JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola organisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai fondasi peningkatan prestasi sepak bola nasional.
Hal itu disampaikannya dalam Kongres Biasa PSSI 2026 yang digelar di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menurut Marciano, organisasi yang sehat dan memiliki tata kelola yang baik akan melahirkan sistem pembinaan yang berkualitas, kompetisi yang berjenjang, serta atlet-atlet berprestasi yang mampu mengangkat nama Indonesia di level internasional.
Kongres Biasa PSSI 2026 dibuka secara resmi melalui pemukulan gong oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Sebelum pembukaan, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang dibacakan Erick Thohir mengenai arah pembangunan sepak bola nasional.
Dalam pesannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa besar harus memiliki cita-cita besar, termasuk mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia 2030.
“Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang besar harus punya cita-cita yang besar dan juga keberanian untuk mewujudkannya,” demikian pesan Presiden Prabowo yang dibacakan Erick Thohir.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan dukungan kepada PSSI dan Tim Nasional Indonesia, baik dalam aspek pembinaan maupun pembangunan infrastruktur olahraga.
Selain itu, Prabowo mengingatkan bahwa prestasi tidak akan lahir tanpa kerja keras, disiplin, dan pengorbanan dari seluruh elemen yang terlibat dalam pembangunan sepak bola nasional.
Menurut Presiden, sepak bola memiliki kekuatan besar sebagai alat pemersatu bangsa. Setiap kali Timnas Indonesia bertanding, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat bersatu mendukung Merah Putih.
“Saya ingin semua anak Indonesia bermimpi mengenakan Garuda di dadanya,” pesan Presiden.
Menanggapi arahan tersebut, Marciano Norman menyatakan dukungan penuh terhadap upaya PSSI dalam membangun organisasi yang semakin profesional.
Ia menilai Kongres Biasa menjadi momentum penting untuk menyusun berbagai program strategis demi meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.
“Saya berharap kongres ini dapat menyelesaikan banyak hal yang didiskusikan, terutama pembinaan organisasinya. Organisasi yang baik akan melahirkan kompetisi dan atlet yang berprestasi,” kata Marciano.

Ia menjelaskan, tata kelola organisasi yang baik harus dibarengi soliditas seluruh pengurus agar mampu menghasilkan program kerja yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan sistem organisasi yang kuat, menurut Marciano, pembinaan atlet dapat berjalan lebih efektif sehingga menghasilkan pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Marciano juga menilai penguatan organisasi sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya pada sektor pembangunan olahraga nasional melalui peningkatan prestasi atlet Indonesia.
“Kita semua dapat menyatukan pikiran dan tenaga untuk mengantar PSSI mencapai prestasi yang kita harapkan,” ujarnya.
Selain menyoroti pembinaan sepak bola nasional, Ketua Umum KONI Pusat juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Marciano berharap cabang olahraga sepak bola pada PON XXII mampu menghadirkan kompetisi yang lebih berkualitas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Menurutnya, PON harus menjadi wadah pembinaan atlet daerah sekaligus ajang seleksi lahirnya pemain-pemain muda potensial yang dapat memperkuat tim nasional Indonesia pada masa mendatang.
“KONI Pusat berharap pelaksanaan sepak bola pada PON XXII/2028 NTT-NTB lebih baik daripada PON sebelumnya,” katanya.
Ia menilai peningkatan kualitas kompetisi nasional akan berdampak langsung terhadap perkembangan sepak bola Indonesia, termasuk dalam memperbaiki peringkat FIFA.
Marciano menegaskan, kompetisi yang sehat dan berjenjang merupakan salah satu kunci mencetak pemain berkualitas yang siap bersaing di level internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Marciano juga memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang berhasil diraih PSSI dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyampaikan penghargaan kepada Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia yang sukses menjuarai Piala AFF Wanita 2026, serta Tim Nasional Futsal Putra Indonesia yang berhasil menjadi runner-up AFC Futsal 2026.
Menurutnya, dua prestasi tersebut menjadi bukti nyata perkembangan pembinaan sepak bola Indonesia yang terus menunjukkan tren positif.
“Saya memberikan penghormatan yang tinggi dan menyampaikan selamat kepada Timnas Sepak Bola Putri Indonesia atas keberhasilannya meraih gelar Juara Piala AFF 2026 serta Timnas Futsal Indonesia yang meraih runner-up AFC Futsal 2026. Prestasi ini sangat membanggakan bangsa Indonesia. Semoga momentum juara ini terus berlanjut pada ajang internasional berikutnya,” ujar Marciano.
Ia juga mengapresiasi peningkatan posisi Indonesia dalam peringkat dunia yang menunjukkan hasil dari pembinaan yang semakin baik.
Saat ini, Tim Nasional Sepak Bola Putra Indonesia menempati peringkat ke-118 FIFA, sedangkan Tim Nasional Putri berada di posisi ke-110 dunia.
Di cabang futsal, Timnas Putra Indonesia berhasil menembus peringkat ke-14 dunia, sementara Timnas Futsal Putri berada di posisi ke-21 dunia.
Marciano berharap pencapaian tersebut tidak membuat seluruh pemangku kepentingan cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi itu harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan usia dini, meningkatkan kualitas kompetisi nasional, serta memperbaiki tata kelola organisasi olahraga.
Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah, pembinaan yang berkesinambungan, dan organisasi yang profesional, target Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 serta peningkatan prestasi olahraga nasional dapat diwujudkan.
Di sisi lain, persiapan menuju PON XXII/2028 di NTB dan NTT diharapkan menjadi momentum lahirnya generasi baru pesepak bola Indonesia yang mampu membawa Merah Putih semakin disegani di kancah internasional. (09/AGF).










