Erick Thohir Siapkan Blueprint Kepemudaan 100 Tahun

Kemenpora Sambut Timnas Panjat Tebing Juara Dunia
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan Kemenpora tengah menyiapkan blueprint kepemudaan hingga 100 tahun ke depan sebagai strategi membangun generasi muda yang kompetitif dan mampu memanfaatkan bonus demografi Indonesia. (Foto: ist/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pembangunan sektor kepemudaan menjadi salah satu prioritas utama sejak dirinya memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sebagai langkah strategis, Kemenpora tengah menyusun blueprint kepemudaan nasional hingga 100 tahun ke depan untuk menjadi pedoman pengembangan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Erick menjelaskan bahwa penyusunan blueprint kepemudaan telah menjadi agenda yang disampaikan sejak awal masa kepemimpinannya di Kemenpora.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan arah pembangunan kepemudaan yang lebih relevan dengan tantangan global dan perkembangan zaman.

“Pada pembicaraan awal dengan Komisi X, saya sudah menyampaikan bagaimana kita harus mempersiapkan blueprint kepemudaan. Alhamdulillah melalui berbagai diskusi dengan para pakar yang kami libatkan, kami melihat bahwa tahun 2028 merupakan peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda. Pertanyaannya, apakah strategi kepemudaan 100 tahun ke depan akan sama seperti 100 tahun yang lalu? Saya yakin tentu sangat berbeda,” ujar Erick.

Menurut Menpora, perubahan sosial, perkembangan teknologi, transformasi ekonomi digital, hingga dinamika geopolitik dunia menuntut Indonesia memiliki strategi baru dalam membangun kualitas generasi muda.

BACA JUGA  Pengamat: Perkembangan Sepak Bola Indonesia Sangat Pesat

Karena itu, blueprint kepemudaan disiapkan sebagai dokumen jangka panjang yang tidak hanya menjadi acuan Kemenpora, tetapi juga dapat menjadi pedoman lintas kementerian, pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pembangunan kepemudaan nasional.

Erick menjelaskan bahwa salah satu alasan utama penyusunan blueprint tersebut adalah besarnya potensi bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, sekitar 23,8 persen dari total populasi Indonesia atau sekitar 64 juta jiwa merupakan kelompok pemuda.

Di sisi lain, indeks pembangunan kepemudaan dinilai masih mengalami pertumbuhan yang relatif lambat sehingga memerlukan intervensi kebijakan yang lebih terarah.

“Karena itulah blueprint baru sangat diperlukan. Saat ini sekitar 23,8 persen populasi Indonesia atau sekitar 64 juta jiwa adalah pemuda. Namun jika melihat indeks kepemudaan, perkembangannya masih cenderung stagnan. Jangan sampai bonus demografi yang seharusnya menjadi kekuatan bangsa justru menjadi kontraproduktif karena kita gagal menyiapkan generasi muda yang kompetitif,” katanya.

Menurut Erick, bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila diiringi dengan investasi serius pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

Sebaliknya, tanpa strategi yang jelas, jumlah penduduk usia produktif yang besar justru berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial maupun ekonomi.

BACA JUGA  Surat ke-10 OC Kaligis ke Jokowi, Minta Uang Tabungannya Rp 30 Miliar Dikembalikan Jiwasraya

Oleh sebab itu, Kemenpora mendorong penguatan karakter, peningkatan kompetensi, pengembangan kepemimpinan, inovasi, kewirausahaan, hingga peningkatan daya saing pemuda sebagai bagian dari strategi nasional.

Menpora menilai pembangunan kepemudaan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas kepemimpinan bangsa pada masa mendatang.

Menurutnya, generasi muda akan menjadi motor penggerak inovasi, produktivitas, pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan global.

Karena memiliki dampak strategis, Kemenpora juga menerapkan paradigma baru dalam penyusunan anggaran, yakni berorientasi pada manfaat (outcome-based budgeting).

Melalui pendekatan tersebut, setiap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di sektor kepemudaan diharapkan memberikan dampak nyata terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Erick mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengusulkan peningkatan anggaran sektor kepemudaan pada tahun anggaran 2027.

Menurutnya, alokasi anggaran untuk program kepemudaan direncanakan meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Untuk anggaran tahun 2027, sektor kepemudaan kami usulkan meningkat hampir tiga kali lipat. Mudah-mudahan tidak mengalami pengurangan lagi karena isu kepemudaan sering kali dianggap hasilnya tidak langsung terlihat. Padahal akan menjadi kesalahan besar jika kita tidak mulai berinvestasi pada pembangunan generasi muda sejak sekarang,” ujar Erick.

BACA JUGA  Tiba di Tanah Air, Tim Bolabasket Indonesia Disambut Antusias

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas manusia yang akan memimpin Indonesia pada masa depan.

Karena itu, blueprint kepemudaan yang sedang disusun diharapkan mampu menjadi arah kebijakan nasional dalam membangun generasi muda yang berkarakter, inovatif, produktif, adaptif terhadap perubahan, serta mampu bersaing di tingkat global.

Melalui penguatan kebijakan, peningkatan investasi anggaran, dan kolaborasi lintas sektor, Kemenpora optimistis pembangunan kepemudaan akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju pada satu abad Sumpah Pemuda dan menuju visi Indonesia Emas 2045. (09/AGF)