SEMARANG, SUDUTPANDANG.ID – Merpati Bali dan The Lion Surabaya melengkapi daftar empat besar kategori putra U18 pada Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026.
Kedua tim memastikan tiket semifinal usai meraih kemenangan pada babak perempat final yang berlangsung di Sahabat Arena, Semarang, Minggu (12/7/2026).
Merpati Bali sukses menyingkirkan Warriors Jakarta dengan skor 74-57, sedangkan The Lion Surabaya mengatasi perlawanan The Hawk Banten dengan kemenangan 72-65.
Hasil tersebut memastikan seluruh kontestan semifinal kategori U18 putra telah lengkap, yakni Aras Gading Muda Jakarta, Cendrawasih Bandung, Merpati Bali, dan The Lion Surabaya.
Pada babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung Senin (13/7/2026), Merpati Bali akan menghadapi Aras Gading Muda Jakarta.
Sementara itu, The Lion Surabaya ditantang Cendrawasih Bandung untuk memperebutkan satu tiket menuju partai final.
Merpati Bangkit Setelah Tertinggal
Laga antara Merpati Bali dan Warriors Jakarta berlangsung sengit sejak awal pertandingan. Warriors tampil agresif pada kuarter pertama dengan memanfaatkan serangan cepat dan transisi yang efektif sehingga mampu unggul tipis 18-14.
Namun, Merpati Bali perlahan menemukan ritme permainan pada kuarter kedua. Perubahan strategi di sektor pertahanan membuat tim asal Pulau Dewata mampu membalikkan keadaan dan menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 36-35.
Selepas turun minum, Merpati semakin mendominasi jalannya pertandingan. Pertahanan yang solid berhasil membatasi produktivitas Warriors, sementara serangan yang lebih efektif membawa Merpati memperlebar keunggulan menjadi 51-45 pada akhir kuarter ketiga.
Momentum tersebut terus dipertahankan hingga kuarter penutup. Merpati tampil disiplin di kedua sisi lapangan dan menambah keunggulan hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 74-57.
Pemain Merpati Bali, Made Abhinaya, kembali menjadi sosok sentral dalam kemenangan timnya. Ia mencetak 23 poin, 4 rebound, dan 7 assist, sekaligus menjadi motor serangan Merpati sepanjang pertandingan.
Di kubu Warriors Jakarta, Abdul Kareem menjadi pemain paling produktif dengan kontribusi 12 poin dan 9 rebound, meski belum mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan.
Pelatih Merpati Bali, Aldion Aditia, mengatakan perubahan pendekatan di sektor pertahanan menjadi faktor utama kebangkitan timnya setelah sempat tertinggal pada awal pertandingan.
“Kami membenahi defense. Di awal pertandingan pertahanan kami kurang bagus, tetapi setelah itu anak-anak bisa memperbaikinya dan menjalankan apa yang sudah disiapkan,” ujar Aldion.
Menurutnya, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kualitas strategi, tetapi juga kesiapan mental serta kemampuan para pemain menjalankan instruksi pelatih di lapangan.
“Strategi, mental, dan eksekusi sama-sama penting. Kalau salah satunya tidak berjalan, kami bisa kehilangan kendali pertandingan,” katanya.
Menghadapi semifinal, Aldion menegaskan fokus tim kini tertuju pada pemulihan kondisi fisik pemain agar siap menghadapi Aras Gading Muda Jakarta.
“Effort harus tetap dijaga. Anak-anak harus cepat recovery dan datang besok dengan semangat untuk menang,” tambahnya.
The Lion Surabaya Redam Kebangkitan The Hawk

Pada pertandingan perempat final lainnya, The Lion Surabaya juga memastikan langkah ke semifinal setelah menaklukkan The Hawk Banten dengan skor 72-65.
The Lion langsung mengambil inisiatif permainan sejak awal. Berkat permainan kolektif yang efektif, mereka menutup kuarter pertama dengan keunggulan 20-11.
Dominasi berlanjut pada kuarter kedua. Pertahanan yang disiplin dan penyelesaian akhir yang efisien membuat The Lion memperbesar keunggulan menjadi 39-25 saat turun minum.
Selepas jeda, The Hawk mulai memberikan perlawanan. Mereka mampu meningkatkan intensitas permainan dan memangkas ketertinggalan, meski The Lion masih memimpin 56-39 hingga akhir kuarter ketiga.
Drama terjadi pada kuarter terakhir ketika The Hawk tampil lebih agresif melalui aksi Ardiprajna Sidharta. Mereka sempat memperkecil selisih angka sehingga pertandingan kembali berlangsung ketat.
Meski mendapat tekanan, The Lion mampu menjaga ketenangan pada momen-momen krusial hingga akhirnya mengunci kemenangan 72-65.
Pemain andalan The Lion, Kenneth Aiden, kembali tampil impresif dengan mencetak 25 poin dan 4 steal. Sementara Ardiprajna Sidharta menjadi pencetak angka terbanyak bagi The Hawk dengan torehan 28 poin dan 4 rebound.
Pelatih The Lion Surabaya, Charlie Putra, mengungkapkan bahwa timnya telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam pemain kunci lawan.
“Kami fokus kepada pemain nomor 0 karena dari gameplay mereka dia menjadi ancaman utama. Walaupun sempat kecolongan, fokus kami tetap di defense dan box out rebound,” ujar Charlie.
Menurutnya, faktor utama kemenangan bukan semata-mata kemampuan individu, melainkan keberhasilan seluruh pemain menjalankan sistem permainan yang telah disusun.
“Hari ini yang paling menentukan adalah sistem. Yang penting anak-anak bermain rapi dan tidak takut menjalankan apa yang sudah direncanakan,” katanya.
Menghadapi Cendrawasih Bandung di semifinal, Charlie menegaskan tim pelatih akan kembali melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami harus scouting lagi lawan. Selain itu, box out dan rebound harus diperbaiki karena menurut saya hari ini masih kurang,” ujarnya.
Empat Tim Berebut Tiket Final
Dengan rampungnya seluruh pertandingan babak perempat final, persaingan menuju gelar juara kategori putra U18 semakin mengerucut.
Aras Gading Muda Jakarta, Cendrawasih Bandung, Merpati Bali, dan The Lion Surabaya menjadi empat tim terbaik yang masih bertahan dalam perebutan gelar nasional.
Semifinal dijadwalkan berlangsung pada Senin (13/7/2026) di Sahabat Arena, Semarang. Duel antara Aras Gading Muda melawan Merpati Bali diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim tampil konsisten sepanjang turnamen.
Sementara laga Cendrawasih Bandung kontra The Lion Surabaya juga diyakini menyajikan persaingan sengit mengingat keduanya memiliki materi pemain yang merata.
Keempat tim kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tempat di partai puncak Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 kategori putra, sekaligus menjaga peluang meraih gelar juara nasional. (09/AGF)










