Pemkab Tangerang Tekan Stunting Jadi 7 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi menyerahkan bantuan 4.000 paket makanan bergizi yang merupakan pemberian PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta. (WAR)

TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID — Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat penurunan jumlah balita stunting sepanjang 2026.

Berdasarkan pendataan dan pemantauan terbaru, prevalensi stunting yang sebelumnya berada di kisaran 14 persen disebut telah turun menjadi sekitar 7 persen hingga awal Oktober 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengatakan penurunan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan, keluarga, serta sejumlah pihak yang memberikan dukungan terhadap program perbaikan gizi.

Hendra menyampaikan perkembangan tersebut saat menghadiri penyerahan bantuan makanan bergizi bagi balita stunting di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Rabu (7/10/2026).

Menurut dia, hasil pendataan pada awal Agustus 2026 menunjukkan masih terdapat 9.001 balita yang masuk kategori stunting. Jumlah tersebut tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Namun hingga awal Oktober 2026, jumlah stunting dapat ditekan menjadi tujuh persen,” kata Hendra.

Ia menjelaskan, angka tersebut berada di bawah batas 14 persen yang selama ini menjadi salah satu acuan nasional dalam penanganan stunting.

Sebelumnya, jumlah balita yang tercatat mengalami stunting di Kabupaten Tangerang mencapai 14.057 anak atau sekitar 14 persen. Pemerintah daerah kemudian melakukan pemantauan dan intervensi secara berkelanjutan untuk mempercepat penurunan angka tersebut.

BACA JUGA  Pemkot Padang Resmikan Program MBG untuk Pelajar

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Sepatan Timur. Kawasan tersebut berada di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan dukungan program pemenuhan gizi.

Hendra menyebut berdasarkan catatan medis, jumlah balita stunting di Kecamatan Sepatan Timur sebelumnya tercatat sebanyak 701 anak. Angka tersebut kemudian turun menjadi 586 balita pada akhir Agustus 2026.

Penurunan tersebut, kata dia, menunjukkan pentingnya intervensi yang dilakukan secara konsisten, terutama melalui pemenuhan kebutuhan gizi balita dan pemantauan kesehatan secara berkala.

“Untuk menekan jumlah balita stunting tidak hanya dilakukan oleh petugas medis dan orang tua. Peran semua pihak sangat diperlukan melalui kerja sama,” ujar Hendra.

Dalam kegiatan di Sepatan Timur tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta turut memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Sebanyak 4.000 paket makanan bergizi disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pemenuhan gizi balita, khususnya mereka yang masuk dalam sasaran penanganan stunting.

Program pemberian makanan bergizi itu direncanakan berlangsung selama 28 hari di Kecamatan Sepatan Timur. Selain bantuan pangan, dukungan juga diarahkan pada penyediaan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Teluknaga.

BACA JUGA  3 Korban Tragedi Kanjuruhan Masih Dirawat di RSUD Saiful Anwar

Asisten Deputi CSR PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta, I Wayan Widana, menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada orang tua balita di Aula Kantor Kecamatan Sepatan Timur.

Wayan mengatakan program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di sekitar kawasan operasional bandara.

Menurut dia, aktivitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta memberikan dampak langsung terhadap wilayah di sekitarnya. Karena itu, perusahaan berupaya ikut berkontribusi terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam aspek pemenuhan gizi.

“Ini merupakan komitmen kami untuk memenuhi gizi masyarakat, menyasar balita dan ibu hamil yang sangat membutuhkan,” kata Wayan.

Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Selain persoalan gizi, keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga membawa tantangan lingkungan bagi masyarakat sekitar. Salah satunya berkaitan dengan aktivitas penerbangan yang berlangsung setiap hari.

Wayan menyebut sekitar 1.200 pesawat melakukan aktivitas kedatangan maupun keberangkatan setiap hari di bandara tersebut. Kondisi itu membuat perhatian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar kawasan bandara menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan.

BACA JUGA  Babinsa Koramil 0819/11 Beji Hadiri Penyuluhan Pola Asuh Bayi dan Balita

Pemkab Tangerang berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Penanganan stunting dinilai membutuhkan intervensi yang berkelanjutan agar penurunan angka tidak hanya bersifat sementara.

Dengan penurunan angka stunting yang dilaporkan hingga awal Oktober 2026, pemerintah daerah juga terus mendorong pemantauan pertumbuhan balita, pemenuhan gizi, akses air bersih, serta keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan anak.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan tren penurunan stunting sekaligus memastikan anak-anak di Kabupaten Tangerang memperoleh kebutuhan gizi yang memadai sejak usia dini. (WAR/09)