Erick Thohir Bawa Agenda Pemuda Indonesia di AMMY XIV

Menpora Erick Thohir menyampaikan agenda strategis kepemudaan Indonesia dalam ASEAN Ministerial Meeting on Youth ke-14 (AMMY XIV) 2026 secara virtual, Jumat (21/8/2026). (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir membawa agenda strategis kepemudaan Indonesia dalam ASEAN Ministerial Meeting on Youth ke-14 (AMMY XIV) 2026 yang digelar secara virtual, Jumat (21/8/2026).

Pertemuan tingkat Menteri Kepemudaan Negara ASEAN tersebut menjadi forum untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di kawasan seiring perubahan global yang berlangsung semakin cepat.

Dalam pertemuan tersebut, Erick menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI), transformasi teknologi, perubahan dunia kerja, hingga persoalan sosial dan kesehatan mental. Menurut dia, tantangan tersebut membutuhkan respons bersama negara-negara ASEAN agar generasi muda memiliki kesiapan menghadapi perubahan.

“Generasi muda kita sedang menghadapi dunia yang berubah lebih cepat dibandingkan sebelumnya,” ujar Erick dalam sambutannya.

Erick menilai perkembangan teknologi, khususnya AI, membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Karena itu, negara-negara ASEAN perlu memperkuat kolaborasi agar pemuda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Kerja sama kawasan juga dinilai penting untuk memastikan agenda pembangunan kepemudaan tidak berjalan sendiri-sendiri. Pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan penciptaan ruang kolaborasi antarnegara menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda ASEAN.

Indonesia Punya 66,8 Juta Pemuda

Menpora Erick Thohir menyampaikan agenda strategis kepemudaan Indonesia dalam ASEAN Ministerial Meeting on Youth ke-14 (AMMY XIV) 2026 secara virtual, Jumat (21/8/2026). (Foto: IST/SP).

Dalam forum tersebut, Erick memaparkan kondisi kepemudaan Indonesia. Ia menyebut terdapat sekitar 66,8 juta pemuda di Indonesia yang menjadi salah satu kekuatan utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA  Windy Cantika Raih Emas Sekaligus Cetak Rekor Dunia Youth

Besarnya populasi pemuda tersebut dinilai sebagai modal strategis pembangunan nasional. Namun, jumlah yang besar harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, karakter, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global.

Untuk mempersiapkan generasi muda tersebut, pemerintah telah mengadopsi Desain Besar Kepemudaan Nasional untuk Karakter Pemuda Indonesia. Kebijakan itu berlandaskan tiga nilai utama, yakni patriotik, tangguh, dan empati.

Implementasinya dilakukan melalui sejumlah program kepemudaan, di antaranya Pertukaran Pemuda Wirasena, Kemah Pemuda Wirasena, Forum Kepemudaan Nasional, serta Kompetisi Debat dan Pidato Nasional.

Program-program tersebut diarahkan untuk memperluas ruang interaksi sekaligus meningkatkan kemampuan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk saling terhubung, belajar, sekaligus membangun proyek berdampak sosial dan inovasi digital,” jelas Erick.

Menurutnya, pembentukan karakter pemuda tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik maupun profesional. Pemuda juga perlu memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkolaborasi, serta keberanian untuk menciptakan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Indonesia juga menyambut baik Rencana Kerja Bidang Kepemudaan ASEAN atau ASEAN Work Plan on Youth 2026-2030. Rencana tersebut memberikan perhatian terhadap sejumlah isu strategis, termasuk transformasi digital dan AI, ketahanan iklim, kesehatan mental, serta kewirausahaan.

BACA JUGA  Kemenpora, Kemendagri, dan Kemenkop UMKM Sinergi Kelola 20 Stadion Daerah

Erick menilai fokus tersebut relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Perubahan teknologi dan dunia kerja membuat pemuda perlu memiliki kompetensi baru, sementara persoalan kesehatan mental dan ketahanan terhadap tekanan sosial juga membutuhkan perhatian serius.

Agenda tersebut sejalan dengan semangat Bali Declaration yang diadopsi dalam Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports di Bali pada Mei 2026.

Melalui kerja sama ASEAN, Indonesia berharap agenda kepemudaan dapat menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata bagi generasi muda di kawasan.

Salah satu bentuk komitmen Indonesia adalah rencana penyelenggaraan ASEAN Youth Interfaith Camp 2027.

Program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pemuda dari berbagai negara dan latar belakang untuk membangun dialog, memperkuat toleransi, serta menciptakan kolaborasi yang berdampak positif.

Erick menegaskan investasi terhadap generasi muda merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan ASEAN. Menurutnya, kualitas pembangunan kawasan dalam beberapa dekade mendatang akan sangat dipengaruhi kemampuan negara anggota dalam mempersiapkan generasi mudanya.

“Masa depan ASEAN sangat ditentukan oleh sejauh mana negara-negara anggota berinvestasi pada generasi mudanya,” kata Erick.

BACA JUGA  Persija Rekrut Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka

Ia menambahkan, investasi tersebut tidak hanya berupa pendidikan formal, tetapi juga pengembangan keterampilan, kewirausahaan, kesehatan mental, penguasaan teknologi, karakter, dan ruang partisipasi pemuda.

“Ini adalah investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di kawasan dan masa depan kita bersama,” ujarnya.

Indonesia, kata Erick, siap memperkuat kerja sama dengan seluruh negara anggota ASEAN. Kolaborasi juga akan dikembangkan melalui kerangka ASEAN Outlook on the Indo-Pacific untuk membangun generasi muda yang adaptif, inovatif, dan mampu berkontribusi terhadap kemajuan kawasan.

Keikutsertaan Indonesia dalam AMMY XIV 2026 menjadi bagian dari diplomasi kepemudaan sekaligus upaya memperkuat posisi pemuda sebagai aktor penting dalam pembangunan nasional dan regional.

Dengan jumlah pemuda yang besar, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu penggerak utama agenda kepemudaan ASEAN. (09/AGF).