JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II, Letnan Jenderal TNI (Marsekal Madya TNI) Muzafar, S.Sos., M.M., resmi menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dalam upacara kenaikan pangkat Perwira Tinggi (Pati) TNI yang digelar di Aula Gatot Subroto, Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Upacara tersebut dipimpin oleh Inspektur Jenderal (Irjen) TNI Laksamana Madya TNI Hersan yang mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto.
Kenaikan pangkat itu merupakan bagian dari promosi terhadap 105 Perwira Tinggi TNI yang dinilai telah menunjukkan dedikasi, profesionalisme, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam upacara tersebut, sebanyak 105 Perwira Tinggi menerima kenaikan pangkat yang terdiri atas 44 perwira TNI Angkatan Darat (AD), 31 perwira TNI Angkatan Laut (AL), dan 30 perwira TNI Angkatan Udara (AU).
Bagi Letjen Udara Muzafar, kenaikan pangkat tersebut bukan sekadar penghargaan atas perjalanan karier militer, melainkan amanah baru yang membawa tanggung jawab lebih besar dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto atas kepercayaan yang diberikan kepada saya,” ujar Muzafar usai mengikuti upacara kenaikan pangkat.

Ia menegaskan bahwa pangkat baru tersebut akan dijadikan motivasi untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II.
Menurut Muzafar, setiap kenaikan pangkat di lingkungan TNI bukan hanya simbol penghargaan, tetapi juga bentuk kepercayaan negara kepada prajurit yang dinilai mampu mengemban tanggung jawab strategis.
“Pangkat dan jabatan ini merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa dan negara. Amanah tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, integritas, profesionalisme, serta rasa tanggung jawab yang tinggi,” katanya.
Sebagai Pangkogabwilhan II, Muzafar memiliki peran penting dalam mengoordinasikan operasi gabungan lintas matra di wilayah pertahanan II.
Jabatan tersebut menuntut kesiapan menghadapi berbagai tantangan pertahanan, baik yang bersifat konvensional maupun ancaman nonmiliter yang terus berkembang.
Ia menilai, dinamika lingkungan strategis kawasan mengharuskan TNI terus meningkatkan kesiapan personel, kemampuan operasi, serta memperkuat koordinasi antarsatuan.
Karena itu, salah satu fokus kepemimpinannya adalah mempererat sinergi antara TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara agar seluruh komponen pertahanan mampu bekerja secara terpadu dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
“Kami akan terus memperkuat sinergitas antar-matra sehingga setiap unsur pertahanan dapat bergerak secara efektif dan terintegrasi dalam menjaga wilayah pertahanan Indonesia,” ujarnya.
Selain meningkatkan interoperabilitas antarmatra, Muzafar juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kesiapan operasional satuan di bawah jajarannya. Menurutnya, kesiapan personel menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pertahanan negara.
Ia menegaskan bahwa kekuatan TNI tidak hanya ditentukan oleh modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang disiplin, profesional, dan memiliki loyalitas tinggi.
“Kekuatan TNI sesungguhnya bukan hanya berada pada alutsista, tetapi juga pada soliditas prajurit yang menjalankan setiap tugas dengan penuh dedikasi,” kata Muzafar.
Lebih lanjut, ia berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang mendukung profesionalisme prajurit melalui kepemimpinan yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kemampuan organisasi.
Menurutnya, prajurit yang merasa dihargai dan didukung akan memiliki motivasi lebih besar dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara.
Upacara kenaikan pangkat Perwira Tinggi TNI sendiri menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan organisasi TNI.
Selain menjadi bentuk penghargaan atas prestasi dan dedikasi personel, momentum tersebut juga menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan untuk memperkuat organisasi dalam menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks.
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Irjen TNI Laksda TNI Hersan, kenaikan pangkat merupakan bentuk apresiasi negara terhadap pengabdian para perwira tinggi sekaligus kepercayaan untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar.
Dengan bertambahnya amanah tersebut, seluruh perwira tinggi diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme, menjaga soliditas TNI, serta terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Bagi Letjen Udara Muzafar, momentum kenaikan pangkat ini menjadi awal dari babak baru pengabdiannya sebagai pemimpin di Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II.
Ia memastikan akan menjalankan setiap tugas dengan penuh integritas serta mengedepankan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Kami akan terus bekerja keras menjaga stabilitas, memperkuat sistem pertahanan, dan memastikan wilayah pertahanan II tetap aman, kondusif, serta mampu mendukung kepentingan strategis nasional. Seluruh pengabdian ini kami persembahkan demi Indonesia,” tegasnya. (Egi/09)










