Pangdam Jaya Pimpin Seleksi Catar Akademi TNI 2026

Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi memimpin Sidang Parade Seleksi Tingkat Daerah Calon Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 di Makodam Jaya, Jakarta, dengan melibatkan 485 peserta yang bersaing menjadi calon perwira TNI masa depan. (Foto: ist/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Panglima Kodam (Pangdam) Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi memimpin Sidang Parade Pemilihan Tingkat Daerah Penerimaan Calon Taruna (Catar) Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 yang digelar Panitia Seleksi Integratif Daerah (Panselinda) Jakarta di Aula Sudirman, Makodam Jaya, Jakarta Timur, Senin (29/6/2026).

Sidang parade tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi penerimaan Calon Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026. Melalui tahapan ini, TNI berupaya menjaring putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kualitas, integritas, kemampuan akademik, serta karakter kepemimpinan untuk dipersiapkan menjadi calon perwira masa depan.

Sebanyak 485 peserta mengikuti sidang parade tingkat daerah setelah sebelumnya dinyatakan lolos dalam berbagai tahapan seleksi awal. Seluruh peserta telah menjalani serangkaian pemeriksaan yang meliputi administrasi, kesehatan, kemampuan jasmani, psikologi, mental ideologi, hingga penilaian akhir di tingkat daerah.

Pangdam Jaya menegaskan bahwa proses seleksi harus dilaksanakan secara objektif, transparan, profesional, dan akuntabel. Menurutnya, seluruh tahapan seleksi wajib bebas dari intervensi sehingga mampu menghasilkan calon taruna terbaik yang benar-benar memenuhi persyaratan sebagai calon pemimpin TNI.

Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi memimpin Sidang Parade Seleksi Tingkat Daerah Calon Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 di Makodam Jaya, Jakarta, dengan melibatkan 485 peserta yang bersaing menjadi calon perwira TNI masa depan. (Foto: ist/SP)

“Seleksi ini bukan hanya mencari peserta yang memiliki kemampuan akademik dan fisik yang baik, tetapi juga calon pemimpin yang memiliki jiwa pengabdian, loyalitas, disiplin, dan nilai-nilai keprajuritan,” tegas Letjen TNI Deddy Suryadi dalam arahannya kepada panitia dan peserta seleksi.

BACA JUGA  Soal Rp40 Juta, Usai Diperiksa KPK Ahmad Sahroni Bilang Begini!

Ia menekankan bahwa tantangan yang dihadapi TNI pada masa mendatang semakin kompleks. Karena itu, proses rekrutmen harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual dan fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta komitmen mengabdi kepada bangsa dan negara.

Menurut Pangdam, profesionalisme dalam pelaksanaan seleksi menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan prajurit TNI. Oleh sebab itu, seluruh panitia diminta bekerja sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan prinsip kejujuran dan objektivitas dalam setiap tahapan penilaian.

Selain memberikan arahan kepada panitia, Pangdam Jaya juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta seleksi agar mengikuti setiap tahapan dengan penuh semangat dan percaya diri. Ia mengingatkan bahwa kesempatan menjadi taruna Akademi TNI merupakan kehormatan sekaligus awal dari pengabdian kepada negara.

Para peserta diminta menampilkan kemampuan terbaik tanpa mengabaikan nilai-nilai sportivitas dan kejujuran. Pangdam menilai karakter tersebut menjadi modal penting bagi calon perwira TNI yang nantinya akan memimpin satuan serta menjalankan tugas mempertahankan kedaulatan negara.

BACA JUGA  Malam Ini, Debat Cawapres Dikawal 2.000 Personel Kepolisian

Pelaksanaan Sidang Parade Tingkat Daerah merupakan salah satu tahapan krusial sebelum peserta mengikuti seleksi pada tingkat berikutnya. Dalam forum tersebut, panitia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pemeriksaan yang telah dijalani setiap peserta untuk menentukan siapa saja yang berhak melanjutkan ke tahap seleksi selanjutnya.

Melalui proses seleksi yang berlapis, TNI berharap mampu memperoleh calon taruna yang memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, kondisi kesehatan, ketahanan fisik, stabilitas mental, serta kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai keprajuritan.

Penerimaan Calon Taruna Akademi TNI merupakan bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Para peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan menempuh pendidikan di Akademi TNI sebelum dilantik sebagai perwira pertama dan mengemban tugas di matra Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara.

Karena itu, proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan setiap calon memiliki kompetensi dan kesiapan menghadapi tantangan tugas di masa depan. Selain kemampuan akademik, aspek moral, kepemimpinan, disiplin, dan semangat pengabdian menjadi indikator penting dalam penilaian.

BACA JUGA  Dandim dan Bupati Probolinggo Hadiri Tradisi Kerapan Sapeh Sakak

Pangdam Jaya berharap Sidang Parade Pemilihan Tingkat Daerah Tahun Anggaran 2026 dapat menghasilkan calon taruna terbaik dari wilayah Panselinda Jakarta yang mampu bersaing pada tahapan seleksi berikutnya.

“Mudah-mudahan melalui proses seleksi yang objektif dan transparan ini akan lahir calon-calon perwira TNI yang profesional, modern, tangguh, serta memiliki karakter kuat untuk mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Dengan pelaksanaan seleksi yang mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas, Kodam Jaya optimistis dapat mengirimkan wakil terbaik dari wilayah Jakarta untuk mengikuti pendidikan di Akademi TNI.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mencetak generasi pemimpin militer yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi dinamika pertahanan negara di masa mendatang. (Sumber Pengdam Jaya/09)