OJK Ingatkan Perbankan Perkuat Likuiditas di Tengah Pertumbuhan Kredit

Avatar photo
OJK Likuiditas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Foto: istimewa)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan industri perbankan untuk terus memperkuat likuiditas di tengah pertumbuhan penyaluran kredit. Langkah tersebut dinilai penting agar ekspansi pembiayaan tetap berjalan seimbang dengan kemampuan bank memenuhi kebutuhan pendanaan.

Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (Sulutgomalut) Robert Sianipar mengatakan, rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di Sulawesi Utara hingga April 2026 masih berada di atas 100 persen.

“Likuiditas perbankan harus terus diperkuat, karena loan to deposit ratio perbankan Sulut berada di atas angka 100,” kata Robert di Manado, Kamis (16/7/2026).

Data OJK menunjukkan LDR perbankan Sulawesi Utara pada April 2026 mencapai 162,48 persen. Meskipun masih tinggi, angka tersebut menurun 1,59 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 164,07 persen.

BACA JUGA  TMMD ke-128 di Probolinggo Resmi Dimulai, Bupati Tinjau Kesiapan Pasukan dengan Kendaraan Taktis

Robert menjelaskan, tingginya LDR mencerminkan nilai kredit yang disalurkan lebih besar dibandingkan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perbankan.

Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi masuknya sumber pendanaan dari luar daerah yang kemudian digunakan untuk mendukung penyaluran kredit di Sulawesi Utara.

Kendati demikian, ia menilai tingginya LDR belum menjadi indikator yang mengkhawatirkan. Sebab, likuiditas perbankan masih ditopang oleh berbagai sumber pendanaan selain DPK.

Ia menambahkan, perbankan juga terus meningkatkan porsi Current Account Savings Account (CASA) atau dana murah sebagai salah satu strategi memperkuat struktur pendanaan.

Menurut Robert, LDR yang tinggi masih dapat dikategorikan sehat selama bank memiliki cadangan likuiditas yang memadai, akses terhadap sumber pendanaan alternatif, serta kualitas kredit yang tetap terjaga.

BACA JUGA  Pemkot Jaktim Berikan Makanan Bergizi di Kampung Melayu

Sementara itu, penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Utara terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga April 2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp57,77 triliun atau meningkat 6,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp54,01 triliun.

Secara bulanan, kredit juga bertambah 1,01 persen, dari Rp57,19 triliun pada Maret 2026 menjadi Rp57,77 triliun pada April 2026.

Di sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perbankan Sulawesi Utara mencapai Rp35,55 triliun hingga April 2026. Angka tersebut tumbuh 8,01 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar Rp32,91 triliun.

Jika dibandingkan dengan posisi akhir 2025, DPK juga meningkat 2,14 persen, dari Rp34,81 triliun menjadi Rp35,55 triliun. Peningkatan penghimpunan dana tersebut diharapkan dapat memperkuat likuiditas perbankan seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan di daerah.(One/01)