The Lion dan Satria Melaju ke Final U18 Putri

The Lion Surabaya dan Satria Karadenan Bogor memastikan tiket ke final kategori U18 putri Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 2026 usai mengalahkan Warriors Jakarta dan Sahabat BWX Banyuwangi pada laga semifinal di Sahabat Arena, Semarang. (Foto: ist/SP)

SEMARANG, SUDUTPANDANG.ID — The Lion Surabaya dan Satria Karadenan Bogor memastikan diri melaju ke partai final kategori U18 putri Mandiri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Antarklub U16 & U18 Putra dan Putri 2026 setelah sama-sama meraih kemenangan pada babak semifinal yang berlangsung di Sahabat Arena, Semarang, Senin (13/7/2026).

The Lion Surabaya menjadi tim pertama yang mengamankan tiket ke partai puncak usai menundukkan Warriors Jakarta dengan skor ketat 42-37.

Sementara itu, Satria Karadenan Bogor menyusul ke final setelah mengalahkan Sahabat BWX Banyuwangi dengan skor 63-46.

Hasil tersebut memastikan laga final U18 putri akan mempertemukan dua tim yang tampil konsisten sepanjang turnamen dan sama-sama menunjukkan kualitas permainan yang impresif sejak fase penyisihan.

The Lion Tumbangkan Warriors Jakarta

The Lion Surabaya dan Satria Karadenan Bogor memastikan tiket ke final kategori U18 putri Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 2026 usai mengalahkan Warriors Jakarta dan Sahabat BWX Banyuwangi pada laga semifinal di Sahabat Arena, Semarang. (Foto: ist/SP)

Semifinal pertama berlangsung sengit sejak awal pertandingan. The Lion Surabaya dan Warriors Jakarta sama-sama menerapkan permainan disiplin sehingga skor berjalan ketat pada kuarter pertama.

Warriors beberapa kali mencoba memanfaatkan transisi cepat untuk mencetak angka.

Namun, pertahanan solid yang diperagakan The Lion mampu meredam agresivitas lawannya.

The Lion menutup kuarter pertama dengan keunggulan 14-10 sebelum memperlebar jarak menjadi 22-16 saat turun minum.

Memasuki babak kedua, Warriors Jakarta meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.

Mereka beberapa kali berhasil memangkas selisih angka, tetapi The Lion selalu mampu merespons dengan permainan kolektif dan pertahanan yang disiplin.

Memasuki kuarter terakhir dengan keunggulan sembilan poin, The Lion tampil lebih tenang dalam mengatur tempo pertandingan.

BACA JUGA  Suroboyo 10K Cetak Rekor Antusiasme

Warriors sempat membuka peluang melakukan comeback pada menit-menit akhir, tetapi ketenangan para pemain Surabaya dalam menguasai bola membuat keunggulan tetap terjaga hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan tersebut membawa The Lion Surabaya menjadi finalis pertama Kejurnas Antarklub U18 Putri 2026.

Pemain The Lion, Hannah Harshita, menjadi bintang kemenangan setelah mencatatkan 17 poin dan 18 rebound, sekaligus membukukan double-double.

Di kubu Warriors Jakarta, Christiena Mien tampil sebagai pencetak angka terbanyak dengan torehan 12 poin serta menambahkan empat steal.

Pelatih The Lion Surabaya, Feruji Jezswi, mengaku pertandingan berlangsung sesuai prediksi karena Warriors merupakan lawan yang memiliki kualitas baik.

“Hari ini anak-anak bermain cukup solid. Memang sempat under perform, tetapi kami terus melakukan evaluasi. Yang terpenting, kami tidak ingin mengalami kekalahan untuk kedua kalinya,” ujar Feruji.

Menghadapi laga final, ia meminta para pemain tetap mempertahankan karakter permainan sendiri dan tidak terpengaruh gaya bermain lawan.

“Kami harus tetap bermain sesuai karakter tim. Jangan sampai terbawa permainan lawan karena itu bisa menjadi bumerang bagi kami,” katanya.

Ia juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat puas meski telah berhasil mencapai partai final.

