BOJONEGORO, SUDUTPANDANG.ID – Kodim 0813 Bojonegoro kembali menyalurkan puluhan ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Dalam aksi tanggap darurat kekeringan yang digelar Kamis (3/9/2026), jajaran Kodim 0813 Bojonegoro mendistribusikan sebanyak 32.000 liter air bersih ke tiga wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran air bersih tersebut menyasar warga Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, serta Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo.
Dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak 16.000 liter air bersih diberikan kepada masyarakat Desa Sendangharjo. Sementara masing-masing 8.000 liter air bersih disalurkan ke warga Desa Kumpulrejo dan Desa Deru.
Armada truk tangki yang membawa bantuan air bersih didampingi Babinsa setempat saat menuju titik-titik distribusi. Kedatangan petugas disambut antusias oleh warga yang telah menunggu untuk mendapatkan pasokan air.
Sejumlah warga terlihat membawa berbagai wadah untuk menampung air, mulai dari galon, jeriken hingga ember. Sebagian masyarakat juga memanfaatkan bak penampungan darurat berbahan terpal yang telah disiapkan di lokasi.
Distribusi air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk respons cepat TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0813 Bojonegoro terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Musim kemarau panjang membuat sejumlah sumber air warga mengalami penurunan debit hingga mengering. Kondisi tersebut berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk keperluan memasak dan minum.
Kehadiran Kodim 0813 Bojonegoro di tengah kondisi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus meringankan beban warga yang terdampak kekeringan.
Babinsa Desa Sendangharjo, Serda Eddy Hartanto, mengatakan bantuan air bersih yang diberikan TNI merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kemarau panjang.
“Bantuan air bersih ini kami salurkan sebagai wujud kepedulian TNI kepada warga yang sedang kesulitan akibat kemarau panjang. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujar Eddy.
Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pembinaan wilayah, tetapi juga memastikan kondisi warga binaan mendapat perhatian ketika menghadapi situasi sulit.
Karena itu, distribusi air bersih dilakukan dengan menyasar langsung wilayah yang membutuhkan. Bantuan diharapkan dapat digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar selama sumber air di lingkungan mereka belum kembali normal.
Aksi tanggap darurat kekeringan tersebut juga bukan kegiatan yang dilakukan secara satu kali. Kodim 0813 Bojonegoro terus melakukan pendistribusian air bersih secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak.
Sehari sebelumnya, Rabu (2/9/2026), jajaran Kodim 0813 Bojonegoro telah menyalurkan 48.000 liter air bersih kepada masyarakat di beberapa lokasi.
Bantuan tersebut disalurkan ke Dusun Tawang RT 016, RT 017 dan RT 019, Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo. Selain itu, distribusi juga dilakukan ke Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu, serta Pondok Pesantren Izzatul Ummah di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.
Jika digabungkan, dalam dua hari pelaksanaan distribusi, Kodim 0813 Bojonegoro telah menyalurkan sedikitnya 80.000 liter air bersih kepada masyarakat dan lembaga yang terdampak kekeringan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau. Selain memberikan bantuan secara langsung, kehadiran personel TNI di lapangan juga memungkinkan pemantauan kondisi wilayah yang mengalami krisis air.
Kodim 0813 Bojonegoro memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan secara berkesinambungan. Jajaran TNI akan menyisir sejumlah titik lain yang dinilai rawan mengalami kekeringan di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Pendistribusian akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Dengan pola tersebut, bantuan diharapkan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan.
Krisis air bersih akibat kekeringan menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama, terutama ketika sumber air masyarakat mulai mengering.
Sinergi antara aparat, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Melalui aksi tanggap darurat tersebut, Kodim 0813 Bojonegoro menunjukkan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana kekeringan.
Jajaran Kodim 0813 Bojonegoro juga memastikan penyaluran air bersih akan terus digencarkan hingga kondisi kekeringan di sejumlah wilayah dapat teratasi dan kebutuhan air masyarakat kembali terpenuhi. (ACZ/09)











