Beatrice Gumulya Kembali ke Asian Games Lewat Padel

Beatrice Gumulya kembali tampil di Asian Games 2026 melalui cabang olahraga padel setelah sebelumnya mengakhiri karier tenis. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Beatrice Gumulya tidak pernah membayangkan akan kembali tampil di Asian Games setelah memutuskan mengakhiri kariernya sebagai petenis nasional.

Dua tahun setelah beralih menekuni padel, atlet berusia 35 tahun itu justru kembali ke panggung olahraga terbesar Asia dan meraih medali perunggu bersama Novela Putria.

Medali tersebut diraih Beatrice/Novela setelah mengalahkan pasangan Filipina Danna Abad/Joshea Malazarte dengan skor telak 6-0, 6-0 pada perebutan medali perunggu di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu (3/10/2026).

Bagi Beatrice, pencapaian tersebut memiliki arti khusus. Ia sebelumnya pernah tampil di Asian Games sebagai atlet tenis, tetapi tidak berhasil membawa pulang medali dari ajang tersebut.

“Sejujurnya tidak. Tidak pernah terpikirkan,” kata Beatrice ketika ditanya apakah dirinya pernah membayangkan kembali tampil di Asian Games melalui cabang olahraga berbeda seusai pertandingan.

Kesempatan kembali ke Asian Games melalui padel menjadi pengalaman yang tidak terduga bagi Beatrice. Setelah mengakhiri karier tenis sekitar dua tahun lalu, ia awalnya hanya menjadikan padel sebagai aktivitas baru untuk mengisi waktu sekaligus mencari kesenangan.

Padel kemudian berkembang menjadi lebih dari sekadar kegiatan rekreasi. Beatrice mulai mengikuti kompetisi dan perlahan melihat peluang untuk kembali berkiprah di level internasional.

“Saat berhenti bermain tenis, saya merasa sudah selesai. Padel awalnya hanya untuk bersenang-senang. Saya memang ingin mencoba bermain di turnamen FIP, tetapi tidak berpikir akan sampai ke Asian Games tahun ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Leica Al-Humaira Raih Perunggu Asian Games 2026

Kesempatan tampil di Asian Games 2026 membuat Beatrice mengubah pendekatannya. Ia bersama Novela mulai menjalani persiapan lebih serius untuk menghadapi persaingan di Nagoya.

Persiapan tersebut tidak hanya dilakukan di dalam negeri. Keduanya bahkan menjalani latihan di Spanyol sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya selama masa persiapan akhirnya terbayar dengan keberhasilan membawa pulang medali.

“Kami banyak berkorban untuk pergi ke Spanyol, berlatih, dan mempersiapkan diri untuk pertandingan ini. Jadi, setidaknya kami mendapatkan medali, dan itu sangat baik bagi kami,” kata Beatrice.

Medali perunggu juga menjadi jawaban atas motivasi yang dibawa Beatrice ketika kembali memasuki persaingan internasional. Pengalaman tanpa medali saat tampil di Asian Games sebelumnya menjadi salah satu alasan dirinya ingin mencoba kembali.

“Pada Asian Games sebelumnya saya tidak mendapatkan medali. Jadi, saya sangat senang bisa bermain di Asian Games lagi kali ini, meskipun cabangnya berbeda,” ujar Beatrice.

Pilihan menekuni padel juga tidak sepenuhnya terlepas dari latar belakangnya sebagai petenis. Beatrice mengaku permainan padel memiliki sejumlah karakter yang membuatnya merasa nyaman, terutama karena olahraga tersebut juga mempertandingkan nomor ganda.

BACA JUGA  Menpora Erick Tetapkan Target 4 Emas Asian Games 2026

Saat masih aktif sebagai petenis, nomor ganda merupakan salah satu nomor yang paling disukainya. Karakter permainan padel yang mengandalkan kerja sama pasangan membuat transisi dari tenis terasa lebih sesuai.

“Itulah sebabnya saya mulai bermain padel. Di tenis saya memang lebih menyukai ganda,” katanya.

Beatrice juga menikmati karakter permainan padel yang berlangsung cepat. Permainan di dekat net, pukulan voli, serta pertukaran poin yang singkat menjadi aspek yang membuatnya tertarik untuk terus menekuni olahraga tersebut.

“Saya suka melakukan volley, poin-poin cepat, dan mendapatkan poin dari depan net. Itu sebabnya saya mulai menyukai padel,” ujarnya.

Sebelum beralih ke padel, Beatrice memiliki rekam jejak panjang di dunia tenis. Ia pernah mencatatkan prestasi pada sejumlah kompetisi internasional, termasuk turnamen Grand Slam junior.

Pada 2008, Beatrice bersama Jessy Rompies berhasil mencapai semifinal US Open junior. Setahun kemudian, ia juga menembus semifinal Australian Open junior.

Di level regional, Beatrice turut memperkuat Indonesia dalam sejumlah edisi SEA Games. Pada SEA Games Manila 2019, ia meraih medali emas ganda putri dan perunggu ganda campuran.

Pada SEA Games Hanoi 2021, Beatrice kembali menyumbang dua medali perunggu melalui nomor beregu putri dan ganda putri. Sementara pada SEA Games Kamboja 2023, ia meraih medali emas beregu putri serta dua medali perunggu dari nomor ganda campuran dan ganda putri.

BACA JUGA  Seraf Naro Siregar Raih Perunggu Asian Games 2026

Kini, koleksi prestasi Beatrice bertambah dengan medali Asian Games 2026. Menariknya, pencapaian tersebut datang dari cabang olahraga yang baru ditekuninya sekitar dua tahun.

Perjalanan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana Beatrice kembali menemukan ruang kompetisi setelah sebelumnya merasa telah menutup perjalanan sebagai atlet profesional.

Bagi Beatrice, keputusan mencoba padel membuka kesempatan yang sebelumnya tidak pernah masuk dalam rencana. Dari aktivitas untuk bersenang-senang, padel membawanya kembali ke panggung internasional dan akhirnya menghasilkan medali Asian Games.

“Motivasinya adalah saya ingin mencoba kembali di pertandingan internasional, karena saya tidak mendapatkan medali terakhir kali,” tutur Beatrice.

Medali perunggu di Nagoya pun menjadi penanda babak baru dalam perjalanan karier Beatrice Gumulya. Setelah sukses di tenis, ia kini mencatatkan prestasi di cabang padel dan kembali berdiri di podium Asian Games dengan membawa nama Indonesia. (09/AGF).