SUDUTPANDANG.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Iran mengajukan permintaan untuk kembali menggelar perundingan dengan Washington. Menurut Trump, pihaknya telah menyetujui usulan tersebut meski tetap menegaskan bahwa gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social, sebagaimana dikutip Sudutpandang.id, Sabtu (11/7/2026).
“Republik Islam Iran telah meminta kami untuk melanjutkan ‘pembicaraan’. Kami telah sepakat untuk melakukannya,” tulis Trump.
Meski menyatakan kesediaan untuk melanjutkan jalur diplomasi, Trump menegaskan sikap pemerintahannya terkait penghentian gencatan senjata tidak berubah.
“Namun, Amerika Serikat telah menyatakan kepada mereka dengan sangat tegas bahwa gencatan senjata telah berakhir,” tulisnya.
Dilansir dari CNN, di tengah pernyataan tersebut, seorang diplomat menyebut para negosiator Qatar yang berkoordinasi dengan pemerintah AS telah bertolak ke Iran untuk bertemu dengan pejabat setempat.
Sementara itu, seorang pejabat AS mengatakan bahwa strategi pemerintahan Trump adalah melakukan operasi militer. Kemudian menghentikannya sementara guna membuka ruang bagi upaya diplomasi dan mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Sebelumnya, Presiden AS juga menyampaikan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku.
Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (8/7/2026), setelah pihaknya melancarkan serangan terhadap Iran yang kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan pangkalan AS militer di kawasan Teluk.
“Sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir,” kata Trump saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga menyatakan bahwa melanjutkan pembicaraan tanpa hasil dinilainya tidak produktif.
Sebelumnya, militer AS mengumumkan telah menyelesaikan operasi yang menyasar sistem pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal, jaringan komando, serta kapal-kapal militer Iran.
Washington menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan terbaru Trump mengenai rencana dimulainya kembali perundingan dengan Negeri Paman Sam.(red)