“Setiap pertandingan selalu dimulai dari skor 0-0. Jadi kami harus datang dengan semangat yang sama dan terus berjuang,” tegasnya.

Satria Karadenan Tampil Dominan

The Lion Surabaya dan Satria Karadenan Bogor memastikan tiket ke final kategori U18 putri Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 2026 usai mengalahkan Warriors Jakarta dan Sahabat BWX Banyuwangi pada laga semifinal di Sahabat Arena, Semarang. (Foto: ist/SP)

Pada semifinal kedua, Satria Karadenan Bogor berhasil memastikan tiket terakhir menuju partai final setelah mengalahkan Sahabat BWX Banyuwangi dengan skor meyakinkan 63-46.

BACA JUGA  Indonesia Libas Oman 127-6 di FIBA U18

Laga diawali dengan permainan yang cukup berimbang. Kedua tim saling bertukar serangan hingga kuarter pertama ditutup dengan skor sama kuat 11-11.

Sahabat BWX sempat beberapa kali memanfaatkan celah pertahanan Satria untuk mencetak angka. Namun, memasuki kuarter kedua, Satria mulai menemukan ritme permainan terbaiknya.

Permainan yang lebih tenang dalam membangun serangan serta dominasi di area paint membuat Satria mampu menciptakan selisih angka.

Mereka menutup babak pertama dengan keunggulan 33-29.

Selepas jeda, dominasi Satria semakin terlihat. Pertahanan yang disiplin membuat Sahabat BWX kesulitan memperoleh peluang terbuka, sementara efektivitas serangan Satria terus menghasilkan poin.

Keunggulan terus bertambah hingga mencapai 49-38 pada akhir kuarter ketiga sebelum akhirnya Satria memastikan kemenangan dengan skor akhir 63-46.

Kemenangan tersebut membawa klub asal Bogor itu melaju ke final dengan penuh percaya diri.

Satria memperoleh kontribusi merata dari seluruh pemain. Azfa Fazila dan Galaila Yahenzquita sama-sama menjadi pencetak angka terbanyak dengan 16 poin.

Sementara dari kubu Sahabat BWX Banyuwangi, Gabrielle Keiko tampil impresif dengan membukukan 17 poin dan delapan rebound.

Pelatih Satria Karadenan Bogor, Mabruri, mengakui laga semifinal berlangsung lebih sulit dibanding pertandingan sebelumnya.

Menurutnya, selain faktor cuaca yang cukup panas, lawan juga telah mempelajari pola permainan timnya.

“Hari ini panasnya berbeda. Lawan juga sudah mempelajari permainan kami sehingga pada awal pertandingan kami sempat mengikuti ritme mereka. Beruntung setelah itu mereka justru mengikuti permainan yang kami inginkan,” ujarnya.

BACA JUGA  Jacksen Siapkan Latihan Intensif Jelang MLSC All-Stars

Menjelang final, fokus utama tim bukan hanya strategi, tetapi juga pemulihan kondisi fisik para pemain.

“Yang paling penting adalah kebugaran pemain karena kami bertanding beberapa hari berturut-turut. Selain fisik, mental bertanding juga harus benar-benar siap menghadapi final,” kata Mabruri.

Ia menambahkan pencapaian lolos ke final sudah melampaui target awal tim. Namun, seluruh pemain diminta tetap menjaga fokus agar mampu tampil maksimal dalam perebutan gelar juara nasional.

Final Diprediksi Berlangsung Sengit

Dengan hasil semifinal tersebut, partai final kategori U18 putri Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 akan mempertemukan The Lion Surabaya melawan Satria Karadenan Bogor.

Kedua tim menunjukkan performa yang konsisten sejak fase grup hingga semifinal. The Lion mengandalkan pertahanan solid dan permainan kolektif, sedangkan Satria tampil agresif dengan distribusi poin yang merata dari hampir seluruh pemain.

Pertemuan dua tim terbaik tersebut diprediksi berlangsung ketat karena keduanya sama-sama memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara nasional kategori U18 putri. (09/AGF).