa depan yang diharapkan mampu memperkuat Indonesia di level internasional. (09/AGF).










