SUDUTPANDANG.ID – Fanatisme sepak bola kembali memakan korban jiwa. Seorang pria di Bangladesh dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan yang dipicu perdebatan mengenai pertandingan sepak bola dan kegagalan Lionel Messi mengeksekusi tendangan penalti.
Korban bernama Mohammed Shariful Islam (35) meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat pengeroyokan yang terjadi di sebuah warung teh di wilayah Cumilla, Bangladesh, saat warga menyaksikan pertandingan Argentina melawan Mesir, Selasa (7/7/2026).
Dilansir dari The Daily Star, Minggu (12/7/2026), insiden bermula ketika Lionel Messi gagal memanfaatkan peluang melalui tendangan penalti pada menit ke-21. Penalti pemain Argentina tersebut berhasil digagalkan kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Kegagalan Messi disebut memicu perdebatan di antara para penonton. Menurut keterangan saksi, Shariful yang mendukung Mesir melontarkan ejekan kepada pendukung Argentina setelah penalti tersebut gagal berbuah gol.
“Bapakmu tidak bisa mencetak gol,” ujar saksi menirukan ucapan korban yang ditujukan kepada pendukung Argentina.
Suasana yang semula hanya diwarnai adu mulut kemudian berubah menjadi perkelahian.
Penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, Shankar Kumar Das, mengatakan, dua pria yang diidentifikasi sebagai Babu dan Main Uddin Malu diduga memukul kepala korban saat keributan berlangsung.
Warga sekitar sempat membawa Shariful ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia.
Media Bangladesh Prothom Alo melaporkan, Shariful sehari-hari bekerja sebagai pengemudi becak motor dan diketahui mendukung tim Mesir dalam pertandingan tersebut.
Kepergian Shariful meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Istrinya, Beauty Banu, mengaku tidak menyangka pertandingan sepak bola berakhir dengan kehilangan suaminya.
“Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya memiliki dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang?” ujar Beauty Banu.
Ia juga meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian setempat untuk mengungkap seluruh kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban.(red)










