Puskesmas Kresek Edukasi PHBS di MTs El Syarief

UPTD Puskesmas Kresek menggelar penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di MTs El Syarief, Kabupaten Tangerang, sebagai upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri serta lingkungan. (Foto: IST/SP).

TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID – UPTD Puskesmas Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, menggelar penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di MTs El Syarief sebagai upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan demi menciptakan suasana belajar yang sehat, nyaman, dan produktif.

Kepala UPTD Puskesmas Kresek, dr. Dwi Yanto, mengatakan sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Menurutnya, pembiasaan PHBS tidak hanya berdampak pada kesehatan peserta didik, tetapi juga mendukung kualitas proses belajar mengajar.

“Kebiasaan hidup bersih dan sehat harus menjadi budaya positif yang diterapkan setiap hari demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar dr. Dwi Yanto, Rabu (29/7/2026).

Ia menegaskan, lingkungan sekolah yang bersih memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus meminimalkan risiko penyebaran berbagai penyakit. Karena itu, penerapan PHBS harus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari seluruh warga sekolah.

Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan. Siswa yang sehat akan lebih fokus menerima pelajaran, memiliki semangat belajar yang lebih tinggi, dan mampu berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah.

BACA JUGA  Putus Penularan Covid-19, 3T Sama Pentingnya dengan 3M

“Melalui kegiatan penyuluhan ini kami berharap para siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekolah. Dengan begitu, mereka dapat menerapkan kebiasaan hidup sehat tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan tempat tinggal,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga tenaga kesehatan, untuk terus bersinergi dalam membangun budaya hidup bersih secara berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program PHBS tidak dapat dicapai hanya melalui penyuluhan sesaat, tetapi membutuhkan komitmen bersama dalam penerapannya setiap hari.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian penyuluhan. Mereka aktif menyimak materi yang disampaikan petugas kesehatan dan memanfaatkan sesi diskusi untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar pola hidup sehat.

Beragam pertanyaan yang disampaikan peserta antara lain mengenai cara menjaga kebersihan lingkungan kelas, pentingnya mencuci tangan sebelum makan, hingga kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sesuai standar kesehatan. Demonstrasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai langkah-langkah mencuci tangan yang benar agar kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA  KNPI Legok Siap Dukung dan Kawal Program Pembangunan Pemerintah

Praktik tersebut menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa karena mereka dapat mempraktikkan langsung teknik mencuci tangan yang efektif untuk mengurangi risiko penularan kuman dan bakteri.

Para guru yang hadir turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan edukasi tersebut. Mereka menilai penyuluhan PHBS sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekolah.

Guru-guru berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala sehingga siswa terus mendapatkan penguatan mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, budaya hidup sehat dapat menjadi karakter yang melekat pada setiap peserta didik.

Materi penyuluhan disampaikan oleh tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku UPTD Puskesmas Kresek, Sumantri, S.K.M.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa penerapan PHBS sejak usia sekolah merupakan investasi penting untuk membentuk generasi yang sehat, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan.

Menurut Sumantri, lingkungan sekolah yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan saat belajar, tetapi juga membantu mencegah penyebaran penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah, seperti diare, influenza, infeksi saluran pernapasan, maupun penyakit akibat sanitasi yang kurang baik.

Ia juga memberikan berbagai contoh sederhana penerapan PHBS yang mudah dilakukan oleh siswa, di antaranya mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan toilet sekolah, mengonsumsi makanan sehat, serta rutin berolahraga.

BACA JUGA  Posyandu Garuda Kabupaten Tangerang Gelar Integrasi Layanan Primer Berkelanjutan

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan praktik sederhana sehingga peserta lebih mudah memahami setiap materi yang disampaikan.

Pendekatan tersebut membuat suasana penyuluhan menjadi lebih komunikatif sekaligus mendorong siswa berpartisipasi aktif.

UPTD Puskesmas Kresek berharap penyuluhan PHBS di MTs El Syarief menjadi langkah nyata dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.

Melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, diharapkan tercipta sekolah yang bersih, sehat, nyaman, serta bebas dari berbagai penyakit sehingga mampu mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (WAR/09).