The Indonesia Pro-Am 2026: Dua Tim Pimpin Klasemen

Pegolf profesional Maroko Ayoub Lguirati mencetak course record dengan skor 62 atau 9-di bawah-par pada putaran pertama The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 di Gunung Geulis Country Club, Bogor. (Foto: istimewa/SP).

BOGOR, SUDUTPANDANG.ID — Putaran pertama The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 berlangsung sengit di Gunung Geulis Country Club, Bogor, Jawa Barat.

Dua tim langsung berbagi posisi teratas klasemen beregu setelah mencatatkan skor 13-di bawah-par pada hari pertama kompetisi.

Kompetisi Pro-Am pertama dan terbesar di Indonesia tersebut diikuti 98 tim yang masing-masing terdiri atas satu pegolf profesional dan satu pemain amatir.

Pada edisi keempat tahun ini, para peserta bergantian bermain di West Course dan East Course Gunung Geulis Country Club.

Dua tim yang memimpin klasemen adalah pasangan pegolf profesional Thailand, Jazz Janewattananond dan Waris Manthorn.

Jazz berduet dengan pemain amatir Indonesia Matthew Wanandi, sedangkan Waris berpasangan dengan pegolf amatir Indonesia Steven Dirga Setya.

Kedua pasangan tersebut sama-sama membukukan skor 13-di bawah-par. Mereka unggul dua pukulan atas empat tim yang berbagi posisi berikutnya dengan skor 11-di bawah-par.

Pegolf profesional Thailand Jazz Janewattananond bersama pegolf amatir Indonesia Matthew Wanandi memimpin klasemen beregu The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 setelah mencatat skor 13-di bawah-par pada putaran pertama di Gunung Geulis Country Club.. (Foto: istimewa/SP).

Empat tim tersebut terdiri atas Ayoub Lguirati (Maroko)/Alvin Wahyudi, Nguyen Nhat Long (Vietnam)/Agus Budiman, Kelvin Si (Makau)/Gani Arieldi, serta Liu Yung Hua (Korea Selatan)/John Baey.

Persaingan tidak hanya berlangsung pada kategori beregu. Pada klasemen individual, pegolf Maroko Ayoub Lguirati tampil paling menonjol dengan mencetak rekor lapangan atau course record pada East Course.

BACA JUGA  Klok dan Rian Cetak Gol Penentu Kemenangan Indonesia Atas Kuwait

Lguirati, 32 tahun, mencatat skor 62 atau 9-di bawah-par dalam satu putaran. Catatan tersebut menjadi skor terbaik dalam satu putaran pada ajang Asian Development Tour (ADT) yang dimainkan di East Course Gunung Geulis.

Sebelumnya, Naoki Sekito juga pernah mencatat skor 62 atau 8-di bawah-par di East Course ketika tampil pada Gunung Geulis Golf Invitational supported by Nomura 2019. Namun, Lguirati berhasil melampaui catatan tersebut dengan permainan tanpa bogey.

“Saya sangat senang dengan cara saya bermain, dan terutama dengan cara kami menangani course ini. Saya membukukan 9 birdie dan tanpa bogey. Ini adalah skor terbaik saya di pertandingan,” kata Lguirati.

Ia juga memberikan apresiasi kepada caddie Mohsen yang baru pertama kali mendampinginya dalam sebuah turnamen.

“Ini pun merupakan event pertama saya dengan caddie Mohsen. Ia melakukan pekerjaan yang luar biasa hari ini. Jadi, saya sangat senang,” ujarnya.

Posisi kedua klasemen individual ditempati pegolf Amerika Serikat Tim Nielsen dengan skor 63 atau 8-di bawah-par. Sementara itu, kompatriotnya, Nathan Han, berada di peringkat ketiga setelah membukukan 64 atau 7-di bawah-par.

BACA JUGA  Latvia Kalahkan Tanzania di AQUA Futsal Four Nations Cup 2025

Persaingan di posisi berikutnya juga berlangsung ketat. Tujuh pegolf berbagi posisi T4 dengan skor 65 atau 6-di bawah-par.

Salah satu nama yang masuk kelompok tersebut adalah pegolf profesional Indonesia, Kevin Caesario Akbar.

Juara The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2023 itu menjadi salah satu harapan tuan rumah setelah berhasil menembus lima besar pada turnamen dengan total hadiah US$125 ribu tersebut.

Pegolf profesional Indonesia Kevin Caesario Akbar tampil solid pada putaran pertama The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 dengan mencatat skor 65 atau 6-di bawah-par dan menempati posisi T4 klasemen individual. (Foto: istimewa/SP).

Kevin mengawali permainan dengan satu birdie di sembilan hole pertama. Permainannya kemudian semakin agresif pada back nine dengan menghasilkan tiga birdie dan satu eagle.

Eagle di hole 16 menjadi momentum penting bagi Kevin untuk memperbaiki posisinya di klasemen. Ia kemudian menutup putaran dengan birdie sehingga mengakhiri permainan dengan skor 65 atau 6-di bawah-par.

“Permainan hari ini alhamdulillah solid. Banyak sabar saja sih di West Course. Kalau salah sedikit bisa agak bahaya. Bisa meledak skornya,” ujar Kevin.

Menurut dia, strategi utama pada putaran pertama adalah menjaga bola tetap berada di jalur permainan dan menghindari kesalahan yang dapat mengubah skor secara drastis.

“Yang penting bisa on track terus bolanya, on fairway, green. Tadi ada beberapa kali putting jauh masuk, terutama yang eagle di hole 16 itu agak jauh puttingnya,” katanya.

BACA JUGA  Pegolf Sumut Kuasai Faldo Series Indonesia 2026

Kevin menyebut eagle di hole 16 sebagai titik balik permainannya. Setelah mencetak eagle tersebut, ia berhasil menambah birdie pada hole terakhir untuk menutup putaran dengan catatan enam di bawah par.

Dengan hasil putaran pertama ini, persaingan The Indonesia Pro-Am 2026 masih terbuka lebar.

Para pegolf profesional akan kembali berusaha mempertahankan posisi, sementara para pemain Indonesia memiliki peluang untuk terus memperbaiki peringkat pada putaran berikutnya.

Kompetisi di Gunung Geulis Country Club juga menjadi ajang penting bagi pegolf yang ingin mengamankan posisi terbaik dalam turnamen ADT tersebut.

Dengan selisih skor yang relatif tipis di papan atas, perubahan klasemen masih sangat mungkin terjadi pada putaran selanjutnya. (09/AGF).