JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Timnas Basket U18 Putri Indonesia mulai menjalani pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi FIBA U18 Women’s Asia Cup 2026 Division B yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 13–19 Juli 2026.
Sebanyak 12 pemain dipanggil oleh Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) melalui Badan Tim Nasional untuk memperkuat skuad Merah Putih dalam ajang bergengsi level Asia tersebut.
Latihan perdana digelar di The Breeze BSD City mulai Senin (6/7). Selain mematangkan kondisi fisik dan teknik pemain, pemusatan latihan juga menjadi momentum bagi tim pelatih melakukan penyempurnaan strategi setelah mengevaluasi penampilan Indonesia pada FIBA U18 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2026.
Penanggung jawab Timnas Basket U18, Fictor Roring, menjelaskan bahwa terdapat perubahan pada jajaran pelatih. Posisi pelatih kepala kini diemban Fredy menggantikan Amin Prihantono yang berhalangan mendampingi tim.
Menurut Fictor, pergantian tersebut tidak akan memengaruhi proses persiapan karena kedua pelatih memiliki filosofi permainan yang sama.
“Ada pergantian pelatih karena Coach Amin berhalangan. Coach Fredy yang menemani sejak seleksi awal kemudian naik menjadi pelatih kepala. Tidak ada masalah karena Coach Amin maupun Coach Fredy memiliki sistem yang sama,” ujar Fictor.
Selain pergantian pelatih kepala, DPP Perbasi juga menambah komposisi staf kepelatihan dengan menghadirkan pelatih perempuan, Jenny, yang berasal dari Sumatera Utara.
Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi regulasi Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) yang mewajibkan setiap tim nasional putri memiliki pelatih perempuan dalam jajaran ofisial.
Tak hanya itu, perubahan juga terjadi pada tim pendukung. Grace Suriadi Halim ditunjuk sebagai dokter tim menggantikan posisi fisioterapis guna menyesuaikan ketentuan FIBA terkait susunan ofisial.
“Perubahan ini dilakukan untuk memenuhi regulasi FIBA sehingga seluruh persyaratan administrasi maupun teknis dapat dipenuhi sebelum keberangkatan ke Bangkok,” kata Fictor.
Dari sisi pemain, mayoritas skuad merupakan wajah-wajah yang sebelumnya tampil pada babak kualifikasi SEABA di Filipina. Sebanyak 10 pemain dipertahankan karena dinilai masih menjadi tulang punggung tim.
Sementara itu, dua nama baru masuk ke dalam daftar pemain, yakni Raina Aisha Raheem dari Roar Jakarta dan Regina Cahyu Maharani yang memperkuat Sahabat Semarang.
Keduanya menggantikan Maria Odifa dan Chelsea Kustiawan setelah tim pelatih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa skuad pada turnamen sebelumnya.
Pelatih kepala Fredy menegaskan bahwa perubahan komposisi pemain sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan tim dan hasil evaluasi teknis.
“Pergantian dua pemain ini murni berdasarkan hasil evaluasi penampilan tim saat tampil di SEABA Qualifiers di Filipina. Selain itu, kami juga akan melakukan beberapa penyesuaian dalam sistem permainan untuk menghadapi persaingan di Bangkok,” ujar Fredy.
Menurutnya, persaingan pada FIBA U18 Women’s Asia Cup Division B dipastikan lebih ketat karena setiap negara membawa pemain-pemain terbaik di kelompok usia tersebut.
Oleh karena itu, tim pelatih berupaya meningkatkan efektivitas permainan, baik dalam aspek pertahanan maupun serangan, agar Indonesia mampu bersaing hingga fase gugur.
Pada turnamen nanti, Indonesia tergabung di Grup A bersama India, Thailand, dan Oman. Sementara Grup B dihuni Samoa, Kepulauan Cook, Lebanon, dan Kazakhstan.
Persaingan di Grup A diprediksi berlangsung sengit mengingat Thailand berstatus tuan rumah, sedangkan India menjadi salah satu tim yang memiliki tradisi kuat dalam kompetisi kelompok umur Asia.
Untuk menjaga peluang promosi ke Divisi A, Indonesia harus mampu finis di posisi tiga besar grup agar dapat melanjutkan perjalanan menuju babak perempat final dan menjaga peluang tampil di partai puncak.
Target tersebut menjadi fokus utama tim pelatih selama masa persiapan yang berlangsung di Jakarta.
Selain meningkatkan kemampuan individu pemain, pemusatan latihan juga diarahkan untuk memperkuat kekompakan tim, komunikasi di lapangan, serta adaptasi terhadap pola permainan baru yang disiapkan jajaran pelatih.
DPP Perbasi berharap persiapan yang matang mampu membawa Timnas Basket U18 Putri tampil lebih kompetitif dibandingkan penampilan pada babak kualifikasi.
Keikutsertaan Indonesia di FIBA U18 Women’s Asia Cup 2026 juga menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang untuk mencetak atlet-atlet muda yang kelak memperkuat tim nasional senior pada berbagai kejuaraan internasional.
Dengan perpaduan pemain berpengalaman dan wajah baru, serta dukungan sistem kepelatihan yang telah disesuaikan dengan regulasi internasional, Timnas Basket U18 Putri optimistis mampu memberikan penampilan terbaik di Bangkok sekaligus mengharumkan nama Indonesia di level Asia. (09/AGF).
Daftar 12 Pemain Timnas Basket U18 Putri
- Ariqa Shafa Chayyara (Roar Jakarta)
- Raina Aisha Raheem (Roar Jakarta)
- Yemima Agatha Rahiesa (Roar Jakarta)
- Chloe Cathleen Cung (Airone Jakarta)
- Mabekou Talla Valeria (Warriors Jakarta)
- Inez Angelina Welly (GMC Cirebon)
- Praisey Blessed (GMC Cirebon)
- Fiorenza Celesta (Scorpio Bandung)
- Regina Cahyu Maharani (Sahabat Semarang)
- Richelle Evelyn Widjaja (CLS Surabaya)
- Joanne Giovanni (Line Spartan)
- I Gusti Ayu Krisabella (Merpati Bali)










