Hujan Guyur Bogor setelah Kemarau, Warga Berharap Krisis Air Bersih Berkurang

Avatar photo
BMKG Prakirakan Hujan Mengguyur Sejumlah Kota Besar pada Kamis 15 Januari 2026. Bogor
Ilustrasi

BOGOR, SUDUTPANDANG.ID – Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (18/7/2026) malam setelah beberapa pekan kawasan tersebut mengalami cuaca kering akibat musim kemarau.

Turunnya hujan disambut warga dengan harapan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Di kawasan Cibinong, hujan mulai turun sekitar pukul 20.00 WIB dengan intensitas ringan. Beberapa menit saja meningkat menjadi lebat dan berlangsung hingga sekitar pukul 21.30 WIB.

Hujan tersebut menjadi yang pertama setelah beberapa hari wilayah Cibinong tidak diguyur hujan. Kondisi kemarau sebelumnya menyebabkan sejumlah daerah di Kabupaten Bogor mengalami kekeringan dan kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

Salah seorang warga Cibinong, Eri (49), mengaku bersyukur hujan kembali turun. Menurut dia, cuaca yang sebelumnya terasa panas berubah menjadi lebih sejuk.

BACA JUGA  Hadapi Cuaca Ekstrem, Inilah Enam Seruan BNPB

“Alhamdulillah, beberapa hari terakhir cuacanya panas, sekarang jadi terasa lebih sejuk,” ucapnya

Eri berharap hujan yang turun dapat membantu mengurangi dampak kekeringan yang mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah.

“Mudah-mudahan hujan ini bisa membantu daerah yang mulai kesulitan air bersih karena kemarau,” harapnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat bencana kekeringan telah melanda 13 dari 40 kecamatan di wilayah tersebut.

Akibatnya, sebanyak 42.691 jiwa atau 12.735 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani mengatakan, wilayah terdampak tersebar di 29 desa. Kecamatan Rancabungur menjadi daerah dengan jumlah desa terdampak terbanyak, yakni enam desa.

BACA JUGA  Dandim 0819 Pasuruan Berikan Arahan Dalam "Jam Komandan"

“Kalau berdasarkan desa, ada 29 desa yang mengalami kekeringan. Dari 13 kecamatan terdampak, terbanyak di Kecamatan Rancabungur, ada enam desa,” kata Adam, Kamis (16/7/2026).

Menurut Adam, kekeringan mulai terjadi sejak awal Juni 2026. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

Sejak distribusi dimulai pada 10 Juni 2026, BPBD telah mengirimkan bantuan ke 74 titik dengan volume 5.000 hingga 8.000 liter dalam setiap pengiriman. Hingga pertengahan Juli, total sekitar 350.000 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat.

Meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah, BPBD tetap mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak. Pasalnya, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung sehingga potensi kekeringan di beberapa daerah masih perlu diwaspadai.(red)