Kemenpora Siapkan Sertifikasi Pelatih Olahraga Disabilitas

Kemenpora RI menyiapkan skema sertifikasi bagi pelatih olahraga disabilitas melalui Training of Trainers Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 13–14 Agustus 2026. (Foto: istimewa/SP).

BOGOR | SUDUTPANDANG.ID – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI tengah menyiapkan skema sertifikasi bagi pelatih olahraga disabilitas.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar kompetensi tenaga pelatih yang terlibat dalam pembinaan atlet penyandang disabilitas di Indonesia.

Langkah tersebut diawali melalui pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas “BERDAYA” di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 13–14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan untuk mempersiapkan tenaga penggerak olahraga disabilitas yang memiliki kompetensi dan mampu menerapkan ilmu pembinaan di masyarakat.

Sebanyak 122 peserta mengikuti ToT BERDAYA. Mereka berasal dari sejumlah organisasi olahraga disabilitas, antara lain atlet dan pelatih National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten/Kota Bogor, Special Olympics Indonesia (SOIna), serta Perkumpulan Olahraga Amputasi Indonesia (PSAI).

Plt. Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, Ahmad Arsani, saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya kompetensi dan sertifikasi bagi tenaga yang terlibat dalam pembinaan atlet disabilitas.

Menurut Ahmad, Kemenpora tengah mempersiapkan skema sertifikasi yang nantinya dapat diikuti peserta ToT untuk menjalankan peran sebagai pelatih. Namun, peserta tidak hanya dituntut mengikuti pelatihan, tetapi juga harus mampu mengaktualisasikan materi dan praktik yang telah diperoleh selama kegiatan.

BACA JUGA  Souto Nilai Kerja Sama KFI-Palma Vital untuk Timnas

“Kedepannya kami akan membuat sertifikasi untuk melatih. Peserta TOT yang ada di sini akan mengikuti sertifikasi tersebut, dengan catatan harus membuat aktualisasi dari kegiatan yang sudah dilakukan. Kami akan memonitor setiap langkah Bapak dan Ibu dalam mengaktualisasikannya di masyarakat,” kata Ahmad.

Ia menjelaskan, aktualisasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti sebagai teori, tetapi diterapkan secara langsung di lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, peserta dapat menunjukkan kemampuan dalam menerapkan materi pembinaan olahraga disabilitas sekaligus memberikan manfaat bagi atlet dan masyarakat penyandang disabilitas.

Skema sertifikasi tersebut juga diarahkan untuk memastikan tenaga pelatih memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan atlet disabilitas. Selama ini, pengalaman menjadi salah satu modal penting dalam pembinaan olahraga. Namun, Kemenpora mendorong agar pengalaman tersebut diperkuat dengan standar kompetensi yang terukur.

Melalui sertifikasi, kualitas tenaga pelatih diharapkan semakin terjamin. Hal ini dinilai penting karena pembinaan atlet disabilitas membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, serta kondisi masing-masing atlet.

BACA JUGA  Danantara Tegaskan Dukungan untuk Event Besar Kemenpora dan Penguatan Sport Tourism

Pelaksanaan ToT BERDAYA menjadi tahap awal dalam membangun sistem tersebut. Peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman terkait pengembangan olahraga disabilitas sekaligus diarahkan untuk menjalankan proses aktualisasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Endar Lubis yang hadir mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor mengapresiasi kepercayaan Kemenpora menjadikan Kabupaten Bogor sebagai lokasi pelaksanaan ToT Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA.

Endar yang juga dikenal sebagai atlet, pelatih, dan wasit catur bertaraf internasional berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan secara serius sehingga materi yang diperoleh dapat diterapkan setelah kegiatan berakhir.

“Kami mengucapkan terima kasih karena Kabupaten Bogor dipercaya menjadi tempat pelaksanaan TOT ini. Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan baik sehingga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas,” ujar Endar.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengembangan olahraga disabilitas di daerah. Kehadiran tenaga yang memiliki kemampuan dan pemahaman memadai dapat membantu memperluas akses pembinaan bagi atlet penyandang disabilitas.

BACA JUGA  Menpora Dorong Sinergi Olahraga Maluku Utara

Kegiatan ToT BERDAYA juga menjadi bagian dari upaya Kemenpora membangun ekosistem olahraga yang lebih inklusif.

Penguatan kompetensi pelatih diharapkan dapat mendorong pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Pelaksanaan kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua NPCI Kabupaten Bogor M. Misbah, Ketua SOIna Kabupaten Bogor Ahmad Azwari, serta Ketua PSAI Kabupaten Bogor Budi Santoso.

Dengan persiapan skema sertifikasi dan tahapan aktualisasi pascapelatihan, Kemenpora berharap semakin banyak penggerak olahraga disabilitas yang memiliki kompetensi terukur.

Program ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat pembinaan atlet disabilitas agar lebih profesional, terarah, dan berkelanjutan di berbagai daerah. (09/AGF).